Usaha itu Nggak Pernah Sia-sia, Suatu Hari Kamu Akan Memetik Manisnya

July 18, 2018


Sembilan bulan terakhir, saya lebih asyik menulis artikel dibanding menulis buku. Padahal, ini pengalaman baru, dunia baru. Keluar dari zona nyaman, mencoba menantang diri sendiri, “Kira-kira kamu bisa nggak bikin artikel dan jebol media?”



Menulis artikel itu sangat menyenangkan. Mungkin karena tak butuh waktu terlalu lama untuk terbit dan melihat karya sendiri segera dibaca orang lain, menjadikan saya segan berhenti.

Saya menikmati kesibukan menulis artikel setiap hari. Saya mencoba masuk banyak platform, mulai dari UC News, Hipwee, Plukme, Basagita, dan Takaitu.com. Ternyata mencoba beberapa media itu sangat menyenangkan. Ada tentangan tersendiri dari tiap platform. Mereka punya gaya sendiri, mereka punya syarat yang beda, mereka punya hal menarik yang bisa dinikmati.

Hampir empat bulan ini, saya memang aktif mengirim artikel di Takaitu.com. Platform remaja no galau milik anak Minang ini sukses membuat saya jatuh hati. Nggak tahu kenapa, setelah lama di UC News, saya akhirnya mencoba masuk di Takaitu.com.

Awalnya memang sulit. Sulit untuk memupuk rasa percaya diri. Gaya artikel di UC News tentu berbeda jauh dengan platform anak negeri satu ini. Nggak kebayang bagaimana saya bisa menulis seperti teman-teman lain. But, bukan saya kalau menyerah sebelum mencoba. Gengsi banget kalau ada teman bisa, dan saya nggak mau mencoba? Haha. Bukan saya banget… hihi.

Beruntung, barakallah, Allah yang mampukan, Allah juga yang mudahkan. Satu artikel pertama saya langsung terbit keesokan harinya. Duh, bahagia banget dong? Secara di Takaitu.com seleksianya lumayan ketat juga, tidak semua artikel terbit. Bahkan ada ratusan artikel menumpuk.

Sejak saat itu, saya mengirimkan artikel hampir setiap hari. Kadang sehari bolong, esoknya kirim lagi. Dan ini juga yang jadi alasan kenapa saya jadi jarang menjamah blog..hehe. Blog jadi diduakan begitu kenal Takaitu.com. Kasihan, ya J

Karena terbiasa mengisi hampir setiap hari, akhirnya nggak enak kalau nggak kirim lagi. Karena sudah terbiasa seperti itu, akhirnya istiqomah menulis artikel, kirim lagi, lagi, dan lagi. Rasanya seperti kebutuhan, kalau nggak kirim artikel seperti kehausan kurang minum.

Bulan April, Takaitu.com mulai bikin hal menarik lagi. Ada kontributor terkece setiap bulannya. Wah, semakin menantang banget, kan? Bikin susah mau jauh-jauh karena saya senang banget yang namanya kompetisi. Mau ngaku nggak ngaku, kalau udah model begini, saya pasti suka..haha.



Kabar baiknya, sejak diresmikan pada bulan Mei, saya terpilih jadi kontributor terkece hingga Juni kemarin. Sebenarnya jadi kontributor terkece itu bukan berarti artikel saya paling bagus, paling baik, paling menarik, atau nggak pernah ditolak. Bukan. Karena yang lebih bagus, lebih baik, lebih rapi tulisannya daripada saya juga banyak banget di Takaitu.com. Hanya saja, kalau saya perhatikan, mungkin saya termasuk yang paling istiqomah kirim artikel. Yap, kirim terus sampai mereka nggak punya alasan untuk nolak…he. Maksa namanya, ya.

Semua berhak jadi terkece, dan semua pantas. Ini soal keberuntungan. Usaha memang tidak ada yang sia-sia. Kadang pernah menulis hingga larut bahkan sampai mual. Terbangun dari tidur dan lari ke depan laptop..hehe. Ada hal-hal yang tak dilihat orang, sekilas mereka hanya tahu artikel saya banyak terbit. Itu saja. Padahal, di balik itu saya berdarah-darah..haha. Luka yang membahagiakan, ya pastinya. Dan ini sudah terjadi sejak saya menulis di UC News. Bukan hal baru lagi.

