Top Social

[Review Buku] Sekolah Bajak Laut Kapten Janggut Api



Kamu bisa bayangkan nggak sih ketika suatu saat nanti ternyata kamu diterima di sekolah Bajak Laut paling populer? Itu impian kamu sejak lama. Hanya murid terpilih saja yang bisa bergabung di dalamnya.

Jadi, sudah kebayang ya ketika Tommy bangun tidur dan mendapati kenyataan bahwa dia akan masuk Sekolah Bajak Laut Kapten Janggut Api yang begitu populer? Antara senang dan takut.

Tommy diantar oleh kedua orang tuanya menuju palabuhan tempat di mana Rusty Barnacle berlabuh sambil menunggu murid-murid barunya datang dan berkumpul. Tommy takjub melihat Sekolah Bajak Laut Kapten Janggut Api yang berupa kapal besar dengan nama keren, Rusty Barnacle.

Kapal itu memang sedikit aneh, bentuknya tidak wajar, bahkan kamar-kamarnya memiliki jendela yang mencuat dari sisi-sisi kapal. Cat merah pada kapal itu pun tampak mengelupas. Dari geladak, kamu bisa melihat tiga layar yang menjulang dengan gagahnya. Ah, Tommy sungguh tidak sabar ingin segera belajar menjadi bajak laut yang sesungguhnya_meskipun jenggotnya saja belum tumbuh meski hanya satu helai.


Tommy agak grogi hari ini. Meski begitu, dia amat senang dan bangga berada di atas Rusty Barnacle. Tidak semua bajak laut muda bisa masuk ke sana. Beruntung sekali dia termasuk salah satu di antara segelintir bajak laut muda yang bisa bergabung dalam Sekolah Bajak Laut terbaik di Tujuh Samudera, wow!

AAAARRRRRRRRRRRR!

Selama di sana, Tommy akan belajar menjadi bajak laut yang profesional. Dia akan belajar berbicara seperti bajak laut yang sebenarnya. Bersama Milton dan Jo, petualangan Tommy di Sekolah Bajak Laut Kapten Janggut Api tentunya lebih seru dan menyenangkan.

Selain aksi dari ketiga sahabat itu, rupanya ada cucu Kapten Janggut Hitam yang super menyebalkan. Suka iseng dan usil pada Milton dan Tommy. Tapi, ketiganya bukan masalah berarti.

Ketika seisi kapal tertidur, tiba-tiba Jo muncul membangunkan Tommy dan Milton. Dia muncul dengan pakaian bajak laut lengkap. Milton sempat menolak bangun, beringsut kembali ke dalam selimut. Sayangnya, Tommy dan Jo meyakinkannya bahwa misi mereka akan seru dan menyenangkan. Apa sih yang akan mereka lakukan?

Rupanya Jo berniat mencuri peta harta karun yang sempat ditunjukkan oleh Kapten Janggut Api. Kode-kode yang menjadi rahasia di dalam peta rupanya bukan masalah besar bagi seorang Milton. Petualangan pun dimulai. Dengan kemampuan mereka bertiga, kapal pun berlayar menuju pulau Tengkorak yang tertera di dalam peta.

Sayangnya, kejadian menegangkan pun terjadi.  Kapal mereka hampir masuk ke dalam pusaran air yang cukup besar. Lalu apa yang akan terjadi? Sanggupkah ketiganya menyelamatkan diri sedangkan seisi kapal termasuk Kapten Janggut Api tertidur? Mampukah mereka sampai di pulau Tengkorak dan mendapatkan harta karun yang dimaksud?

Novel fiksi anak dari Tiga Ananda yang ditulis oleh Chae Strathie ini benar-benar asyik banget untuk dibaca. Melihat cover yang cerah dan judul yang mencuri perhatian, membuat saya tak ragu untuk membelinya. Benar saja, ternyata ceritanya seru banget.

Meski termasuk novel dengan jumlah halaman mencapai 244, tetapi karena ditulis dengan bahasa yang mudah dimengerti, layout yang sangat menarik dengan beberapa ilustrasi memikat di dalamnya, buku ini tidak pernah membosankan untuk dibaca dan diselesaikan.

Awalnya saya membeli untuk si sulung yang sekarang duduk di kelas dua Sekolah Dasar. Kemudian saya penasaran dan ikut membaca. Ternyata memang keren banget, bikin deg-degan terutama ketika murid bajak laut muda itu mengendalikan kapal di antara pusaran air yang siap menelan kapal secara utuh.

Sedikit typo di salah satu halaman dengan pengulangan ‘di’ yang tidak diperlukan. Sisanya nyaris sempurna. Jika saya anak-anak, saya pasti sudah masuk di geladak kapalnya dan ikut bergelantungan pada spageti serta meluncur turun dari kapal dan naik kura-kura menuju pulau Tangkorak.

Tidak hanya seru, buku ini juga memberikan pesan moral pada para pembaca. Supaya kita menjadi anak baik dan tidak perlu balas dendam. Pesan paling menarik adalah usaha dan kerja keras pasti akan membuahkan hasil. Semua itu disampaikan melalui kisah Tommy dan teman-temannya yang bekerja keras memecahkan kode-kode dalam peta serta petualangan seru mencari harta karun.

 Buku ini akan menunjukkan kehidupan bajak laut yang sebenarnya. Gimana rasanya jadi bajak laut dan tidur di kapal bajak laut besar sambil dibuai ombak? Yuk, miliki bukunya. Recommended banget, deh!

Judul: Sekolah Bajak Laut Kapten Janggut Api
Penulis: Chae Strathie
Alih Bahasa: Ambhita Dhyaningrum
Jumlah hal: 244 hal
Penerbit: Tiga Ananda

Salam,
2 comments on "[Review Buku] Sekolah Bajak Laut Kapten Janggut Api"
  1. Buku kayak gini pas banget buat keluarga kita yang masih kecil. Krn kita butuh buku yang bagus buat anak2 sbg pemantik hobi membaca untuk mereka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, Mas. Daripada baca komik terus, mending baca buku-buku seperti ini...


      Delete

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature

Custom Post  Signature