Dua Menu yang Harus Ada Saat Lebaran Iduladha


Selamat Hari Raya Iduladha buat teman-teman yang merayakan...

Alhamdulillah, tahun ini masih diberi kesempatan menikmati lebaran Iduladha bersama keluarga tercinta. Seperti biasa masih di Jakarta, Iduladha tidak pernah pulang mudik karena memang hari liburnya cukup singkat. Dan tahun ini, lebaran tidak bersamaan. Ada yang mulai salat id hari Selasa, ada juga yang memilih hari Rabu.

Tahun ini enggak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Lebaran Iduladha tetap hangat dan meriah meskipun enggak bisa berkumpul dengan orang tua di kampung halaman. Di tempat saya tinggal, menyembelih hewan kurban tidak pernah sedikit jumlahnya. Tahun ini ada setidaknya empat belas ekor sapi disembelih di masjid dekat rumah, dan belasan kambing yang merupakan kurban dari warga sekitar.

Kenapa bisa sampai sebanyak itu jumlahnya dan selalu begitu setiap tahun? Saya cukup senang dengan apa yang dilakukan oleh panitia kurban. Mereka niat banget ngajakin warga untuk berkurban hampir setiap tahun. Caranya? Setiap warna yang ingin dan merasa mampu, bisa ikut menabung. Setiap bulan panitia kurban akan menarik tabungan yang ketika dijumlahkan setelah sepuluh bulan setara dengan satu hewan kurban. Di sini biasanya kami ambil sapi. Seekor sapi untuk tujuh orang. Dalam sepuluh bulan akan terkumpul sekitar 3 juta untuk setiap orang yang mau berkurban. Dan cara seperti ini ternyata cukup efektif mengingat rasanya enggak berat berkurban sambil menabung, ‘kan? Enggak terasa. Karena itulah, setiap tahun jumlah sapi di masjid yang dijadikan kurban selalu banyak dan dagingnya merata dibagikan kepada semua warga sekitar hingga ke kampung-kampung dekat rumah.

Dan tahun ini, seperti biasa, saya harus mengolah daging sapi dan kambing yang jumlahnya enggak sedikit menjadi menu yang disukai orang rumah. Tahun ini kami enggak bakar sate. Suami yang jadi panitia baru pulang hampir Magrib, udah capek banget ngelihatnya. Jadi, saya putuskan daing kambingnya diolah menjadi nasi goreng kambing ala Kebon Sirih. Memang sudah lumayan larut masaknya, plus saya terlalu semangat masukin cabai rawit jadinya kepedesan…kwkwk.




Dan ini resep nasi goreng kambing ala Kebon Sirih yang saya adopsi dari resepnya Ci Xander Kitchen. 

Bahan:
3 piring nasi
350 gram daging kambing atau sapi
1 batang kecil kayu manis
1-2sdm bubuk kari

Bumbu, haluskan:
8 siung bawang merah
4 siung bawang putih
1/2 sdt jintan (sy skip karena kosong)
1 sdm ketumbar
2 buah kapulaga (sy skip sedang kosong)
5 buah cengkeh
1 sdt merica
Sedikit kecap manis (Sesuai selera)
Secukupnya gula dan garam
Sedikit air
3 cabe rawit merah (jika suka)
1 buah pekak (tambahan dari sy jika ada)

Cara membuat:
1. Tumis bumbu halus sampai wangi. Masukkan bubuk kari. Masukkan daging kambing dan aduk-aduk hingga rata. Tambahkan sedikit air supaya daging matang. Dikira-kira saja.
2. Bumbui dengan gula, garam, dan penyedap jika mau. Masak sampai daging empuk. Kalau daging kambing enggak butuh waktu lama.
3. Setelah bumbu meresap dan air mulai sat, masukkan nasi. Aduk rata dan tambahkan kecap manis. 
4. Sajikan dengan taburan bawang goreng di atasnya.

Dan ini selalu saya buat setiap lebaran. Sebenarnya, kalau mau pakai daging sapi pun enggak masalah. Tetap enak juga. Tapi, kalau pakai daging kambing tentunya lebih spesial. Ini Favorit suami. Meskipun bikin sendiri, teman-teman tetap bisa membuat yang enggak kalah lezatnya dengan yang dijual di luar, lho.



Nah, menu kedua yang enggak boleh dilupa adalah bakso. Yap! Enggak perlu nunggu lebaran Iduladha, saya sering banget bikin bakso sendiri di rumah. Kalau bikin sendiri, rasa dan komposisi dagingnya bisa sesuai selera. Yang lebih spesial kalau lebaran Iduladha, kuah bakso bisa pakai tulang sapi bersum-sum yang enaknya kebangetan. Wangi bakso yang dijual-jual di luar… hmmm…enak banget … hihihi.

Resep bakso bisa dilihat di sini. Sudah sering saya posting. Dan dua menu ini selalu saya buat saat lebaran Iduladha untuk memanfaatkan daging yang stoknya banyak. Nah, kira-kira kalau teman-teman mengolah daging kurban jadi apa?

6 comments:

  1. Baksonya menggiurkan.. Masih kurang sate kayaknya,, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, iyaaa nggak nyate dong kita..hiks

      Delete
  2. Udah coba resep basonya bunmuy, mantappp euiii baru kali ini berhasil bikin baso

    Langsung ludes, dikasihkan juga ke kakak ipar yang lagi pada nyate

    Ntar mau coba deh, resep nasgor kambing

    ReplyDelete
  3. Kuperhatiin bumbu resep nasi gorengnya ada Kapulaga dan Jintan.
    Selama ini aku ngga pernah lihat resep nasgor ada 2 bumbu itu,kak.
    Wajib kumasukkan ke 2 bumbu itu saat aku masak nasi goreng nanti ..., pasti tambah sedap rasanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa, Mas...kalau nasgor seperti ini emang kaya rempah gitu..

      Delete