Top Social

DBD Mengintai di Musim Hujan, Waspada dan Kenali Tanda-tandanya

Foto: Koleksi Pribadi

Musim hujan sudah tiba sejak beberapa bulan yang lalu. Tapi, cuaca kadang tidak menentu, sekarang panas, besok hujan lebat. Bahkan kemarin-kemarin musim hujan seolah enyah begitu saja tanpa pamit, ya.

Di Jakarta, seminggu terakhir hujan mulai mengguyur ibu kota. Kalau sudah musim hujan begini, penyakit yang disebabkan virus seperti common cold gampang banget muncul terutama pada anak-anak. Selain common cold, DBD atau Demam Berdarah Dengue juga ikut mewabah tanpa disadari.

Sebenarnya penyebabnya apa sih? Seperti yang kamu tahu, penyebab DBD ini sebenarnya hanyalah virus. Sayangnya, virus dari Demam Berdarah Dengue tentu berbeda dengan virus penyebab common cold. Nah, supaya kamu lebih paham dan bisa lebih waspada akan penyakit ini, kamu bisa simak ulasannya, ya!

Apa sih Demam Berdarah Dengue itu?
DBD atau Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk. Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit menular yang dulunya biasa disebut break-bone yang disertai dengan nyeri otot sehingga membuat tulang terasa sakit seperti retak.

Demam Berdarah Dengue ini bisa ringan saja atau justru parah. Demam Berdarah Dengue ringan biasanya disertai demam tinggi, nyeri sendi, dan ruam. Walaupun ringan, tetapi tentu saja sakitnya nggak main-main. Itulah yang dialami oleh si sulung yang saat itu berusia 3 tahun. Pada fase demam, bahkan ngangkat tangan saja nggak kuat saking lemasnya. Ngeri sih ngebayangin lagi kejadian itu.

Sedangkan untuk Demam Berdarah Dengue berat atau parah biasanya disertai juga dengan perdarahan hingga kematian. Itulah kenapa jika terkena DBD mau nggak mau memang harus dirawat. Ketika dirawat, ambil darah sehari dua kali. Sampai jari-jari anak saya luka semua karena terlalu sering ambil darah. But, it’s oke. Memang itu cara terbaik yang bisa kami usahakan untuk kesembuhannya. Bukan sesuatu yang berlebihan karena cek trombosit itu penting. Sejak dia dirawat, saya berusaha meminta dokter untuk tetap RUM (Rational use of medicine). Jangan sampai karena panik, anak jadi minum obat-obatan yang nggak perlu seperti antibiotik. Kenapa nggak? Karena DBD penyebabnya bukan bakteri, sehingga minum antibiotik justru akan membuat bakteri baik di dalam tubuhnya mati semua. Rugi banget, kan?

Apa penyebab Demam Berdarah Dengue?

Foto: Pexels.com
Seperti dijelaskan sebelumnya, Demam Berdarah Dengue disebabkan oleh virus yang dibawa oleh nyamuk.Virus ini disebarkan lewat gigitan nyamuk. Perlu diwaspadai juga jangan sampai ada genangan air terutama di saat musim hujan seperti sekarang ini. Karena genangan air yang dibiarkan akan menjadi tempat paling nyaman untuk perkembangbiakan jentik penyebab DBD.

Kalau ada batok kelapa di belakang rumah, coba cek dan buang airnya. Letakkan dalam posisi tengkurap. Kenapa contohnya harus batok kelapa? Karena di kampung tepatnya di rumah ibu banyak banget batok kelapa dibiarkan menampung air. Selain itu, bak mandi harus dikuras rutin supaya nggak ada jentik yang hidup. Saya pribadi sudah pensiun aja pakai bak, karena belum seminggu jentik sudah banyak. Ngeri aja jangan sampai lengah. Jadi, mandi cukup pakai shower saja.



Kalau dulu, si sulung kena DBD nggak di rumah, tetapi di rumah Budhe saya, ketika itu kami memang sering ke sana. Kok tahu bukan di rumah? Karena nggak lama kemudian Pakdhe saya kena DBD juga. Dan di sekitar sana ada beberapa orang juga yang kena.

Virus dengue ini juga ada beberapa macam jenisnya. Termasuk di antaranya adalah virus DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. Nyamuk pembawa beberapa jenis virus ini masuk ke dalam famili Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Kedua jenis nyamuk ini bisa membawa virus penyebab Demam Berdarah Dengue kepada orang dengan gigitannya hingga mampu mentransfer darah orang yang terkena infeksi kepada orang lain. Ngeri banget, ya!

