Top Social

Jakarta Punya Ratangga, Begini 9 Panduan Perilaku Transportasi Publik

foto: Tirto.id


Sebagai warga DKI Jakarta, saya juga menjadi salah satu followers Bapak Anies Baswedan. Jujur saja, saya banyak belajar dari postingan beliau yang kalau kita baca sampai kelar itu nadanya kalem banget. Seolah-olah kita ikut kalem seperti beliau. Padahal saya pribadi nggak kalem banget, secara emak-emak lebih banyak bawel daripada kalemnya…haha.

Postingan ini tidak akan bicara soal politik, jadi jangan mual duluan, ya, kecuali kamu sedang hamil muda. Selama mengikuti postingan pak Anies, saya belajar untuk menata hati dan perasaan yang setahun kemarin banyak banget makan drama, baik karena kesalahan saya pribadi atau memang karena banyak orang senang sekali nge-bully saya. Mungkin saya terlalu populer, bahkan jadi silent reader saja, sampai ada yang kesel sama saya. Betapa amazing-nya dunia ini, ya…hihi.

Tapi, ngerasa malu ketika baca-baca postingan pak Anies yang lebih banyak menunjukkan prestasi ketimbang membalas orang-orang yang suka menjatuhkan beliau. Ngapain menanggapi sesuatu yang nggak perlu dan justru membawa energi negatif buat kita sendiri? Kita diciptakan bukan untuk membuat mereka bahagia karena sakit hati kita nggak kelar-kelar, ‘kan? Kita punya ‘sesuatu’ yang jauh lebih berharga dari sekadar mengurusi yang nggak perlu.

Yang namanya orang pro dan kontra itu pasti selalu ada. Mau kamu jadi baik atau jahat, pasti ada yang mendukung dan melawan. Itu sudah alamiah banget. So, sekarang kamu jadi yang mana? Baik atau jahat dan penuh dengan dendam? Huhu…kayaknya rugi banget kalau kita memilih jadi orang pendendam. Hidup kita terlalu berarti.

Dari sekian banyak postingan pak Anies Baswedan, ada beberapa yang saya simpan dan pengen banget mengulasnya di blog. Nah, salah satunya adalah postingan yang beliau repost dari akun @mrtjkt dengan topik panduan perilaku transportasi publik.

“Kemarin gerbong-gerbong kereta baru MRT resmi menyandang nama RATANGGA. Jenis sistem/moda transportasinya adalah MRT yaitu Moda Raya terpadu, nama kendaraan yang kita naiki adalah RATANGGA.” – Anies Baswedan

Tahu nggak nama Ratangga diambil dari mana? Saya bahkan baru mendengarnya sekali ini. Atau mungkin dulu saya lupa, tapi nama ini benar-benar nggak familiar buat saya. Ternyata Ratangga diambil dari puisi di kitab Arjuna Wijaya dan di kitab Sutasoma yang ditulis oleh Mpu Tantular. Ketahuan banget kalau saya harus banyak belajar lagi tentang sejarah.

Pesan dari nama Ratangga menurut pak Anies adalah adanya kekuatan, ada perjuangan. Ratangga akan selalu teguh dan kuat mengangkut para pejuang kawasan Ibu Kota yang sedang berikhtiar untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

Pemerintah telah memberikan fasilitas yang layak buat masyarakat, kita sebagai pengguna transportasi publik seperti Ratangga ini juga harus mulai mengubah kebiasaan buruk menjadi lebih baik. Yup! Saya dan kamu harus mulai menerapkan perilaku yang baik, tidak hanya di lingkungan keluarga (rumah), sekolah, atau tempat kerja, tetapi juga mulailah melakukannya di transportasi publik. Semua itu akan kembali pada kita sendiri dan pastinya semua harus memulainya supaya hal baik benar-benar terwujud nyata di negeri kita.

