Rawon Iga

Rawon Iga

Rawon merupakan salah satu jenis makanan khas Jawa Timur. Rawon biasanya memiliki kuah berwarna kehitaman dengan isian berupa daging atau pun iga sapi. Zaman sekarang, rawon sudah banyak sekali variasinya. Termasuk salah satunya rawon setan dan juga rawon dengkul.

Salah satu ciri khas dari masakan satu ini adalah menggunakan kluwek sebagai salah satu bumbu utamanya. Rawon di Surabaya lebih terlihat pekat sedangkan rawon ala kota Malang biasanya lebih kemerahan dan bening. Saya pribadi lebih suka dengan jenis rawon di kota Malang.

Kluwek sendiri sebenarnya mengandung racun berupa asam sianida yang cukup tinggi. Karenanya, kluwek di beberapa daerah juga disebut ‘kepayang’ karena efeknya yang bisa membuat orang mabuk.

Tapi, jangan khawatir. Kluwek yang kita lihat di pasaran itu telah melalui beberapa proses panjang sehingga sudah aman dikonsumsi. Dilansir kompasiana.com, kluwek diproses dengan cara direbus. Setelah direbus, kluwek-kluwek ini nantinya akan diperam selama kurang lebih 40 hari di dalam tanah. Hasilnya, kluwek ini berubah warna dari yang awalnya kekuningan menjadi kehitaman. Barulah setelah itu kluwek sudah bisa dikonsumsi untuk digunakan sebagai bumbu berbagai macam masakan.

Selain rawon, kluwek juga bisa digunakan untuk membuat nasi kluwek, sayur pucung betawi, atau pallu kaloa yang merupakan salah satu kuliner khas Makasar. Selain enak dibuat sebagai bumbu masakan, rupanya kluwek juga memiliki banyak manfaat lho, termasuk salah satunya menurunkan kadar kolesterol. Sayangnya, khusus menu rawon iga satu ini, saya tidak yakin akan menurunkan kolesterol, bukan karena khasiat kluweknya yang hilang, tapi lebih karena rawon memang menggunakan daging serta lemak sapi yang tentu saja bisa mengacaukan kesehatan teman-teman.

khasiat.co.id

Kemarin sempat membuat rawon iga ini untuk keluarga di rumah. Biasanya, saya membeli langsung bumbunya. Tapi, belakangan saya lebih suka membuatnya sendiri menggunakan resep dari mbak Nina (Catatan Nina) yang sudah sesuai banget dengan selera saya. Nah, berikut resepnya, ya.

Bahan:
500gr iga sapi
1 batang serai, memarkan
5 daun jeruk
1 ruas lengkuas
2 batang daun bawang, iris
1sdt gula pasir
3sdt garam
1/2sdt merica bubuk
2sdm minyak untuk menumis
2 liter air atau lebih

Bumbu halus:
7 siung bawang merah
5 siung bawang putih
5 buah kluwek, ambil isinya dan beri sedikit air panas bila perlu (sy pakai 4 buah)
1sdt ketumbar
4 buah kemiri, sangrai (sy gunakan 3 buah)
1cm kunyit

Pelengkap:
tauge pendek
telur asin
tempe goreng
sambel terasi
kerupuk

Cara membuat:
1.      Didihkan air dan rebus iga sampai setengah empuk.
2.      Haluskan bumbu, dan tumis bersama serai, lengkuas dengan api kecil saja supaya bumbunya matang merata dan tidak gosong. Kemudian masukkan ke dalam rebusan iga.
3.      Bumbui dengan garam, gula pasir serta merica bubuk. Masak sampai daging iga empuk dan bumbunya meresap. Jika air mulai menyusut, tambahkan saja air panas lagi hingga iga empuk.
4.      Jika sudah pas semuanya, masukkan daun bawang dan tunggu mendidih baru dimatikan.
5.      Sajikan dengan pelengkap.


Nah, itulah salah satu resep rawon yang sudah menjadi andalan saya selama ini. Ternyata, kluek di dalam kuah rawon juga banyak manfaatnya ya, selain memang enak disantap dengan nasi panas dan pelengkap terlebih saat musim hujan seperti ini. Selamat mencoba, semoga bermanfaat ^^

Baca juga resep Bika Ambon Ekonomis

8 comments:

  1. rawon itu salah satu favorit kalau lagi mudik ke jatim :D soalnya, rawon di jogja ngga seenak aslinya. btw kalau rawon dibiarin semalam rasanya jg jd tambah jos mba :D anw salam kenal ya mba ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, setuju banget. Saya juga lebih suka rawon yang udah nginep begitu juga sama bakso homemade. kaldunya jadi gurih alami banget..

      Delete
  2. Saya pegalaman makan rawon. Pas saya sudah makan kepala saya langsung pusing. Ternyata tekanan darah saya tinggi banget. Saya jadi trauma makan rawon sejak saat itu. Rasnya memang nikmat namun menyakitkan bagi saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, semoga tensinya nggak sering naik ya..

      Delete
  3. Rawon menu favorit orang serumah..dulu pertama kali anak-anak geli lihat penampakannya, kok hitam warnanya..setelah tahu rasanya..sukaaa hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa, memang warnanya nggak banget terutama yang hitam pekat, ya. kalau di Malang cenderung bening dan kemerahan gitu, segeer apalagi panas2.. :D

      Delete
  4. entah kenapa makanan ini di lidah saya rasanya aneh bagi saya yang orang jawa tengah, atau mungkin harus makannya di Jawa Timur ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, silakan bawa mangkuknya ke Jatim ya biar beda :D mungkin kurang cocok ya..kan selera orang beda2.. :)

      Delete