Top Social

5 Hal Gila yang Pernah Saya Lakukan di Pesantren, Lucu dan Memalukan



Sebenarnya postingan ini lebih mirip seperti buka aib, ya…haha. Ini adalah tantangan yang saya buat supaya teman saya yang baru ngeblog jadi semangat mengisi blognya. Kami dulu sekolah di almamater yang sama, yakni di Pesantren An-Nur III ‘Murah Banyu’, Bululawang, Malang. Pas pertama ketemu, saya datang terlambat, nggak banyak yang saya kenal karena saya benar-benar nekat sendirian tanpa teman ketika memutuskan masuk pesantren.

Alhamdulillah dipertemukan dengan Tika, pemilik blog nurulfatikah.com. Sekarang, setelah kami sama-sama sudah menikah dan memiliki anak, kami dipertemukan kembali dalam suasana berbeda. Yap! Kami sama-sama suka menulis. Betapa menyenangkannya memiliki teman yang punya passion serupa. Nggak hanya Tika, ada lagi teman satu kamar lainnya yakni Roisya. Saya nggak nyangka, kalau sekarang kami sama-sama suka ngeblog.



Nah, kemarin saya terpikir membuat tantangan, selain untuk mengingat masa-masa indah (dan penuh drama..kwkwk) selama di pesantren, ini juga bisa jadi pelecut semangat supaya kami lebih semangat lagi menulisnya. Jujur saja, saya senang melihat teman-teman saya, yang dulu sebangku, duduk sebelahan, tidur sekamar, makan selantai (iya, kan dulu nggak ada piring, pakai kantong kresek buat alas makan..hihi), gokil bareng, kadang melakukan hal gila yang sekarang bikin ketawa, sekarang bisa berteman seperti dulu lagi. Nah, poin terakhir ini yang mau saya bahas. Mungkin ada beberapa bagian yang harus disensor biar nggak buka-buka aib banget…kwkwk.

Di pesantren itu, kami tidak berbeda dengan remaja lain, kadang kami butuh hiburan, ada suntuk nggak bisa ke mana-mana, nggak bisa sering pulang, nggak bisa ketemu orang tua, maka satu-satunya yang kami punya selain guru, pastilah teman-teman kami. Kadang hubungan kami juga tidak selalu baik, ada kalanya kami saling mendiamkan, manusiawi banget. Tapi, ketika sampai pada titik sekarang, saya sungguh bersyukur bisa bertemu kembali dengan mereka yang pernah menjadi bagian dari sedih dan senang saya.

Dan, inilah saatnya saya membuka aib. Tolong tahan tawa karena bisa jadi postingan ini bikin kamu mual tiba-tiba atau malah ketawa terpingkal-pingkal.

Makan Mie Instan Pakai Air Mentah
Ya, nggak hanya air dingin, air yang biasa kami konsumsi itu adalah air sumur yang belum dimasak. Kadang lumutnya juga ikut masuk. Dan yang paling nggak masuk akal, bahkan sekarang kalau ingat saya geli sendiri, adalah sering makan mie instan pakai air mentah. Setiap hari kami mengambil air dari sumur dengan botol air mineral bekas. Kami selalu menyimpan air minum di kamar, khawatir malam-malam haus. Karena lokasi sumurnya serem juga sih kalau malam.

Makan mie instan pakai air mentah itu dulu enak banget. Di pesantren, kami hanya dapat 2x makan nasi. Jadi, siang hari adalah waktu yang paling bikin lapar dan ngenes. Salah satu cara untuk mengganjal perut sebelum berangkat sekolah formal adalah makan mie instan pakai air dingin. Mencari pemanas air itu susah. Kalau ada yang punya, pasti yang antri banyak banget. Nggak lama, pemanas air itu rusak deh.

Menyetrika Roti Bluder Biar jadi Roti Bakar
Apa? Beneran? Serius, kami di pesantren sering banget menyetrika roti bluder yang biasanya isiannya cokelat. Biasanya sebelum disetrika, kami memberikan alas dan tutup berupa kertas atau buku tulis. Hasilnya, harum banget, lho. Kalau yang ini, sampai sekarang sih kayaknya enak aja dibayangin, berbeda dengan poin nomor satu tadi, ya. Roti yang sudah disetrika itu jadi pipih, tipis, dan yang pasti enak banget deh.

Salah Panggil, Dikira Teman, Nggak Tahunya Pengasuh Pesantren
Hal tergila yang sampai sekarang nggak akan pernah saya lupa adalah memanggil degan suara kenceng pula, sambil ketawa dan bercanda pada pengasuh pesantren. Hiks. Oke, ini sangat gila karena waktu itu saya baru berobat mata, mata saya bukannya bening malah jadi buram banget dan nggak bisa membedakan siapa-siapa. Sedangkan saat itu saya belum terbiasa memakai kacamata.

