Gerimis di Hati Erni


sumber


Erni mengusap embun yang menutupi kaca jendela mobilnya. Hari masih gelap ketika dia bergegas menyalakan mobil. Sebelah kakinya segera tancap gas sekencangnya menuju rumah sakit.

Ada banyak hal yang harus dia urus akhir-akhir ini. Termasuk kondisi suaminya yang semakin memburuk paska operasi jantung kemarin. Membayangkan saja dia tak pernah berani. Kemudian Tuhan membawanya pada posisi sekarang yang sebenarnya sangat sulit apalagi mengingat betapa rapuhnya Erni.

Gadis dua puluh lima tahun itu pernah sekali membayangkan bagaimana jika lelaki yang menikahinya tiba-tiba saja pergi. Sedangkan di dalam rumah seluas 100 meter persegi tak nampak orang lain selain dia dan Tara, suaminya.

Dan Tuhan, benar-benar menunjukkan betapa senyapnya rumah tanpa lengking tangis bayi itu sekarang. Pembuktian yang cukup menyakitkan. Menyesal karena telah membayangkan banyak hal aneh sejak suaminya terkena serangan jantung pertama kali.

Sepertinya lelaki berperawakan tegap itu cukup sehat bahkan sejak menikah dengannya, Erni lebih ketat menjaga makanan yang akan mereka santap setiap hari. Sayangnya, takdir tak bisa dirubah sesuka hati. Ada saatnya kita harus menerima dan meyakini bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi tanpa izin Tuhan.

Erni mengusap embun di pelupuk mata. Pendangannya sedikit kabur sebab tangisnya yang tiba-tiba saja menyesaki rongga dada.

Sejatinya, Tara dan Erni tak pernah benar-benar saling suka. Perjodohan memaksa mereka bertemu lebih cepat. Erni sempat menolak, tapi kedua orang tuanya tak bisa dibantah jika sudah punya keinginan. Termasuk ketika dia harus menikah dengan lelaki masa kecilnya yang sangat menyebalkan itu.

Tara bukan orang asing bagi Erni. Dia merupakan putra dari sahabat karib ayahnya dulu. Sering bertandang ke rumah, bahkan sering menjahili Erni ketika dia masih 7 tahun.

Tara, meskipun menurut teman-teman Erni termasuk lelaki idaman, tapi membayangkan banyak hal konyol saat mereka masih kecil membuatnya mual. Tara kecil yang terpaut 5 tahun dari Erni itu pernah sekali menaruh ulat bulu paling menjijikkan di tas Erni. Dia juga pernah membuat Erni marah karena boneka kesayangannya di gantung di atas pohon. Tara kecil yang menyebalkan kemudian tak lagi muncul di hadapannya sejak mereka masuk bangku kuliah.

Saat Erni kuliah, Tara telah diterima di sebuah perusahaan asing. Mereka tak pernah lagi bertemu, dan kebiasaan jahil masa kecilnya tak lagi menghampiri Erni. Diam-diam Erni bersyukur meskipun tak lama kemudian, keduanya dipertemukan kembali dalam sebuah acara keluarga yang tak pernah Erni sangka.

Ya, lelaki dengan kumis tipis itu tiba-tiba saja membawa serta keluarganya dan meminang Erni. Tragis sekali perjodohan itu. Erni tak pernah sempat mempertimbangkannya. Dan cincin emas putih itu tiba-tiba saja melingkar manis di jarinya.

Sejak saat itu, Tara lebih sering menghubunginya. Sekadar menanyakan kabar dan rencana pernikahan. Erni menarik napas lebih dalam setiap kali menjawab telepon. Sapaan Tara lebih hangat, lebih berempati bahkan diam-diam lelaki itu menyempatkan diri mengirim hadiah kecil saat Erni berulang tahun.

Tara kecil tak lagi sama. Engineer tampan itu telah menjelma pangeran di hati Erni. Pernikahan mereka pun berlangsung manis. Meskipun setelah dua tahun berikutnya, tak ada tangis bayi yang selalu mereka harapkan.

Erni segera turun dari mobil dan mengusap kedua matanya yang basah. Dia pasti bisa menjadi lebih kuat demi lelaki itu.


Setiap rumah tangga punya cobaannya masing-masing. Tuhan hanya sedang menguji mereka berdua. Meskipun kadang menyebalkan, tapi Tara telah mengukir ingatan manis di hati Erni. Gadis dengan blazer berwarna cokelat itu menarik napas dalam sebelum memasuki ruang ICU, menemui suaminya, menemui masa lalunya yang kini justru jadi harapan terbesarnya.

*****

Baca artikel-artikel saya di Uc News klik di sini :)

6 comments:

  1. Uwah so Sweet bingitssss
    Hum sy td bertanya-tanya kenapa gambarnya menampilkan sosok Ko Dong Man dan Choi Ae Ra ya?
    hohoho ternyata krna temanya sama-sama mengambil ttg pasangan yang sdh dipertemukan sedari kecil
    hum,,benar kata org tua..cinta tak usah dicari tetapi mesti di bangun, orang yg kt benci jgn terlalu benci krn bs jd sayang ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar mbak..terima kasih sudah berkenan mampir :)

      Delete
  2. Tulisan yang keren. Bagi saya yang masih bujangan ini, artikek tentang rumah tangga selalu nikmat 😂😂😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah berkenan membaca.. :)

      Delete
  3. "takdir tak bisa dirubah sesuka hati"
    Cinta memang akan tumbuh dari kebiasaan dan kebersamaan..

    selalu bikin baper
    mbak muyas nulis di Watpad gak?
    kalo di masukin kesana pasti rame.. cerpen cerpennya bagus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah membaca tulisan saya.. :) hehe, saya belum pernah nulis di watpad, Mas. Adanya resep di Cookpad :D

      Delete