3 fase Demam Berdarah Dengue yang wajib kamu tahu
Ketika seseorang terkena Demam Berdarah Dengue, pasien itu akan mengalami 3 fase yang harus diwaspadai oleh orang-orang di sekitarnya. Hal ini bisa kamu ketahui supaya bisa lebih berhati-hati lagi terutama di musim hujan seperti sekarang di mana sudah banyak sekali orang terkena Demam Berdarah Dengue dan bisa jadi nggak semua dari mereka paham gejala dan ketiga fase yang akan dialami.

1. Fase demam
Fase demam pada Demam Berdarah Dengue sebenarnya bisa dibedakan dengan demam-demam biasa pada umumnya. Untuk demam pada DBD biasanya terjadi tiba-tiba dengan suhu yang tinggi seperti hingga 40’C, mual hebat, dan pasti manteng tinggi serta lemas parah.

Demam ini tentu saja tidak disertai dengan gejala penyakit yang disebabkan oleh virus biasa seperti common cold atau batuk dan pilek. Ya, pastikan nggak ada batuk dan pilek jika memang mencurigai seseorang terkena Demam Berdarah Dengue. Lagipula, demam karena virus batuk pilek (ISPA) bisa naik turun dan terjadi selama 1-2 minggu.

Jadi, kalau anak mengalami demam naik turun dalam waktu cukup lama misal hingga 2 minggu, bisa dipastikan itu bukan Demam Berdarah Dengue. Lalu buat orang awam mungkin bisa jadi susah membedakan, apalagi kadang nggak semua orang juga punya pengukur suhu di rumah sehingga nggak tahu pola demam naik turunnya seperti apa.

Ada baiknya jika seseorang mengalami demam, segera bawa ke dokter jika demam masih berlangsung setelah 72 jam dalam kondisi demam tinggi dan lemas. Pastikan selama di rumah tidak ada tanda gawat darurat seperti kekurangan cairan atau dehidrasi, kejang, sesak napas, dan  kesadaran menurun.

Kenapa harus menunggu selama 72 jam baru dibawa ke dokter? Kenapa nggak lekas-lekas saja supaya bisa segera ditangani? Karena diagnosis dari Demam Berdarah Dengue biasanya susah dilihat sebelum 72 jam. Pada akhirnya penderita Demam Berdarah Dengue harus melakukan cek darah ulang atau malah terlambat ditangani karena sejak awal merasa tidak terkena DBD.

Pemeriksaan lab yang dilihat dari cek darah untuk menentukan seseorang terkena DBD atau tidak adalah penurunan jumlah trombositnya. Paling sering seseorang dicurigai kena DBD karena jumlah trombosit menurun. Padahal, sakit biasa pun trombosit juga bisa turun.

Dan inilah yang terjadi pada pasien anak yang sekamar dengan si sulung dulu. Saya membawa si sulung ke rumah sakit dan langsung cek darah setelah demamnya berlangsung selama 72 jam. Dan ketahuan trombositnya memang menurun. Langsung diminta rawat inap. Jujur saja, saya nggak pernah mau anak rawat inap kalau memang tidak ada indikasi serius. Seperti waktu dia kena kejang demam, saya gigih nolak nggak mau rawat karena memang kondisinya sadar dan mau minum. Nah, saat dokter anak mengatakan harus rawat inap, saya sudah ketakutan duluan nih, takut dokternya nggak RUM aja. Dokter anak yang bukan langganan saya pun mengerti dengan gelagat saya dan mengatakan, jika pun dirawat anak saya hanya perlu infus cairan sebab DBD memang sebabnya virus, nggak ada obat-obat khusus yang terbukti bisa menaikkan trombosit.

Selain dari trombosit menurun yang ketahuan lewat cek darah tersebut, di rumah saya sudah memeriksa anggota badan di sulung yang mulai ruam. Paling kelihatan di bagian kakinya. Anaknya pun lemas bukan main, demam manteng tinggi bahkan pada demam hari pertama dia sempat kejang demam.

Drama banget waktu itu, sedih, nggak tahu mau ngomong apa, sedangkan si sulung hanya diam saking lemasnya. Mau infus saya nangis, bahkan belum masuk ruang rawat saja saya sudah nangis di depan pintu…kwkwk. Belum lagi rumah sakit penuh. Pesan kamar VIP juga penuh waktu itu. Jadi, dapat kamar kelas 1 yang ternyata sebelahnya kosong tapi ada pasiennya. Kan, jadi bertanya siapa di sebelah dan sakit apa?

Ternyata pasien di sebelah kami adalah anak-anak juga yang sama-sama terkena demam berdarah dengue. Hanya saja dia kondisinya lebih parah sehingga harus dibawa ke ICU selama beberapa hari. Ketika dia boleh keluar dari ICU dan kembali ke kamar rawat biasa, saya lihat dia dipasang selang di mana-mana. Hiks. Sedih dan takut ingat anak sendiri yang sebenarnya Alhamdulillah kondisinya semakin membaik meski ada fase yang memang bikin ngeri.

