Sekelumit Kisah di Balik Pembuatan Website Estrilook, Proses yang Tak Pernah Mudah



Alhamdulillah, setelah menyelesaikan beberapa artikel, akhirnya menyempatkan diri menuliskan kisah di balik pembuatan website Estrilook.com yang insya Allah akan launching malam nanti. Yap! Ini sudah pukul 00.30 WIB, dan saya masih melek aja? Hihi. Ngantuk banget sebenarnya, tapi kayaknya masih pengen menulis beberapa baris sebelum memutuskan rehat nanti.

Foto: Endo Putra

Filosofi nama Estrilook
Filosofi pembuatan nama Estrilook sebenarnya memang nggak rumit banget. Ya, nyari nama buat website itu memang gampang-gampang susah, ya. Kayaknya simpel, mudah, eh nyatanya pas waktunya udah harus bikin malah mentok nggak ada ide. Atau ada ide tapi kok kayaknya nggak klik di hati, ya?

Saat membuat Estrilook, saya tidak sendiri. Jelas banget, kalau sendiri mana mungkin website ini jadi seperti sekarang? No, saya belum secanggih itu…he. Estrilook merupakan nama yang diambil dari bahasa Jawa. Estri itu dari bahasa Jawa yang artinya wanita. Sempat salah paham begitu lama, karena saya orang Jawa blasteran Madura, mengira Estri itu artinya istri. Pengen ketawa kalau ingat, betapa nggak pinternya saya ini…he.

Jadi, Estrilook merupakan website yang menyajikan konten inspiratif yang ditulis dari sudut pandang seorang wanita. Nama ini sebenarnya nggak sengaja juga ketemu. Dan ketika sudah dapat, rasanya klik banget dan enak didengar saat itu. Dan jadilah saya memilih Estrilook ini sebagai nama website yang sekarang coba saya bangun dari nol.

Kenapa pengen bikin website?

Foto: Pexels.com

Dulu, ada salah seorang teman yang sama-sama suka menulis, dia mengatakan pada saya bahwa dia pengen banget saya bikin website, supaya dia juga bisa menulis di sana, bisa ikut belajar. Dan kalimat itu memang sempat membuat saya pengen juga mewujudkan, secara mungkin masih banyak yang belum bisa menulis dengan baik, pengen dibantu atau didukung. Tapi itu tidak berlangsung lama. Ya, keinginan itu akhirnya menguap dan saya merasa itu mimpi di siang bolong yang mustahil diwujudkan.

Tapi, takdir Allah siapa yang tahu, ya? Awalnya mas atau suami saya sempat kesel karena saya belakangan lebih asyik nulis artikel, sempat nyindir, katanya mau nulis buku? Terus kenapa jadi nulis artikel terus? Haha. Itu rasanya nusuk banget, sampai ke ulu hati, lho kalau dikatain pasangan…kwkwk.

Tapi, nggak tahu kenapa justru mas sendiri yang tiba-tiba mendukung, nyuruh bikin website, bahkan sampai bilang pengen ikutan bisa. Secara mas orang teknik, mana tahu soal coding..hihi. Urusin aja trafo, ya? Ini aneh banget sebenarnya. Bahkan sampai sekarang masih nggak percaya kenapa mas tiba-tiba pengen saya bikin website ini. Karena nggak pengen ngecewain, lagian mas mendukung, akhirnya bulan Agustus saya mulai mempersiapkan semuanya. Padahal bulan Agustus saya ikut banyak banget kelas menulis, bahkan kelas menggambar. Bisa dibayangkan betapa tidak fokusnya saya saat itu.

Domain Estrilook sempat terjual dan bikin panik

Foto: Pexels.com

Ini mungkin salah satu yang tak bisa saya lupakan. Waktu training website ini berlangsung, kami diminta membeli domain sesuai keinginan. Nama Estrilook ini sudah lama saya incar. Kecewa banget pas mau dibeli ternyata udah nggak tersedia. Itu asli langsung bikin saya nggak mood banget buat melanjutkan. Mas yang tahu jadi ikutan kesal kenapa kok nggak lekas dibeli aja kemarin?

Dan sampai training berakhir, saya masih malas nyari nama baru. Sekitar pukul 1 malam, ketika saya cek, ternyata nama itu muncul lagi dan bisa segera dibeli. Girang banget, kan? Masalahnya, mentornya nggak bisa juga langsung membeli domain itu karena harus menunggu peserta lain. Biar sekaligus.

Siangnya, tanpa diduga, mas udah beli domain itu dong..haha. Sempat merasa bikin repot banget, tetapi saya sadar alasannya itu karena nggak mau lihat saya kecewa seperti malam ketika domain itu tiba-tiba tidak tersedia. Dan saya harus bilang, terima kasih banyak!

Sempat stres, pengen nyerah, dan ngerasa gagal banget

Foto: Pexels.com

Ternyata bikin website dari nol itu nggak mudah banget. Sangat tidak mudah buat saya yang gaptek pake banget. Saya hanya lulusan pesantren yang dulunya nggak mahir pegang komputer. Mata pelajaran paling menyebalkan. Dan sekarang, saya harus bikin website dari nol?

