Bijak Konsumsi Obat Terutama Saat Musim Hujan


pixabay.com


Puncak musim penghujan diperkirakan terjadi pada awal tahun 2018 hingga bulan Februari mendatang. Saat ini sudah sangat terasa dampaknya. Angin kencang serta hujan lebat terjadi hampir setiap hari. Udara Jakarta yang awalnya panas kemudian berubah jadi sangat dingin tak kalah dengan hawa dingin di kota Malang.

Saat musim hujan seperti sekarang, waspadalah dengan beberapa penyakit yang sering menyerang anak-anak, terutama common cold dan gastroenteritis. Kebetulan sejak semalam, putra sulung saya pun mengalaminya. Dia mulai demam sejak  dini hari.

Gejala yang dialami oleh si sulung adalah demam tinggi, batuk-batuk dan pusing. Saya memperkirakan itu merupakan salah satu gejala dari common cold. Dan lebih mengejutkan lagi, beberapa temannya pun mengalami hal yang sama.

Gejala common cold biasanya disertai dengan demam, bersin-bersin, hidung berair, tenggorokan sakit hingga batuk. Biasanya gejala akan membaik setelah 2-3 hari dan bisa sembuh sekitar 2 mingguan.

Sedangkan gastroenteritis biasanya ditandai dengan demam, mual, muntah serta diare. Biasanya kita mulai panik ketika anak muntah-muntah seperti tidak ada jeda, ya. Sayangnya, meskipun dalam keadaan panik sekalipun, kita harus tetap RUM (rational use of medicine).

Biasanya ketika anak sakit, kita dibuat bingung dan sangat panik. Kasihan dan tidak tega membuat kita kadang salah ambil langkah.

Perlu diperhatikan bahwa common cold yang biasa kita sebut batuk pilek sebenarnya merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus. Virus ini tidak akan mempan dengan obat-obatan apalagi antibiotik. Lebih buruknya, penggunaan antibiotik yang tidak tepat bisa menyebabkan resistensi bakteri yang sangat berbahaya, lho.

Demam yang dialami si kecil merupakan alarm bahwa sedang ada infeksi di dalam tubuhnya. Tubuh melakukan perlawanan dengan manaikkan suhu tubuh. Virus biasanya tidak tahan dengan suhu tinggi sehingga virus pun akan mati. Jadi, demam pun berguna, ya. Jangan buru-buru menurunkan demam apalagi sampai menggunakan dua jenis obat penurun demamsecara bergantian, hal ini sangat dilarang meskipun banyak orang melakukannya. Hal yang sangat perlu dilakukan adalah carilah penyebab demamnya.

Obat penurun demam juga tidak menghilangkan demam. Demam akan muncul lagi jika infeksi di dalam tubuh belum selesai. Cukup pakai penurun demam yang mengandung paracetamol setiap empat jam sekali. Jika setelah minum obat anak muntah, jangan diberikan kembali sampai waktunya tiba, ya. Kita tidak pernah tahu berapa obat yang keluar dan berapa yang masih bertahan di dalam perutnya. Jangan sampai berlebihan menggunakan obat. Meskipun dibilang paling aman, tetap saja ada efeknya.

Sedangkan gastroenteritis merupakan infeksi pada saluran pencernaan yang biasanya juga disebabkan oleh virus. Jangan salah memberikan obat anti muntah. Sebab itu dilarang dalam dunia medis kecuali dalam kondisi tertentu.

Muntah dan diare sebenarnya merupakan usaha tubuh untuk mengeluarkan racun. Jika kita memberikan obat anti muntah, otomatis racun atau virus yang ada di dalam tubuh tidak keluar. Belum lagi efek obat ini sangat berbahaya.

Jangan lewatkan memberikan cairan oralit sedikit demi sedikit. Dehidrasi merupakan hal yang sangat ditakutkan ketika anak-anak muntah dan diare. Cairan satu ini juga tidak bisa digantikan dengan yang lain.

Karena kedua infeksi tersebut disebabkan oleh virus, maka tidak perlu obat-obat tertentu untuk menyembuhkannya. Infeksi yang disebabkan oleh virus akan sembuh sendiri tergantung dari daya tahan tubuh seseorang.

Konsumsi air lebih banyak sangat disarankan. Jika nafsu makan menurun itu sangat wajar terjadi. Jangankan mereka, kita saja yang dewasa akan malas makan saat sedang sakit. Penting untuk memberikan buah dan makanan sehat lainnya. Obat-obatan yang banyak dijual di pasaran untuk meredakan gejala flu dan batuk sebenarnya tidak lebih banyak membantu. Hal ini juga sudah disebutkan oleh WHO.

Ketika anak sakit baik itu karena common cold atau gastroenteritis, saya selalu utamakan cairan. Saya pun memberikan buah lebih banyak, baik dimakan langsung ataupun dibuat jus. Sup hangat juga sangat membantu terutama ketika musim hujan seperti sekarang. Selain itu, perhatian dan kasih sayang merupakan obat paling manjur. Menurut salah satu dokter anak yang menangani putra saya, gendong dan sabar merupakan obat terbaik ketika anak terkena common cold..he. Benar, ya?


Meskipun musim hujan dan sering sakit, bukan berarti kita berlebihan menggunakan obat, ya. Plis, bijak konsumsi obat terutama ketika anak sedang sakit. Bijak konsumsi obat bukan berarti anti obat dan anti ke dokter. Jika memang diperlukan, kita tidak boleh juga menundanya, lho. Perhatikan dan pelajari tanda gawat darurat kapan kita harus ke dokter dan kapan kita harus merawatnya di rumah. Ke dokter juga tidak selalu untuk meminta resep, kadang saya hanya konsultasi dan meyakinkan diri bahwa apa yang saya lakukan sudah tepat.

Semoga kita dan anak-anak selalu dalam kondisi sehat, yaa. Amiin.

0 comments:

Post a Comment