Selamat Hari Guru




Dalam banyak hal, saya termasuk orang tua yang lebih banyak merepotkan orang lain termasuk sangat merepotkan guru-guru anak saya.

Saat pertama masuk sekolah di TK, saya hanya sekali mengantarnya, kemudian menitipkan kepada bu guru yang telah berkenalan sebelumnya. Si sulung, entah karena memang sudah lama saya kondisikan bahwa saya tidak bisa selalu mengantarnya sekolah sebab saya baru melahirkan adiknya saat itu, sedangkan ayah juga harus berangkat kantor dari pukul enam pagi, maka sebelum melahirkan anak kedua, saya selalu menceritakan banyak hal menyenangkan tentang keadaan sekolah kepadanya, termasuk orang selain orang tua yang bisa diandalkannya di sekolah, salah satunya adalah ibu guru.

Saya memang bersyukur, dia tidak banyak merepotkan, tapi tentu saja ibu guru yang menjadi kerepotan sebab sejak hari kedua dia sudah tidak saya antar sekolah. Banyak kejadian tidak menyenangkan sempat dia lakukan, termasuk suka ngobrol sama temannya di kelas…he.

Saya lebih bersyukur lagi, sebab sekolah kakak memang sangat membantu saya sebagai orang tua, guru-guru di sana benar-benar enak diajak ngobrol soal anak-anak. Bahkan mungkin si kakak lebih penurut pada gurunya ketimbang sama saya..he. Kasihan ya emak satu ini.

Setelah masuk SD pun, bukannya tidak banyak merepotkan, apalagi anak baru peralihan dari TK ke SD itu luar biasa. Belum lagi ketika anak saya masih merasa menjadi anak TK, masih lebih suka bermain-main, dan kejadian lama pun terulang, dia suka ngobrol lagi sama teman-temannya. Aduh, mas…mungkin mau jadi wartawan ya, suka ngobrol terus di kelas..haha.

Selain itu, anak-anak usia dini biasanya masih suka melakukan hal-hal di luar dugaan, seperti masih suka BAB atau BAK di celana. Terbayang menjadi guru TK dan SD yang masih awal itu benar-benar luar biasa. Terima kasih ya, bu, sudah menjaga anak saya selama ini.

Buat saya, guru bukan hanya yang mengajar saya di sekolah, tapi juga orang-orang yang pernah menyematkan ilmu berharga dalam diri saya. Termasuk orang-orang yang telah memberikan waktu mengajarkan banyak hal dalam dunia kepenulisan kepada saya selama ini.

Tidak pernah terhitung seberapa banyak, tapi saya benar-benar berterima kasih kepada siapa pun yang telah meluangkan waktunya demi mengoreksi kesalahan saya selama ini. Terima kasih untuk banyak hal yang kadang masih belum sempurna saya terapkan sampai sekarang.

Buat saya, guru bukan hanya mereka yang mengajarkan baca tulis di sekolah, tapi semua orang yang dengan suka rela dan senang hati berbagi ilmunya meskipun sedikit saja kepada orang lain.

Seseorang bisa menjadi apa pun yang mereka inginkan, tapi tidak semua orang bisa membantu orang lain menjadi seperti apa yang mereka impikan.

Butuh lebih banyak kelapangan untuk berbagi banyak hal kepada orang lain, juga butuh banyak waktu. Dan seorang guru nyatanya tidak pernah memperhitungkan semua itu, mereka memberi tanpa pernah meminta imbalan.


Terima kasih kepada guru-guru tercinta, buat saya, beliau amat berharga.

4 comments:

  1. Semoga guru bisa mendapat penghasilan yang layak. dan tidak ada lagi guru-guru yang miskin di dunia. karena jasa seorang guru . sehingga orang bisa sukses

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar, semoga lebih banyak orang memperhatikan itu..

      Delete
  2. Guru adalah orang yang mengabdikan dirinya untuk generasi bangsa agar cerdas dan berbudi pekerti luhur. Sungguh, saya hormat kepada mereka. Semoga, terutama yang masih honorer, gajinya meningkat.

    ReplyDelete