Amankan Pahala Puasa Kamu dari Segala Macam Bentuk Riya’, Lawan dengan 5 Cara Ini!

Riya’ merupakan salah satu sifat yang sangat dibenci oleh Allah swt. Menampakkan segala amal saleh di hadapan orang lain demi mendapatkan pujian menjadi devinisi dari riya’. Sayangnya, saking halus dan samarnya, kita pun kerap tidak menyadarinya.

Foto: pexels.com


Dalam sebuah hadist, Rasulullah saw mengatakan bahwa riya’ lebih berbahaya daripada Dajjal. Padahal Dajjal merupakan fitnah yang sangat besar dan tentu saja sangat berbahaya bagi kehidupan menusia. Tetapi, Rasulullah saw justru membuat perumpaan seperti itu di dalam sebuah riwayat,

“Maukah aku kabarkan kepada kalian sesuatu yang lebih tersembunyi di sisiku atas kalian daripada Masih ad Dajjal?” Dia berkata,”Kami mau,” maka Rasulullah berkata, yaitu syirkul khafi; yaitu seseorang shalat, lalu menghiasi (memperindah) shalatnya, karena ada orang yang memperhatikan shalatnya.” (HR Ibnu Majah)

Karena itulah, kita pun perlu berhati-hati, jangan sampai ibadah kita tidak berpahala hanya karena ingin dilihat dan dipuji oleh orang lain.

Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, kita pun perlu waspada akan bahaya riya’ dalam kehidupan sehari-hari. Ketika tidak ada orang lain dan sedang sendiri, kamu menjadi malas-malasan. Sebaliknya, ketika ada orang lain, kamu menjadi sangat bersemangat untuk melaksanakan ibadah. Hati-hati, ya! Riya’ bisa melenyapkan pahala puasa kamu, lho. Jadi percuma dong kalau puasa seharian tetapi tidak berpahala?

Supaya kamu bisa lebih berhati-hati menghindari sifat tercela ini, coba tangkis dengan 5 cara ini!

Riya’ bisa dihindari jika puasa kamu lakukan dengan ihklas hanya karena menjalankan perintah Allah semata

Ketika melaksanakan ibadah, jangan banyak mengeluh! Sebab ibadah puasa manfaatnya tidak kembali pada Maha Pencipta, tetapi akan kembali pada diri kita sendiri, lho. Lapar dan haus itu hal biasa, tetapi ketika dibarengi dengan hati ihklas dan hanya mengharap ridha Allah, maka ibadahmu menjadi sangat luar biasa. Yuk, ihklas!

Jagalah tauhid, kamu bukan apa-apa dibandingkan Sang Khalik

Maka sadarilah jika kamu bukan apa-apa dan sangat tidak pantas untuk mendapatkan pujian. Kamu terlihat baik dan sempurna hanya karena Allah menutup aib-aibmu selama ini. Jika kamu menyadari hal ini, maka keinginan untuk selalu dilihat dan dipuji oleh orang lain akan hilang disebabkan rasa malu yang terlalu besar.

Dzikir akan mendekatkan diri kepada Allah, dengan begitu segala perintah-Nya menjadi prioritas utama

Dzikir akan mendekatkan hati kamu kepada Allah. Dengan banyak mengingat Allah, maka kamu akan semakin cinta. Saat seorang telah jatuh cinta, maka dia pun akan berjuang untuk mendapatkan perhatian dari yang dicintainya, termasuk berjuang menjalankan semua perintah-Nya.

Sembunyikan amalmu, bukan hanya dari orang lain, tetapi juga dari sebelah tanganmu yang lain

Ketika kamu melakukan suatu amal ibadah, baik berupa sedekah, salat ataupun puasa, cobalah untuk diam-diam melakukannya. Jangan sampai kamu hanya bersemangat ketika dilihat orang lain saja. Kamu harus sadar, jika semua ibadah yang kamu lakukan akan sangat percuma jika disertai dengan riya’. Tidak berbeda dengan sedekah, berpuasa pun perlu dijauhkan dari status di media sosial yang berlebihan demi menghindari riya’ yang samar.

Ingat, setelah kehidupan dunia masih ada kehidupan akhirat yang jauh lebih kekal

Ketika kamu mengingat akhirat lebih banyak daripada mengingat dunia, maka secara otomatis yang kamu harapkan hanyalah ridha dari Allah semata. Hidup di dunia ibaratnya hanya mencecap sedikit manisnya saja. Jadi, pujian dan perhatian orang lain sama sekali tidak berarti apa-apa.

Itulah beberapa cara untuk menangkis riya’ di dalam diri selama menjalankan ibadah puasa. Berhati-hatilah terutama di zaman millenial seperti sekarang ini di mana begitu mudahnya memamerkan apa pun tak terkecuali ibadah kita di media sosial. Hati-hati, ya!

8 comments:

  1. Riya itu memang bahaya, saking bahayanya sampai tak terasa. Dan di zaman sekarang riya malah semakin trend.. 😪

    ReplyDelete
  2. Mohon maaf lahir batin mbak Muyass.
    kalau menurut saya, yang paling penting, amalan apapun, jangan di posting di sosmed manapun. Meskipun --katanya-- tujuannya utk mengajak atau menginspirasi orang lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mohon maag lahir bathin juga, Mbak..betul sekali karena nantinya ada sentilan dikit2 yang ujungnya riya juga

      Delete
  3. selamat idulfitri,,
    mohon maaf lahir dan batin yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat Idulfitri mohon maaf lahir bathin juga :)

      Delete
  4. gak sadar mungkin saya juga punya sifat riya yangtak saya sadari. masyaallah mudah-mudahan hati ini selalu dilindungi dari sifat riya dan dengki.

    minal aidzin walfaidzin ya mba. maaf jarang mampir kesini hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin, Mbak...mohon maaf lahir bathin juga, ya..besok2 mampirnya ke rumah keknya ya :D

      Delete