Kemudian apa saja yang 'harus' dan 'tidak harus' dilakukan ketika berada di transportasi publik terutama di Ratangga?

1. Tidak Makan dan Minum di Kereta

Foto: Pexels.com

Godaan banget bawa camilan ke dalam kereta, apalagi kalau perjalanan yang kita tempuh membutuhkan waktu yang cukup lama. Sayangnya, membawa makanan ke dalam kereta bukannya membuat kamu jadi asyik tetapi bisa mengganggu penumpang lain, bisa jadi sampah dibuang sembarangan juga. Alangkah baiknya jika kamu menahan diri untuk tidak membuka tas berisi camilan itu hingga kamu benar-benar sampai di tempat tujuan.

2. Tidak Berpegangan dengan Dua Tangan

Foto: Pexels.com

Ketika berada di kereta dan terpaksa berdiri, ada baiknya kamu cukup berpegangan dengan satu tangan saja. Sebab berpengan dengan dua tangan bisa mengganggu penumpang lainnya. Membuat yang lain merasa tidak nyaman apalagi kalau kamu lupa pakai deodorant. Nggak banget ’kan kalau sampai ini terjadi pada kita? Dan yang pasti, orang di sebelah kamu mau pegangan ke mana kalau pegangan lain kamu pakai juga?

3. Jangan Mendengkur Saat Tidur

Foto: Pexels.com

Kalau kamu sadar punya kebiasaan mendengkur saat tidur, ada baiknya kamu pertahankan diri kamu untuk tidak tidur di transportasi publik. Kasihan banget orang-orang di sebalah kanan dan kiri kamu yang pastinya amat terganggu. Dan biasakan juga memakai masker penutup mulut supaya lebih nyaman ketika nanti kamu ketiduran di kereta.

4. Tidak Mengganggu Privasi Orang Lain

Foto: Pexels.com

Kesel nggak, sih, kalau ada penumpang yang suka ngintip chat kamu atau kepo ketika kamu membuka ponsel? Sebaiknya jangan sampai kamu mengganggu privasi orang lain, sebab tak ada yang nyaman diperlakukan seperti itu. Untuk menghindari hal serupa, ada baiknya kamu simpan dulu ponsel kamu dengan baik sampai kamu benar-benar berada di tempat yang tepat.

5. Jangan Bersandar kepada Orang Lain

Foto: Pexels.com

Jika itu pasangan kamu, pastinya nggak masalah. Tapi, kalau itu orang lain, apalagi kereta sedang penuh serta semua orang sedang capek, lalu kamu seenaknya bersandar pada bahu orang lain, apa kata mereka dalam hati? Hihi. Kesal pastinya jika ada yang melakukan hal seperti ini, ya. Yuk, ah jaga etika ketika bertransportasi publik, jangan sampai bikin orang lain nggak nyaman dengan keberadaan kita.

6. Jangan Meletakkan Barang di Tengah Jalan

Foto: Pexels.com

Selain tetap harus waspada dan berhati-hati, kamu juga harus mengerti di mana tempat meletakkan barang yang tepat supaya tidak mengganggu orang yang lewat. Misalnya saja kamu letakkan di tengah jalan, pastilah akan ada orang yang merasa terganggu jika kamu melakukan hal itu. Ada baiknya kamu letakkan di pangkuan dan bahkan ini jadi lebih aman.

7. Jangan Bergerombol di Lorong Kereta

Foto: Pexels.com

Kacuali kamu adalah GGS, barulah boleh, ya…hihi. Lagian ngapain bergerombol di lorong kereta? Mending kamu duduk atau berdiri di tempat yang seharusnya. Hal ini juga membuat orang lain sulit lewat.

