Top Social

- Bermimpi, Menulis, Berbagi -

Bahaya Memuji dan Penyakit yang Ditimbulkannya


“Celaka engkau, engkau telah memotong leher temanmu (berulang kali beliau mengucapkan perkataan itu). Jika salah seorang di antara kalian terpaksa/harus memuji, maka ucapkanlah, ”’Saya kira si fulan demikian kondisinya.” -Jika dia menganggapnya demikian-. Adapun yang mengetahui kondisi sebenarnya adalah Allah dan  janganlah mensucikan seorang di hadapan Allah.” (Shahih Bukhari)
Pasti kamu tidak asing dengan kata pujian. Memuji orang lain adalah hal yang lumrah kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Tapi, tahukah kamu ternyata memuji itu tidak sebaik kedengarannya? Bahkan Rasulullah saw memerintahkan melemparkan pasir kepada wajah orang yang memuji, saking nggak baiknya kebiasaan satu ini.
Di dalam Islam, orang yang memuji orang di hadapannya diibaratkan sama dengan menyembelihnya. Padahal selama ini kita sering banget memuji orang yang kita anggap baik, menginsipirasi, dan pastinya bikin kita kagum. Karena kalimat pujian seolah layak sekali kita ucapkan.
'Ain itu tidak hanya akan membuat seseorang menjadi sakit tanpa sebab, tetapi juga mampu merusak benda, bahkan meruntuhkan gedung. Subhanallah, ngeri banget, ‘kan? Walaupun orang yang memuji kita tidak berniat buruk, tetap saja 'ain bisa muncul. Karena itu, mulai sekarang sebaiknya kurangi memuji orang lain, terutama orang-orang yang kita sayangi, jangan sampai terkena penyakit 'ain yang membahayakan.

Apakah Penyakit 'Ain Itu?

Penyakit ‘ain merupakan penyakit yang bisa menjangkiti badan maupun jiwa seseorang disebabkan oleh adanya pandangan mata dari orang yang dengki bahkan kagum sekalipun, sehingga dimanfaatkan oleh setan untuk menimbulkan penyakit pada seseorang.
Orang yang kena penyakit ‘ain ini susah banget obatnya, lho. Kadang tiba-tiba mereka demam tanpa sebab, bisa juga sakit yang tidak bisa dijelaskan secara medis. Yang lebih susah, ketika si sakit tidak menyadari jika dirinya kena penyakit ‘ain atau bahkan tidak bisa menerka dari siapa dia mendapatkan penyakit itu.
Seorang ustadz pernah berkisah tentang salah satu jamaahnya yang terkena penyakit ‘ain. Beliau adalah seorang ibu muda dan baru saja melahirkan. Tepat di depan rumahnya, tinggal keluarga lain yang juga baru memiliki buah hati. Suatu saat, tetangganya harus berobat ke rumah sakit, karena itu dia menitipkan bayinya pada ibu muda ini. Karena usia bayinya sama, dan dia pun menyusui, maka dia meminta izin pada tetangganya untuk menyusui bayi itu ketika menangis (sehingga kedua bayi itu menjadi saudara sesusuan).
Saat bayinya menangis, qadarallah bayi tetangganya pun ikut menangis. Dia pun terpaksa menyusuinya sekaligus. Kebayang gimana repotnya. Tak lama berselang, ada tetangga lain lewat dan melihat ibu muda ini menyusui dua bayi sekaligus. Terlontarlah pujian pada saat itu, “Hebat banget bisa menyusui dua bayi!”
Tak lama berselang, ibu mudah ini tiba-tiba saja lumpuh, nggak bisa ngapa-ngapain, lho. Duh, kebayang kagetnya. Karena sudah paham dan mengerti ilmu agam, dia pun mengingat apa yang sebelumnya terjadi. Suaminya pun kemudian memanggil tetangganya yang memuji tadi, menyuruhnya berwudhu dan meminta air wudhunya ditampung di dalam wadah untuk kemudian diguyurkan kepada ibu muda yang terkena penyakit ‘ain tadi. Berkat izin Allah, ibu ini pun sembuh dari sakitnya yang tiba-tiba.
Subhanallah, ngeri banget, ya? Dan ‘ain itu juga bisa terjadi lewat khayalan orang buta, nggak melulu melihat langsung. Karenanya, foto-foto yang di-upload di sosial media dan video pun tak luput dari penyakit ini. Kalau dulu, saya terbiasa menyimpan foto keluarga di sosial media, sekarang benar-benar tidak berani, terutama anak-anak kita. Kita tak pernah tahu siapa saja yang akan melihatnya. Nggak pernah tahu siapa saja yang punya pandangan dengki kepada kita, bahkan sekadar takjub bisa juga kena.

