Top Social

Yuk, Ikut Gerakan Menabung Air Hujan, Sebab Hujan adalah Rahmat yang Tak Boleh Disia-siakan



Suka gemas jika anak-anak di rumah terlalu berlebihan alias boros menggunakan air. Sambil gosok gigi, kran air ikut menyala padahal tidak digunakan. Kadang si bungsu menyalakan kran air bersamaan dengan shower di kamar mandi hanya sekadar untuk main-main. Pliss, hemat air, ya, Nak! Dan dia akan mematikan salah satunya.

Saat ini saya merasa beruntung sebab ketika membeli rumah di wilayah Jakarta Timur, air sumur yang kami punya Masya Allah melimpah meski awalnya sempat bermasalah karena mesin dari pemilik rumah sebelumnya yang harus diganti dan kedalamannya harus ditambah. Tapi, bersyukur setelah itu air bersih bisa kami nikmati hingga sekarang.

Beberapa tetangga sering mengeluh kekurangan air bersih ketika musim kemarau. Ya, itu terjadi setahun atau dua tahun yang lalu. Kadang mereka mengangkut air dari rumah karena air bersih di rumahnya benar-benar tidak bisa diharapkan. Nah, saat seperti ini baru terasa betapa pentingnya air bagi kehidupan kita.

Bencana kekeringan ini memang perlu diwaspadai dari sekarang. Bukan hanya bagi mereka yang sering dilanda krisis air bersih saat musim kemarau, tetapi juga bagi kita yang masih merasa cukup dengan pasokan air bersih.


Dilema juga, ya, saat musim kemarau banyak yang mengalami krisis air bersih, sedangkan saat musim hujan banyak yang dirugikan karena bencana banjir yang hampir tidak pernah bisa dihindari. Apalagi saat ini, bencana demi bencana seperti datang bertubi di negeri kita, tak ketinggalan juga banjir di beberapa wilayah di Ibu Kota yang sudah jadi 'langganan'.

Sejatinya hujan bukan sesuatu yang menakutkan, jangan sampai membuat orang jadi benci dengan hujan dan tidak mensyukuri nikmat Allah. Sebab hujan sangat dibutuhkan oleh semua orang. Air hujan bisa digunakan untuk keperluan pertanian, industri, hingga domestik. Sayangnya, akibat kurangnya resapan di Ibu Kota, air hujan pun jadi terbuang sia-sia dan tak jarang malah merugikan manusia.

Untuk menanggulangi kekeringan saat musim kemarau serta banjir ketika musim hujan, kita sebagai warga Jakarta bisa ikut andil dalam melakukan sebuah perubahan dengan Gerakan Menabung Air Hujan. Yup! Gerakan membuat drainase vertikal ini bisa dibuat di lahan pekaranganmu sendiri, lho.

Gerakan Menabung Air Hujan membutuhkan kerjasama kita sebagai warga DKI Jakarta untuk ikut aktif mengusir banjir yang setiap tahun menggenangi Ibu Kota. Pada prinsipnya, air hujan akan dikembalikan ke tanah, bukan menggenang di pemukiman penduduk. Dengan cara ini, kita yang sering mengalami krisis air bersih saat musim kemarau dapat tertolong dengan adanya cadangan air yang berasal dari air hujan itu sendiri.

Nah, bagi kamu yang masih bingung seperti apa proses menabung air hujan dan bagaimana caranya, coba simak langkah-langkahnya seperti yang dijelaskan oleh Pemprov DKI Jakarta melalui akun Instagramnya.

Apa saja yang kamu butuhkan untuk Gerakan Menabung Air Hujan?

Foto: Instagram.com/dkijakarta

1. Siapkan krat botol bekas. Yup! Krat botol bekas merupakan tempat botol-botol minuman yang biasa digunakan untuk menampung botol-botol minuman ringan. Nah, kamu butuh beberapa buah krat botol ini untuk membuat drainase vertikal.

2. Jangan lupa siapkan juga batu bata. Pasti nggak susah dong mencari batu bata. Kamu bisa membeli di toko bahan bangunan yang ada di dekat rumahmu.

3. Kamu juga butuh pipa paralon untuk saluran masuk dan keluarnya air hujan.

4. Selain itu, dibutuhkan juga batu koral untuk mengisi lubang drainasae.

5. Siapkan juga tutup plat beton yang nantinya juga bisa dipakai untuk meletakkan tanaman.

Lalu seperti apa langkah-langkahnya?

Pastikan kamu sudah punya apa yang dibutuhkan untuk membuat drainase vertikal

Seperti inilah drainase vertikal yang nantinya akan kamu buat

Spesifikasi ini sangat kamu butuhkan sebagai panduan

Pelajari dengan baik supaya drainase vertikal buatanmu bisa bekerja dengan maksimal

Langkah-langkah membuat drainase vertikel di lahan carport
Dari gambar-gambar tersebut kamu pasti sudah bisa membayangkan seperti apa cara membuat drainase vertikal ini untuk Gerakan Menabung Air Hujan yang saat ini diharapkan bisa diterapkan oleh warga DKI Jakarta.

Hingga akhir Desember lalu, Pemprov DKI telah membuat sebanyak 6500 titik drainase vertikal yang tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta seperti dikutip dari laman muslimobsession. Jumlah yang disebutkan tersebut ternyata belum cukup sebab Jakarta butuh hingga 1,8 juta drainase vertikal.

Nah, sebagai warga DKI Jakarta tidak ada salahnya kita pun turut bergerak melakukan perubahan bagi Ibu Kota sebab nantinya kita juga yang akan tertolong oleh gerakan ini. Kamu bisa membuat drainase vertikal sendiri di rumah sesuai dengan petunjuk dari Pemprov DKI Jakarta tentunya.

Gerakan Menabung Air Hujan ini juga bisa menjadi bentuk syukur kita kepada Allah, sebab hujan adalah rahmat dan tidak sepatutnya kita menyia-nyiakannya begitu saja. Air hujan bisa dimanfaatkan lebih maksimal untuk cadangan air supaya tidak terjadi lagi krisis air bersih ketika musim kemarau tiba dan pastinya akan menghindarkan Ibu Kota dari banjir yang terus melanda setiap tahunnya.

Dengan adanya drainase vertikal ini, air hujan tidak hanya bisa ditampung, tetapi gerakan ini juga bisa mengurangi volume air sungai sekaligus bisa jadi cadangan air tanah di DKI Jakarta yang nantinya akan sangat dibutuhkan oleh warga sendiri.

Kuy, ah ikut aktif melakukan perubahan untuk Ibu Kota, sebab kita sadar betul semua ini tidak bisa hanya dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta sendiri, tetapi juga butuh kerjasama warganya!

Tulisan ini diikutsertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community #Day29

Salam,
4 comments on "Yuk, Ikut Gerakan Menabung Air Hujan, Sebab Hujan adalah Rahmat yang Tak Boleh Disia-siakan"
  1. Untuk terhindar dari banjir yang utama ini kan kak , ga cuma dijakarta perlunya , tapi di kota kota besar lainnya , karna nantinya dampaknya juga cukup berpengaruh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyap, betul sekali Sebaiknya memang dilakukan oleh masyarakat di kota-kota lain yang sering kena banjir...


      Delete
  2. waw keren banget nih..
    coba teknologi ini bisa diterapkan pasti kita bisa lebih menghemat air.
    membuat tampungan air hujannya juga gak susah..bisa banget diterapkan di rumah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyap, harus banyak yang membantu mengedukasi masyarakat nih mbak...


      Delete

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature

Custom Post  Signature