Setelah ngobrol dengan orang tua pasien di sebelah kami, tahulah saya kenapa dia sampai terlambat ditangani. Orang tuanya pun bercerita.

“Ketika demam hari pertama, kami membawa anak kami ke rumah sakit dan langsung cek darah. Katanya semua normal dan kami boleh pulang. Jadi, selama di rumah tentu saja merasa lebih santai karena tahu kalau anak kami tidak terkena DBD. Tapi, kondisinya semakin memburuk sehingga baru dibawa ke rumah sakit pada fase kritis. Sudah terlembat. Ketika sampai di rumah sakit, kondisinya sudah memburuk sehingga harus dirawat di ICU. Mungkin rumah sakit yang pertama kurang bagus sehingga tidak tahu kalau anak saya kena DBD.” katanya. 

Itulah sebabnya kenapa kita juga nggak boleh buru-buru membawa anak ke doker saat demam kecuali ada tanda gawat darurat. Hal seperti itu justru merugikan kita sendiri dan sungguh kasihan anak-anak yang akan trauma jika harus cek darah bolak balik di rumah sakit. Bukan karena rumah sakitnya yang kurang bagus, tetapi waktunya yang kurang tepat.

2. Fase kritis
Nah, seperti saya jelaskan sebelumnya, fase kritis pada Demam Berdarah Dengue ini sering membuat orang terkecoh. Fase kritis ditandai dengan demam yang mulai turun hingga 37’C bahkan hingga suhu normal. Hal ini justru sangat berbahaya jika tidak segera ditangani. Karena itu, bawalah anak yang demam tanpa gejala seperti batuk, pilek, diare pada waktu yang tepat. Jangan terlalu cepat, jangan pula terlambat sebab fase kritis hanya berlangsung tidak lebih dari 24-38 jam saja.

3. Fase penyembuhan
Pada fase ini pasien DBD sudah merasa lebih baik dan tinggal menunggu pulih. Trombosit pun mulai naik lagi. Makan sudah enak, badan sudah tidak nyeri dan lemas. Jika anak-anak, biasanya mereka sudah mau bangun dan bermain lagi.

Pada musim hujan seperti sekarang, pasien DBD semakin meningkat. Entah yang benar-benar terkena DBD atau yang salah diagnosis seperti karena penurunan jumlah trombosit yang sebenarnya masih bisa dikatakan wajar.

Akhir-akhir ini, banyak juga pasien yang mengeluhkan demam tinggi padahal penyebabnya hanya virus batuk dan pilek saja. lalu gimana sih membedakannya? Seperti kemarin yang dialami oleh Dhigdaya, bungsu saya yang demam hingga 39.9’C?

Untuk demam biasa, meskipun tinggi, biasanya ketika demam turun, anak aktif lagi. Jika seperti ini, sebenarnya orang tua nggak perlu khawatir asalkan bisa dipastikan kebutuhan cairannya terpenuhi. Hari ini demam, besok sampai siang turun, malam demam lagi, insya Allah ini bukan tanda dari DBD. Bahkan anak-anak saya sudah beberapa kali demam tinggi hanya pada malam hari saja dan berlangsung lebih dari seminggu.

Tingginya demam tidak selalu menunjukkan bahwa penyakitnya berat. Pastikan saja anak tidak dehidrasi, tidak sesak napas, atau menurun kesadarannya. Sakit itu memang nggak enak, tetapi lebih nggak enak lagi jika harus minum obat atau rawat inap tanpa diagnosis yang benar.

#Day19 #ODOP #Estrilookcommunity

Salam,

8 comments on "DBD Mengintai di Musim Hujan, Waspada dan Kenali Tanda-tandanya"
  1. Aku selalu merasa ngeri dg DBD. Pengalaman pertamaku dg DBD sungguh tidak enak. Saat itu aku masuh SD dan ada kawan sebaya yang juga tetangga, meninggal sebab DBD.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngeri banget ya, Mbak..nggak bisa bayangin sih memang mengerikan banget DBD itu...



      Delete
  2. Harus melakukan pencegahan nih buat meminimalisir. 3M harus jalan

    ReplyDelete
  3. Wah, serem. Harus jaga kebersihan nih, paling tidak mengurangi sarang nyamuk di rumah.

    ReplyDelete
  4. Saya selalu kawatir klo anak saya demam lebih dari 3 hari kawatir kena DBD, ke dokter pun gak bisa langsung dijawab DBD atau nggak karna harus pemeriksaan darah dulu, untungnya anak saya bukan kena penyakit DBD, parno jadinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak..tidak semua demam itu menunjukkan penyakit berbahya sih memang, jadi kita juga harus minimal mengerti alurnya.. :)

      Delete

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature

Custom Post  Signature