Kebayang nggak sih wajah saya semerah kepiting rebus saking malunya dan asli takut banget mengingat pesangasuh atau pak Kyai adalah orang yang paling disegani. Jadi sedih kalau ingat, beliau tidak berkomentar, hanya berlalu dan setelahnya saya nggak pernah lupa sampai detik ini.

Bikin Surat Kaleng
Entah apa yang akan teman-teman lakukan jika tahu ternyata surat kaleng yang ada di meja guru dan dibaca merupakan surat kaleng yang saya buat bersama teman-teman saya…haha. Selama di sana, kami suka gemas karena setiap ujian formal, ada teman-teman yang dapat bocoran soal dari santri putra yang masuk di pagi hari. Santri putra ujian duluan, sedangkan kami masuk siang. Nah, ternyata ada santri putra yang dengan sengaja memberikan soal-soal ujian pada teman-teman kami. Entah kejadian ini terjadi berapa lama. Yang jelas, saat kami sendiri yang merasakannya, kami gemas minta ampun.

Akhirnya kami bikin surat itu untuk melaporkan kepada guru kami di pesantren. Sekarang kalau dipikir lucu juga sih. Dan gimana dengan teman-teman sekelas saya yang sekarang sedang membaca dan baru tahu sekarang? Semoga teman-teman memaafkan saya, ya…kwkwk.

Bolos Nggak Ikut Musyawarah
Saat masuk STIKK D1, jujur saja, saya jadi sering bolos ikut musyawarah akbar. Musyawarah ini biasanya diadakan rutin sebulan sekali kalau nggak salah. Akan hadir juga teman-teman sesama santri putri dan juga santri putra. Banyak masalah yang dibahas dan memang saya sering bolos ketika itu. Nggak sendirian, saya juga ditemani mereka yang juga malas datang. Musyawarah akbar ini bukan kelas formal, jadi kalau tidak ingin ikut memang tidak masalah. Hanya saja, ketika sudah masuk STIKK, seharusnya kami lebih aktif.

Masih ingat, ada salah satu ustadz yang suka berkeliling dan menyuruh santri ikut. Sambil bawa tongkat, sedangkan kami meringkuk di dalam kamar. Bunyi tongkat yang nyaring dan semakin dekat bikin kami merinding…kwkwk. Gorden kamar ditutup rapat. Lampu dimatikan dan yang pasti, sandal dibawa masuk dimasukkan ke dalam ember supaya tidak ada yang curiga…haha. Astagah, ini benar-benar momen tak terlupakan dan bikin ngakak sih.

Udah, kira-kira itu saja yang bisa saya buka. Jangan banyak-banyak, nanti malu…haha. Yuk, ah ikutan ceritakan apa hal tergila yang pernah kamu lakukan di pesantren? Jangan sampai kamu simpan sendiri, biar nggak jadi bisul…hihi. Yuk, ah ketawa bareng, Alhamdulillah saya beruntung bisa bertemu kembali dengan teman-teman di pesantren. Semoga kalian memaafkan khilaf dan salah saya selama ini :) 

Salam,

12 comments on "5 Hal Gila yang Pernah Saya Lakukan di Pesantren, Lucu dan Memalukan"
  1. Justru kelakuan iseng yg gk kt sadari jd kenangan yg lucu dn indah mba. 😀😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, bener sekali, Mbak..itu bikin kenangan tersendiri...


      Delete
  2. Tunggu, tunggu, makan mie instan pakai air mentah/air dingin? kok nggk kebayang ya? haha gokil nih xD
    Asli nggk kebayang, kan mie instan jadi lembut kalau direbus atau diseduh air panas gitu.. mohon penjelasan utk saya yg kurang update ini xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, nggak kebayang, ya...

      jadi mienya di remukkan di dalam bungkusnya, masukkan bumbunya, terus kasih air dingin mentah pula. Diamkan saja sampai mienya agak lembek. Airnya sih dikit aja hihi

      Delete
  3. Hiihii...ngebayangin mbak makan roti hasil strikaan....!!!

    ReplyDelete
  4. wah, keren dan seru juga pengalamannya selama dipesantren

    ReplyDelete
  5. Eeeh...trnyata qt pernh kyk gitu, ya? Deuuh..mie instan segeer,,favorit bgt..hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, kirain ini komen siapa sih, nggak tahunya sodara sendiri...hihi

      Delete
  6. Ternyata beneran ada yg menyetrika roti dan berharap jadi roti bakar? hehehe lucu banget ya, pengalaman tak terlupakan pasti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, iya, Mbak..zaman dulu malah g pernah tahu rasa roti bakar sesungguhnya spt apa lho... :D

      Delete

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature

Custom Post  Signature