Pentingnya Pendidikan Bagi Buah Hati


sumber


“Jika saya lulusan S1, paling tidak anak saya di atasnya, atau minimal S1 juga,” seperti itulah yang selalu dikatakan oleh suami saya soal pentingnya sebuah pendidikan bagi buah hati kami.

Maka sejak anak pertama lahir, paksu sudah menyiapkan tabungan pendidikan. Paksu paham betul, biaya pendidikan dari tahun ke tahun bukannya semakin murah tapi justru semakin mahal. Siapa pun tahu akan realita itu, ya.

Pendidikan itu memang sangat penting. Jika bisa, sekolah setinggi mungkin. Entah apapun yang mereka inginkan, menjadi dokter ataupun menjadi arsitek (tinggi-tinggi, ya :D), yang penting sekolah dulu dan cari ilmu sebanyak-banyaknya.

Saya dan paksu bukan orang yang lahir dari keluarga kaya dan berada. Jika saya lumayan berkecukupan, maka suami saya lebih minimalis lagi hidupnya. Sejak SMP sudah tidak tinggal bersama orang tua. Ikut kakak sulungnya dan sekolah di sebuhah pesantren.

Sejak masuk SMA, suami mulai bekerja sambil sekolah. Dia bantu-bantu di sekolah, kemudian rezekinya dikuliahkan oleh seorang dermawan. Menjadi sarjana Teknik dari Universitas Brawijaya, Malang dan bekerja di sebuah perusahaan asing di Jakarta. Seperti itulah kisah pendidikannya sejak dulu.

Keinginan dan kerja keras itulah yang pada akhirnya membawanya pada titik terang. Kalau dipikir, anak kampung dan suka main tanah di sawah, mana bisa sampai bekerja di Ibu Kota? Tetapi keinginan itu menembus benteng sekuat apapun.

Benar? Jika dulu dia bisa kuliah berkat bantuan orang lain, maka sejak sekarang kami harus mempersiapkan banyak hal demi pendidikan putra-putra kami. Tidak harus menjadi sarjana teknik, apapun asal bermanfaat bagi dirinya, tentu kami akan sangat mendukung.

Saya, meskipun tidak sampai kuliah, tetapi bapak sangat mengutamakan pendidikan. Jerih payah menyekolahkan saya bukannya mudah, tetapi bapak tidak pernah mengatakan tidak kalau soal pendidikan.

Dulu, bapak seorang guru. Kemudian beliau menjadi petani yang penghasilannya nggak seberapa. Untuk membayar sekolah saya dan saudara, beliau harus berhutang sana sini. Tetapi beliau tidak pernah mengatakan tidak kalau soal pendidikan. Meskipun dalam keadaan sulit, saya berhasil merampungkan sekolah hingga SMA dan masuk D1 syariah di pesantren.

Selain biaya, saya pikir cara berpikir kita pun harus disiapkan. Orang yang punya uang tetapi menganggap remeh pendidikan, tidak mungkin mau sekolah sampai tinggi. Ada orang yang ingin segera berhenti sekolah dan lekas bekerja meskipun itu pekerjaan biasa bahkan cenderung melelahkan dan rendah penghasilannya. Bagaimana membangun hal seperti ini kepada anak-anak? Tentu orang tualah yang wajib mengenalkannya.

Jadi, bagi teman-teman, sepenting apa pendidikan itu?


Tulisan ini diikutsertakan dalam tantangan ketujuh #SatuHariSatuKaryaIIDN bersama komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis

9 comments:

  1. Yuups betul sekali ...apapun pendidikannya kita sebagai orang tua harus bisa serta ekstra sabar mendidik anak2 kita menjadi yang terbaik..😄😄

    ReplyDelete
  2. Setuju, pendidikan itu memang penting. Terlebih untuk perempuan, sejatinya perempuan berpendidikan tinggi itu bukan untuk menyaingi laki-laki. Tapi untuk mendidik anaknya kelak, karena seorang ibu itu akan jadi madrasah pertama bagi anak-anaknya..

    ReplyDelete
  3. Jadi ingat almarhum ayah dan almarhumah ibu yang dulu juga banting tulang, ngutang sana-sini demi membiayai kuliah kami anak-anaknya.

    Pendidikan itu sangat penting, apalagi bagi perempuan yang akan menjadi sekolah pertama bagi putra-putrinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh..., tadi tidak baca komentar. Ternyata komentar saya sama dengan komentar Andi.

      Delete
    2. Hehe, iya kembaran nih komennya :D

      Delete
  4. Sangat penting, terbayang bagaimana gigihnya orang tua memenuhi keperluan pendidikan buah hatinya, ada yang membuat saya sedih
    semoga ini cuma satu orang yang mengucapkannya yaitu org yang aku dengar ini kata-katanya begini lebih kurang "buat apa sekolah biar sekolah tinggi tetap aja cari kerjaan susah!"

    duh! apa yang dipikirkan orang tua anak tsb kok sampai mengeluarkan ucapan seperti itu
    eh maaf kok komentarku jd panjang gini
    hehe

    yang pasti pendidikan untu buah hati sangatlah penting karena pendidikan salah satu bekal dalam hidupnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga heran, karena ada saudara yang pengen berhenti sekolah dan ingin kerja. Sampai suami nasehati berkali-kali..

      Delete