Top Social

Wajah Baru DKI Jakarta di Tahun 2019

Foto: kayak.com

Sempat merasa amazing juga dengan wajah Ibu Kota setahun terakhir kemarin. Sebab rupanya banyak sekali perubahan baik yang terjadi. Saya yang sudah menetap di Jakarta sejak 2009 merasa  dan bahwa inilah tahun paling menggembirakan selama tinggal di sini.

Mungkin saya termasuk orang yang lebay dan kurang piknik…haha. Tapi, setiap melintasi Jakarta sejengkal demi sejengkal, kayaknya ada aja yang berubah di sana. Yang paling dekat saja dengan rumah, misalnya BKT yang setiap hari ramai dilalui orang pejalan kaki dan mereka yang suka bersepeda, terutama saat weekend, sekarang lucu banget deh tamannya dibuat lebih bagus. Lebay lagi, ya? Kwkwk. Kemudian nggak jauh dari rumah, sempat ada penggusuran rumah warga yang menempati lahan milik pemerintah, sekarang dibuat menjadi taman bermain, lapangan futsal disertai gedung serbaguna untuk warga. Anak-anak ramai banget dan senang padahal saat itu belum sepenuhnya selesai dibangun.




Selain itu, ada apa saja sih di 2019 yang bikin wajah Jakarta semakin sumringah dan bahagia?

1. Skatepark di Kolong Flyover Slipi Petamburan

Foto: kumparan.com
Selama ini kolong flyover selalu dijadikan tempat kumuh. Ada sampah berserakan, jadi tempat pemulung hingga orang berjualan yang pastinya bikin tempat ini jadi nggak apik banget dilihat.

Tapi, sekarang semua sudah berubah, lho. Kolong flyover Slipi Petamburan ini telah berubah menjadi ruang publik yang asyik banget. Para remaja bisa memanfaatkannya juga untuk mengasah kreativitas. Selain itu, lokasi yang dulunya hanya dipakai untuk menumpuk sampah, kini juga sudah berubah menjadi taman skateboard atau skatepark.

Kamu bisa lihat wajah barunya sekarang dan sebelumnya, benar-benar amazing banget sih buat saya pribadi. Bahkan meski saya telah tinggal lama di Jakarta, perubahan seperti ini sangat menakjubkan, sedikit bikin haru juga kalau nggak mau dikatain lebay, ya…hehe.

2. Wajah Baru Stasiun Klender

Foto: wartakota.tribunnews.com
Stasiun Klender letaknya nggak jauh dari rumah. Bisa dibilang sangat dekat. Dan, pas kemarin lewat ternyata sudah dibangun menjadi lebih baik dan menarik.

Dulunya Stasiun Klender hanya memiliki satu lantai saja, sedangkan sekarang sudah ada dua lantai yang bisa digunakan. Buat kamu yang mau naik KRL, kamu harus naik ke lantai dua untuk mencari loket tiket yang rupanya disediakan hingga tiga loket di sana. Setelah itu, kamu bisa menuju gate untuk masuk peron. Barulah turun ke lantai satu untuk naik KRL.

3. JPO Gelora Bung Karno

Foto: Instagram.com/aniesbaswedan

Buat sebagian orang, berjalan kaki mungkin hanya sekadar rutinitas biasa yang nggak ada artinya selain hanya aktivitas menuju suatu tempat. Tapi, bagi kamu yang tinggal di Jakarta, pengalaman berjalan kaki nggak akan dibiarkan berlalu tanpa kesan. Lewat JPO Gelora Bung Karno, kamu akan mendapatkan pengalaman berjalan kaki yang begitu menyenangkan.

Seperti kamu tahu, JPO yang terletak di stadion Gelora Bung Karno ini memang memiliki arsitektur berbeda dengan JPO lainnya. Kamu bisa melihat JPO itu nggak sekadar bisa membantu kamu para pejalan kaki, tetapi juga menjadi ekspresi seni bagi warga Jakarta.

Selain JPO yang ada di stadion Gelora Bung Karno, rupanya masih ada 2 JPO lagi yang sedang dalam tahap revitalisasi. Di antaranya adalah JPO yang ada di depan Ratu Plaza dan Mapolda Metro Jaya.

4. Mengurangi Sampah

Foto: mandiri-investasi.co.id
Pemprov DKI Jakarta saat ini sedang mengusahakan upaya untuk mengurangi sampah. Kamu bisa bayangkan, TPST Bantargebang yang katanya diperkirakan bisa menampung 49 juta ton sampah, kini rupanya sudah berisi 39 juta ton sampah, lho. Hanya tersisa 10 juta ton saja. Bisa jadi 2021 TPST ini akan penuh.

Sampah-sampah yang menumpuk ini sedang diupayakan untuk dikelola menjadi energi listrik yang bisa dilakukan melalui Pengolahan Sampah Proses Termal bersama BPPT RI. Miris banget sih melihat apa yang kita buang setiap hari sebenarnya tidak hilang melainkan hanya menumpuk pada satu lokasi dikarenakan sulit dihancurkan.

Rupanya Pemprov DKI tidak hanya bicara, sebab mereka pun ikut bertindak nyata. Di jajaran Dinas LH sudah diharuskan membawa botol minum sendiri sehingga tidak lagi menggunakan air minum kemasan yang akhirnya menambah jumlah sampah di DKI terutama saat rapat.

Nah, kita juga bisa melakukan hal serupa demi masa depan generasi mendatang. Selain membiasakan diri membawa botol minum, ada baiknya kita juga mempunyai sedotan stainless untuk dibawa pergi dan dipakai ketika membeli minum atau dipakai di rumah. Selain itu, setiap belanja entah di mana pun, kita bisa memakai tas kain sehingga dapat mengurangi penggunaan kantong kresek.

Buat ibu-ibu, popok sekali pakai bisa diganti dengan clodi. Upaya ini bukan sekadar untuk gaya-gayaan, sok go green, tetapi memang kenyataannya bumi kita sudah darurat sampah.

Buat kamu yang suka membuat barang handmade, nggak ada salahnya membuat kerajinan dari barang bekas. Ya, sesimpel itu yang bisa kita lakukan untuk membantu pemrpov DKI mengurangi timbunan sampah setiap harinya.

Semoga wajah baru DKI Jakarta tahun ini tidak hanya cantik di luarnya saja, tetapi juga baik dalam segi hatinya, yakni tentang kebahagiaan warganya dan bagaimana mereka dan saya juga bisa turut bergerak aktif untuk melakukan sesuatu yang positif meski itu kecil saja bentuknya. Sebab itulah bentuk rasa memiliki yang sebenarnya.

#ODOP #Estrilookcommunit #Day15

Salam,

Be First to Post Comment !
Post a Comment

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature

Custom Post  Signature