Sempat stres, nangis malam-malam sendirian di pojokan. Saya nggak akan malu mengakui ini karena saya memang nggak sekuat apa, rasanya ini susah banget buat saya. Ini nggak pernah jadi mudah meskipun yang ngajarin udah jungkir balik. Tetap aja susah dipahami. Suntuk juga karena kadang harus training sampai jam 2 malam. Sempat keteteran secara saya juga harus mengerjakan naskah antologi bersama teman-teman, tugas kelas menulis menunggu, kelas menggambar ternyata juga banyak tugas, dan rutinitas harian saya mengisi artikel di dua media gimana? Saat itu rasanya nggak bisa menikmati hidup. Sempat pengen nyerah, udahlah nggak usah dibuat, capek! Tapi, jadi nggak tega kalau ingat ada yang pengen, ada yang capek-capek membantu. Dan akhirnya kadang berusaha memberikan semangat pada diri sendiri, udahlah jalanin aja. Mungkin saya terlalu banyak mengeluh, tetapi yang sekarang saya keluhkan bisa jadi ini impian orang yang belum terwujud. Dan akhirnya saya berusaha meneruskan kembali meski sambil berdarah-darah dalam prosesnya.

Estrilook pengen bantu teman-teman yang hobi menulis, buat dapat penghasilan dan mewujudkan impian

Foto: Pexels.com

Saya nggak muluk-muluk, setelah website ini ada, saya pengen setiap orang yang mengisi Estrilook bisa dapat penghasilan meskipun tidak terbilang besar. Estrilook ini baru lahir, belum ada iklan atau sponsor. Kami mulai dari nol, tetapi kami siap membayar penulis yang ingin bergabung. Bukan hanya itu, saya harap Estrilook bisa jadi tempat belajar bagi teman-teman yang belum punya kesempatan untuk itu.

Sekarang memang banyak banget kelas menulis, tetapi nggak semua orang mampu masuk kelas karena terkendala biaya. Sedangkan saya, meskipun ilmunya pas-pasan, tetapi pengalaman ikut kelas menulis yang lumayan banyak setidaknya bisa dibagi bersama yang lain. Meskipun nggak akan sebaik mentor menulis saya, tetapi sedikit saya pengen membagikan apa yang telah saya terima kepada yang lain. Tawaran buka kelas sendiri memang ada, tetapi saya masih merasa belum pantas untuk itu. Masih ngerasa, siapa saya? Jadi, ide baik jika saya sharing di Estrilook Community saja.

Karena itu, saya menyampaikan juga pada teman-teman yang sudah jadi kontributor Estrilook, bahwa kami siap mengoreksi kesalahan, nggak langsung tolak dan buang artikel yang masuk. Meskipun ini akan sedikit merepotkan, tetapi saya mencoba melakukannya.

Jadi, ketika ada artikel masuk, jika memang sesuai sama Estrilook, tetapi masih kurang benar penulisannya, kami akan meminta penulis untuk merevisi dan kami akan menerbitkan, diterbitkan tanpa revisi jika memang memenuhi, atau ditolak dengan berbagai macam masukan. Nah, selama beberapa hari ini sudah ada yang menerima masukan itu dan telah memperbaikinya. Dan saya senang ternyata teman-teman justru antusias banget buat membenahi tulisannya. Salut.

Estrilook juga pengen mewujudkan impian para kontributor yang pengen banget punya buku sendiri. Kapan-kapan pengen bikin antologi bersama. Insya Allah ini rencana yang akan diwujudkan selain training menulis gratis. Banyak banget, ya pengennya? Semoga Allah mudahkan jalannya, insya Allah.

Orang-orang yang berjasa mewujudkan Estrilook

Foto: Pexels.com

Suami saya, meskipun nyatanya tidak pernah membantu apalagi ngajarin, tetapi dialah yang paling mendukung. Saya sadar, pekerjaannya di kantor juga udah banyak dan bikin suntuk, jadi kalau harus ditambah ngurus ini juga, apa kabar hidupmu, Mas? Haha. Jadi, biar Estri aja yang berdarah-darah karena susah nyambung..hihi.

Btw, terima kasih banyak. Meskipun sempat nggak percaya diri, ngapain saya bikin website, tetapi kadang seseorang juga perlu bikin target, kan? Setelah berhasil mencapai target di beberapa media, saya berpikir sudah saatnya naik kelas. Yap! Nggak baik berada dalam zona nyaman terus menerus, waktunya bikin tantangan baru. Aslinya sih saya nggak seberani itu, tapi, kan sudah terlanjur basah, jadi apa salahnya sekalian terjun, kan?

Saya juga harus berterima kasih kepada mentor training website ini. Saya dibantu oleh founder Takaitu.com saat membuat Estrilook. Itulah kenapa Estrilook begitu miripnya dengan Takaitu.