Apa saya begitu giatnya karena mengejar ‘Terkece’? Karena sudah dua kali, alasan seperti ini sudah nggak terlalu istimewa. Saya sudah berhasil menaklukkan, dan itu sudah lebih daripada cukup. Alasan masih sering kirim artikel, pertama karena memang sudah terbiasa. Kedua, karena jika berhenti sehari, ada yang kurang. Ya, kalau sudah terbiasa menulis akhirnya susah buat berhenti. Cuma, untuk memulainya juga nggak pernah mudah, ya.



Bulan Juli kemarin, pada akhirnya saya mengiyakan untuk berbagi atau sharing di Takaitu Community. Padahal, saya nggak terlalu main banyak teori ketika menulis. Lantas apa yang mau saya bagikan? Jadi pengen ketawa sendiri kalau ingat. Orang aneh kok disuruh sharing? Rasanya kok nggak pantas, ya?

Sore sebelum sharing, akhirnya saya buru-buru membuat sedikit materi. Ringan saja sekadar untuk ngobrol bareng teman-teman yang lain. Kita bicara tentang motivasi menulis, trik biar produktif, dan gaya menulis artikel yang paling banyak digemari.

Dan alhamdulillah, semua berjalan lancar hingga larut malam. Pengalaman baru, punya teman-teman baru. Saya harus lebih banyak bersyukur karena telah dipertemukan dengan orang-orang yang baik hati. Mba editor Takaitu.com juga baik banget. Founder-nya? Duh, jangan dipuji, nanti terbang…haha.

Yang penasaran seperti apa platform satu ini, kunjungi saja website atau gunakan aplikasinya. Coba cari dan baca artikel saya. Artikel yang lain juga, kok..hehe. Saya tidak sedang promosi. Jam 2 dini hari curhat sama layar laptop. Akhirnya nggak karuan apa yang ditulis..haha.

Terima kasih sudah berkunjung di muyassdotcom. Saya senang bisa bertemu kalian semua.

You Might Also Like

12 comments

  1. Alhamdulillah, selamat yah mbak udah jadi penulis terkece nih. Jadi pemteri itu kadang bikin deg-degan banget deh mbak, saya juga gitu awalnya walau depannya anak sekolah tapi ada rasa gugup juga soalnya saat itu baru pertama kali bawaan materi blog ke anak-anak sekolah. Syukurlah semuanya berjalan lancar sampai pernah dipanggil lagi bawain materi buat guru-gurunya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah...barakallah.. Kereen dong, Mas. Iya nih kayaknya kita terlalu tegang saja di awal..kalau udah mulai Semua menyenangkan. .

      Delete
  2. Woaaa selamat mba saya baru tahu lhoo Takaitu😊

    ReplyDelete
  3. Selamat ya dianugerahin jadi kontributor terkece di Takaitu.
    Sukses selalu, kak Muyassaroh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih doanya, Mas..sukses juga buat Mas Hima

      Delete
  4. selamat ya mba penghargaannya jadi kontributor yang kece badai di takaitu. pantesan sekarang rajinnya bikin artikel takaitu. terus menulis ya mba. inspiratif bgt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Mba..iya nih jadi jarang bw..hiks

      Delete
  5. Selamat buat mba muyas, jadi yang udah jadi kontributor terkece. saya banyak belajar ah, dari mba muyass, kasih tips lagi dong biar bisa produktif nulis kayak mbak muyass.

    padahal kan repot momong anak. kok bisa ya bagi waktunya.

    sekali lagi selamat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Mas...Sy nulis ditarget, Mas..kalau bisanya malam, ya wlw ngantuk dikerjain aja deh :D

      Delete
  6. Mbaaaa.. keren banget siiihhh, semoga nular kecenya di saya aamiin :*

    ReplyDelete

Popular Posts

Google+ Badge

Most Popular