Apa yang Bisa Dilakukan Untuk Menangkal dan Menyembuhkan Penyakit ‘Ain?

Jika kamu hendak memuji, jangan lupa ucapkan Masya Allah, begitu juga ketika kamu mendapatkan pujian. Jika seperti ini tak mengapa. Anak kecil yang dapat pujian juga bisa terkena penyakit ‘ain. Karenanya ketika ada orang memujinya, katakanlah Masya Allah. Ajarkan dia juga untuk mengucapkan kalimat yang sama setiap kali dipuji orang.
Jika dia belum memahami dan menerapkan, lalukan ruqyah syari dengan membaca surat Al-Fatihah, surat Al-Ikhlas sebanyak 3x, surat Al-Falaq sebanyak 3x, surat An-Naas sebanyak 3x, kemudian jangan lupa baca 2 ayat terakhir surat Al-Baqarah, dan ayat kursi. Kemudian tiupkan pada kepala mereka sebelum keluar rumah.
Tidak hanya itu, orang tua yang sering membanggakan anak-anaknya di depan orang lain juga bisa menyebabkan ‘ain pada keluarganya sendiri. Hal ini justru lebih susah diterka karena itu keluarganya sendiri. Karena itu, jangan terlalu sering memuji anak-anak di depan orang lain, tak lupa selalu ucapkan juga Masya Allah. 
Saat pergi ke Turki, setiap orang Turki yang kami temui, baik pedagang atau orang yang kebetulan bertemu di tempat wisata sering dibuat gemas sama anak-anak, mereka nggak bilang apa-apa selain Masya Allah berkali-kali sambil nyubitin pipi di kecil. Rasanya itu berbeda banget dengan kita di sini. Butuh membiasakan diri saja karena ternyata efeknya tidak ringan.
Jika tahu siapa pelaku ain, bolehlah kita memintanya berwudhu dan menampung airnya untuk diguyurkan atau dibuat mandi, tetapi jika tidak, kamu bisa melakukan ruqyah pada orang yang kena penyakit ini.
“’Ain bukan hanya lewat jalan melihat. Bahkan orang buta sekali pun bisa membayangkan sesuatu lalu ia bisa memberikan pengaruh ‘ain meskipun ia tidak melihat. Banyak kasus yang terjadi yang menunjukkan bahwa ‘ain bisa menimpa seseorang hanya lewat khayalan tanpa melihat.”Zaadul Ma’ad (4: 153)
Sekilas rasanya itu cuma hayalan saja, ya? Tetapi, nyatanya banyak hadits yang berkaitan dengan ini. Saat ini, yang benar-benar saya coba untuk hindari adalah memajang foto di sosial media. Itulah kenapa saya jarang banget berkisah tentang anak-anak meskipun di blog pribadi, apalagi sampai mengunggah foto mereka, semua itu saya lakukan supaya terhindar dari penyakit ‘ain. Semoga Allah senantiasa melindungi kita dari 'ain. Aamiin.
4 comments on "Bahaya Memuji dan Penyakit yang Ditimbulkannya"
  1. Mba kayaknya aku pernah baca deh kisah diatas dininternet, saking mirip2 aku jadi meragukan referensi penyakit ain, memang pujian itu racun tapi selain pujian haters juga suka memaki mati2an. Kembali ke niat sih mba, sharing bukan pamer heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk dalil-dalinya semua insya Allah shahih, Mbak. Jika ragu dengan kebenaran dalilnya, bisa cek website yang sunnah dan shahih seperti rumaysho atau yufid. Saya yakin, jarang sekali ada yang niat pamer, Mbak. Ain ini bukan tentang niat kita, tetapi akibat pandangan dengki atau rasa takjub dari orang lain.

      Delete
  2. Ngeriii sampe segitunya ya... Alhamdulillah jadi tahu.. Pantesan bunMuy jadi sering bilang MasyaAllah pas di WAG ya... Makasih info dan pengetahuannya mbak...

    ReplyDelete

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature

Custom Post  Signature