8. Hindari Memakai Ransel di Punggung Saat Keadaan Ramai

Foto: Pexels.com

Tapi, ransel memang letaknya di punggung, lho. Yup! Sayangnya, saat kamu sedang berada di transportasi publik, semisal di MRT, pasti akan semakin membuat keadaan jadi sesak, orang lain pun jadi sulit lewat. Sebaiknya kamu letakkan saja ransel di dada kamu atau berikan jalan buat mereka yang ingin lewat dengan melepas ransel dan memegangnya. Capek, dong? Hihi, ya daripada gangguin orang, ya.

9. Pakai Make Up Seperlunya

Foto: Pexels.com

Walaupun kamu suka dan hobi banget dandan, ada baiknya kamu tetap menjadi sikap dengan tidak memakai make up berlebihan ‘saat’ berada di kereta. Jangan sampai dalam keadaan ramai dan penuh sesak, kemudian kamu memaksakan diri memakai lipstick, terus kesenggol sama penumpang sebelahnya…hihi. Belepotan dan kesel, ‘kan?

Nah, itu dia beberapa panduan yang bisa kamu terapkan ketika naik transportasi publik. Ratangga akan digunakan untuk semua rangkaian. Kereta MRT fase satu ini akan melewati 13 stasiun dari Bundaran HI menuju Lebak Bulus. Akan ada 16 rangkaian kereta, 14 akan beroperasi, sedangkan yang dua akan menjadi cadangan.

Semua dari kita pasti berharap supaya MRT Ratangga bisa jadi solusi bagi kemacetan Ibu Kota. Selain fasilitas publik yang sudah sangat baik, satu hal lagi yang nggak boleh diabaikan, yakni perilaku pengguna transportasinya juga harus berubah lebih baik dan ikut serta menjaga apa yang sudah ada. Kuy, ah jadi generasi cerdas. Meski saya jarang dan bakalan jarang naik MRT, tetapi adanya Ratangga benar-benar membuat saya ikut antusias menyambutnya!

Tulisan ini diikutsertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community #Day6

Salam,
32 comments on "Jakarta Punya Ratangga, Begini 9 Panduan Perilaku Transportasi Publik"
  1. 10. Jangan memegang tangan orang yang nggak di kenal, bukan muhrim dan mahramnya, apalagi Abang supirnya, bahaya hehe

    ReplyDelete
  2. Ratangga, nama dan artinya bagus ya mbak. Semoga ke depannya benar-benar jadi solusi yang bagus buat macetnya ibukota.
    Baca ini saya jadi inget temen saya yang kalau naik bis suka ketiduran terus ngilerπŸ˜‚... Ya Allah...
    Emang kudu bawa masker ato nggak usah tidur aja ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, hihi,,bener banget..jangan sampai penumpang sebelahnya kena ilernya kwkwk

      Delete
  3. Akhhh kalo ak sendiri belum pernah sih ngerasain naik kereta dari jakarta, dan belom pernah juga ke jakarta.. Tapi setelah tau panduan disini jadi bisa antisipasi kalau kesana hhe, makasih infonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, semoga nanti kesampean naik Ratangga ya

      Delete
  4. Namanya unik, Ratangga. Kapan-kapan pengen nyobain kalau ada kesempatan datang ke ibu kota lagi. SSt, siapa tahu GSM bisa sekalian kopdaran di Ratangga, hehehe.

    ReplyDelete
  5. Keren namanya Ratangga, ayoo bunhae kita jalan jalan ke jakarta naik Ratangga
    Tipsnya juga mantap bunmuy, jujur pas naik kereta ada beberapa hal yang saya langgar dari tips itu wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kwkwk, kena tilang deh kamu bun.. :D *emang naik motor kwkwk

      Delete
  6. Saya setuju banget dengan pernyataan yang ada di paragraph awal. Benar mbak, lindungi diri dari energi negatif yang datang dan sebaliknya mari menyebarkan energi positif. Btw, Ratangga moda tranportasi yang keren… terima kasih panduan menaikinya ya mbak...