Dan teman-teman saya, yang mau membantu dengan tulus, buat membangun website ini dari nol. Yang sampai nggak mau dibayar kecuali sampai Estrilook menghasilkan, yang bantu mengisi di awal kemarin, ketika saya benar-benar butuh artikel buat ngisi. Bikin tim itu nggak mudah, yang mau berjuang dari nol, yang siap berdarah-darah bareng, nggak mudah banget. Kalau udah sukses, semua datang itu wajar, tapi ketika belum jelas apa yang didapat tapi mau ikut berjuang, itu jarang! Dan mungkin saya cukup beruntung, meskipun nggak bertemu banyak, tetapi saya bisa memiliki sedikit di antaranya.


Siapa sangka, ternyata website manis ini sudah siap lahir mengawali bulan September

Foto: Pexels.com

Rencananya nanti malam saya akan launching website ini. Meskipun belum semuanya siap, ada beberapa yang perlu dibenahi, aplikasi juga belum dibuat, tetapi sembilan puluh persen ia sudah siap lahir. Paling tinggal merapikan sedikit saja, tapi semua penulis sudah bisa daftar sebagai kontributor dan mulai menulis.

Sebelum launching saya sempat mengenalkan Estrilook.com di Dunia Nulis#15, saat itu saya sedang sharing dengan tema ‘1000$ Pertama dari Menulis Artikel’ dan siapa sangka sambutannya lumayan hangat. Setelah itu saya langsung membuat WAG, dan sekarang sudah ada 70an penulis terdaftar di website. Wah, ini cukup bikin tercengang juga.

Selama bulan Agustus, saya harus kejar-kejaran mengerjakan tugas kelas menulis, merampungkan dan menerbitkan artikel di Estrilook, menata hati dan perasaan yang kadang tiba-tiba aja down, nggak pengen melanjutkan, ada aja. Tapi, ini sudah bulan September, kemarin sempat pengen banget Agustus berganti September karena saya mulai lelah pake banget. Dan hari ini sudah berganti, dimulai hujan rintik di pagi hari. Semoga ini adalah awal yang baik untuk memulai semuanya. Bismillah.

Dan itulah sedikit yang nyatanya banyak banget kisah di balik pembuatan Estrilook, padahal udah disingkat…he. Semoga bisa bermanfaat dan menginspirasi teman-teman semua. Jangan berhenti berjuang, selama belum ada kata menyerah, insya Allah semua masih bisa diwujudkan. Keep strong, Muyass! Kamu pasti bisa…hehe.

26 comments:

  1. Mbaaaak, keren banget engkau.Lupa, temenan di SP apa wonderland ya...berasa ngerti banget dari awal hingga kini.Bakatmu hebaat.
    Selamaaat ya,
    www.imangsimple.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Mba..masya Allah tabarakallah, kayaknya kita kenal di wonderland yaaa

      Delete
  2. Keren bunmuy..... Makasih sdh mewujudkan harapan teman teman yang ingin menulis

    ReplyDelete
  3. wah.. selamat atas launching web terbarunya, semoga makin semangat menulis hal-hal baru..

    ReplyDelete
  4. Terima kasih sudah di ijin kan gabung ke estrilook, maafkan yang masih belum bisa menyetorkan tulisan, sukses terus buat estrilook

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2, Mba..santai, Mba...kita belajar pelan-pelan yaa

      Delete
  5. Selamat ya Mbak. Sukses selalu untuk Estrilook

    ReplyDelete
  6. Terharu,akhirnya bisa terujud walau ga percaya diri pas pertama. Saya bangga dgnmu mb. Semoga jdi ladang amal

    ReplyDelete
  7. Selamat dan sukses ya mb. Saya doa selalu.

    ReplyDelete
  8. Keren mbak... saya juga pingin nulis artikel sekeren mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk, Mba...sy mah belum apa2, semua bisa lebih baik..

      Delete
  9. Wah ... good luck, ya. Tadi sudah sempat mengintip website estrilook. Keren banget.

    ReplyDelete
  10. Barakallah mbak Muyas...
    Niat baik disertai usaha dan tekad kuat.. Semua tak akan pernah sia-sia. Semoga semua berjalan lancar sesuai keinginan. Saya ikut senang dan bangga������

    ReplyDelete
  11. Keren banget, sukses ya mba btw klo di Sunda Istri itu artinya perempuan hihi klo ada job kabar kabari dong๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi..aamiin.terima kasih, Mbak..oke siaap

      Delete
  12. Kak Muyass ..., aku mau bilang kalo kak Muyass kereeen ๐Ÿ‘.
    Selamat dan sukses ya buat web Estrilook.

    Nantinya di Estrilook hanya wanita saja yang diperbolehkan ikut berpartisipasi menulis, kak ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Mas..

      Sebenarnya di estrilook itu nggak mengkhususkan buat cewek, sih karena ada kategori traveling yang bisa diisi siapa aja. Tapi memang kenyataannya seluruh penulis yang jumlahnya udah 120an lebih adalah cewek semua :D

      Delete
  13. waaa selamat mbak
    semoga sukses buat web barunya
    elegan banget dan mewakili perempuan

    ReplyDelete