Top Social

- Bermimpi, Menulis, Berbagi -

Menantang Diri Sendiri, Bertahan Tiga Hari Tanpa Internet



Apa kabar hidup kita tanpa internet? Ternyata tidak terlalu buruk, lho. Benar, tidak terlalu buruk sebab saya menikmatinya. Tapi, beberapa target akhirnya terbengkalai. Sedih, sih. Tapi, jika benar-benar ingin istirahat dan mengambil jeda, cara satu ini sangat membantu dan cukup berhasil menghilangkan penat.

Jumat, tepatnya tanggal 23 November kemarin saya ada acara kumpul keluarga besar di villa Medco Mega Mendung. Acara seperti ini memang sering diadakan karena ada kerabat yang dapat fasilitas dari Medco, tetapi, bedanya tahun ini menjadi spesial karena semua keluarga besar turut datang, baik dari Malang, Samarinda, dan Jogja.

Sebelum berangkat, saya sudah berpikir bahwa saya akan berlibur. Jadi, saya sengaja tidak membawa laptop seperti biasanya, tidak pula berniat menyalakan internet selama ada di puncak. Nah, supaya semua bisa berjalan baik, tugas menerbitkan artikel di Estrilook sudah saya jadwalkan hingga saya kembali hari Minggu. Yang akhirnya ditinggal adalah mengisi challenge dari Blogger Perempuan, yang rencananya bakal saya isi penuh, namun sayang akhirnya malah saya menyerah karena tidak bisa memaksakan diri menulis di puncak walaupun sebenarnya saya bisa lakukan saat anak-anak telah tidur.

Lalu apa kabar hidup saya selama liburan di puncak tanpa menyentuh handphone? Alhamdulillah, semua baik-baik saja. Justru saya sangat menikmati liburan itu. Sepertinya saya sangat dan sangat lelah sehingga merasa perlu mengambil jeda. Lelah bukan fisik benar-benar membuat hidup rasanya tidak keruan. Dan memutuskan benar-benar berlibur dan menikmati kebersamaan menjadi salah satu solusi yang tepat.

Apa Saja yang Saya Lakukan di Puncak?

Ngapain aja di sana? Sedangkan yang lain masih sesekali pegang handphone? Hari pertama cukup dengan main-main bersama anak-anak, menjaga si bungsu yang sempat nyebur kolam, dan akhirnya jadi prioritas buat dijagain..hihi. Belum lagi halaman yang cukup menurun bahkan tersusun beberapa anak tangga di bawahnya, membuat saya ragu meninggalkan anak-anak, takut aja pas lari-larian terus tergelincir. Padahal semua baik-baik saja, kok. Bawaan emaknya aja yang baperan lihat mereka heboh lari ke sana kemari.

Hari kedua mulai lebih seru. Sore hari kami siap-siap memakai seragam dan mengambil gambar. Selepas berpose ala senyum ‘Kecoa’ haha, akhirnya permainan dimulai. Seru banget main game bersama yang lain. Banyak hal lucu yang bikin ngakak, tak terduga, dan ya Allah heboh banget. Tertawa lepas, melupakan penat, dan benar-benar fokus sama apa yang ada di depan mata membuat semua jadi lebih menyenangkan.

Game bahkan masih dilanjutkan hingga malam hari sebelum Maghrib. Game tebak gambar dan tebak gaya cukup bikin ngakak parah karena semua konyol banget. Dan pada akhirnya, dua hari tidak menyentuh handphone bukan jadi masalah berarti, lho. Rasanya semua jadi sangat dan sangat menyenangkan pada saat itu.



Apa Manfaat Mengambil Jeda Tanpa Bermain Handphone?

Apa gunanya, sih nggak main handphone selama beberapa hari? Gunanya banyak banget meskipun ini hanya tentang apa yang saya lakukan dan rasakan selama beberapa hari kemarin.

1. Liburan Menjadi Lebih Menyenangkan Karena Fokus Tidak Terpecah dengan Hal Lain

Bisa saja ketika membuka handphone, notifikasi yang kurang penting ikut menyita pikiran kita selama liburan. Nah, karena itu, menonaktifkan internet beberapa saat tidak jadi masalah bahkan membuat liburan benar-benar berasa liburan. Jika ada panggilan darurat bisa lewat telepon, jadi tidak perlu khawatir, ‘kan?

2. Lebih Peka pada Lingkungan Sekitar

Ini menjadi salah satu alasan yang cukup mendasar. Karena saat kita mengaktifkan internet, yang jauh memang jadi terasa dekat, tetapi yang dekat justru terasa lebih jauh. Sering lihat ada anak memanggil orang tuanya, bercerita, tetapi orang tuanya malah lebih sibuk dengan handphone-nya? Hm, hal seperti ini juga saya rasain. Meski telah berkomitmen prioritas adalah anak-anak, tetapi kadang saya masih sering abai sehingga nggak sadar mereka sampai memanggil dua kali karena saya sedang sibuk membalas chat teman atau email.

3. Bonding

Kapan lagi mau menjalin ikatan erat bersama anak-anak? Dalam keseharian, meskipun tinggal di rumah, saya seringkali kerepotan membagi waktu dengan anak-anak karena waktu saya juga tidak selalu bisa menemani mereka bermain. Saya harus mencuci, ngepel, setrika yang bahkan sering numpuk..hehe, harus memasak. Nah, selama saya mengerjakan semua itu, anak-anak di dekat saya, bermain, kadang membantu, tetapi kami tidak pernah sampai sesenggang ini sebelumnya. Ketika pergi berlibur, saya tidak terbebani dengan kerjaan rumah, hanya menemani mereka saja seharian sampai besoknya lagi.

Ternyata semua tetap baik-baik saja, lho. Kamu mau mencobanya? Setelah sampai di rumah, notifikasi dari whatsapp pun penuh. Ketinggalan berita jadi risikonya. Tapi, semua tetap menyenangkan bahkan saya ketagihan andai saya tidak punya kewajiban mengurus website dan komunitas. Mimpi kali mau kabur ke pantai? Haha.

4 comments on "Menantang Diri Sendiri, Bertahan Tiga Hari Tanpa Internet"
  1. Kok bisa ya mbak sampai tiga hari nggak internetan, saya kpn sih ya berani nyoba? Hehehe

    ReplyDelete
  2. sampe sebegituhnya hidup kita jaman NOW ya....egala nangtangin diri sendiri...aneh juga sih....jaman dulu mah kalau mau nangtangin teh biasanya nagtangin tetangga berantem....bukan nangtang diri sendiri...hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha..ngerilah ngapain ngajak orang berantem :D

      Delete

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature

Custom Post  Signature