    ReplyDelete
  7. Ratangga kaya nama apa gitu ya, aneh tapi biasa. Apasih wkwkw. Nanti kalo udah resmi di buka mau ah nyobain, mau norak wkwkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Komenmu terdeteksi tidak nyambung *eh kwkwkwk

      Delete
  8. hahaha musuh paling utama di transportasi umum adalah kena aneka bau2an. entah harus tahan napas sampe berapa lama kalau udah ngadepin hal kayak beginian

    ReplyDelete
  9. Sudah lama tak ke Jakarta..
    Wah dapat info Ratangga dari mb Muyass, jadi kepo deh.
    Makasih tipsnya juga mb.

    ReplyDelete
  10. Wajib menaruh ransel di depan itu penting, tuh. Saya di sering terganggu dengan orang yang bawa tas ransel di belakang. Dianya jaga jarak dengan orang di depan, jadinya bagian belakangnya sempit dan susah dilewati.

    ReplyDelete
  11. Hihi, bener banget, Mbak. Lihat videonya emang jelas ngerepotin banget apalagi ada dua orang yang bawa ransel, yg lewat jadi kejepit..hihi

    ReplyDelete
  12. Setuju mb, hempaskan aura negatif
    Buktikan dengan prestasi 😍
    Ratangga nama yg bagus
    Cuma waktu maaih di Jakarta aja naik kereta, sekarang udah pindah gk pernah lg naik kereta πŸ˜€

    ReplyDelete
  13. Nah, aku juga paling terganggu kalau di tempat ramai ada yang pakai ransel
    Terus orangnya gak ngeh pula jadi grusak-grusuk dan hidung kena bogem ransel πŸ˜‚πŸ˜­ Tapi kalau soal jangan mendengkur pasti susah ya. Soalnya bapakku dimana aja ngorok meski cuma ketiduran sebentar πŸ˜…

    ReplyDelete
  14. namanya di aku kedengaran kayak nama-nama ningrat gitu hehe
    kalo ke Jakarta harus nyobain nih. tapi kapan ya? :o

    ReplyDelete
  15. Ups.. saya tidurnya mendekur. Gimana tu?? Ha.. ha..

    ReplyDelete
  16. Risiko kalo naik transportasi umum emang gitu, ya, ada yang dengkur,, naruh barang seenaknya, dll. Harus sabar pokoknya. Hehe, terimakasih tipsnya mb, kereen.

    ReplyDelete
  17. Baru tau banget Ratangga mba Muyas. Ini beneran menganggu banget yang soal makan, ada yang makan kuwaci coba :'(

    ReplyDelete
  18. Sampe namanya juga indonesia banget..

    ReplyDelete
  19. Jadi tau tentang Ratangga, nih. Walopun kayaknya entah saya kapan ngerasain naiknya :) Tapi hal2 yang disarankan di sini bener semua. Hmm... Yang no.1 sih kayaknya tetep dilakukan kalo di kereta api 'biasa'. Kalo di MRT ternyata tidak disarankan ya. Nice info, Mbak :)

    ReplyDelete
  20. Baru tau bahwa namanya ratangga... akhirnya ya mega proyek ini bisa dinikmati masyarakat Jakarta...

    ReplyDelete
  21. No. 1 ini susah. Wkwkwk..
    Suka laper di tengah perjalanan. Jadi mesti ngunyah.

    ReplyDelete
  22. Hihi..bener juga yah kalau tidur pake masker mulut krn kadang suka cengo liat yang nganga lg tidur... tapi kasihan yah yang suka mendengkur, biasanya bapak-bapak yang suka drum band drngan dengkuran mereka..*eh

    ReplyDelete
  23. Oh, sekarang gerbong KRL dinamai Ratangga ..., unik juga namanya :)

    Aku baca apa saja yang harus dan tidak harus dilakukan sambil senyum,kak ...
    Terutama tidur ngga boleh mendengkur.
    Kan kalau tidur ngga sadar dia dengkur, kak ... xixixi ...

    ReplyDelete

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature

Custom Post  Signature