Top Social

- Bermimpi, Menulis, Berbagi -

Dear Muslimah



Alangkah beruntungnya kita yang terlahir sebagai seorang muslimah. Sebab di dalam agama islam, seorang wanita benar-benar dijaga dan dihormati. Termasuk kewajiban berhijab, sejatinya itu merupakan perlindungan kepada kaum wanita dari ancaman bahaya yang bisa datang dari mana saja.

Bayangkan ketika seorang perempuan memakai pakaian yang tidak sepantasnya, membuka aurat di tempat umum, bisa saja terjadi hal yang tidak diinginkan. Sayangnya, meski sudah banyak kejadian dan contoh nyata, beberapa wanita muslim tetap saja enggan memakai hijab dan menutup aurat dengan benar.

Mungkin mereka kurang memahami, bisa jadi pengetahuan mereka seputar islam masih minim. Nah, tugas kitalah sebagai orang yang jauh lebih mengerti untuk mengajak teman-teman sesama muslimah supaya mau memperbaiki diri. Manfaat dari memakai hijab syar’i nyatanya bukan untuk orang lain, melainkan untuk diri sendiri.

Ibaratnya ketika kita disodorkan dua buah permen. Satu perman sudah terbuka, entah sudah dihinggapi lalat atau debu. Sedangkan satu permen lainnya masih terbungkus rapi. Bisa dipastikan isinya masih bersih dan mustahil tersentuh debu kotor. Lalu, mana yang akan kita pilih dari keduanya? Permen tanpa bungkus ataukah permen dengan kemasan yang masih utuh?

Seperti itu juga islam menjaga seorang wanita. Memakai hijab bukan untuk memberatkan aktivitas kita sebagai seorang muslimah. Kita bisa melihat sudah banyak sekali wanita muslim berhijab bisa melakukan aktivitasnya dengan begitu leluasa. Menarik dan selalu membuat kita tertarik untuk mengikuti jejaknya.

Tapi ingatlah satu hal, memakai hijab tujuannya untuk melindungi dan menghindarkan dari menarik perhatian orang. Sedangkan yang tampak hari ini justru sebaliknya. Wanita muslimah bergaya melebihi foto model. Setiap gerakannya mengundang perhatian dari lawan jenis.

Tidak, bukannya islam melarang seorang perempuan untuk tampil cantik dan bersih. Bahkan itu juga merupakan hal yang tak terpisahkan dari kehidupan kita sebagai seorang muslim. Tapi, ingatlah bahwa kecantikan itu hanya boleh diperlihatkan pada tempat-tempat tertentu saja.

Misalnya yang paling mudah untuk dijadikan contoh adalah ketika berada di rumah dan bersama pasangan. Di sinilah muslimah dianjurkan berhias sedemikian cantiknya supaya bisa menyenangkan suami yang melihat. Bukan justru sebaliknya.

Tapi, zaman semakin memikat. Tidak mudah meninggalkan hal-hal yang sudah menjadi trend di masyarakat. Berhijab punya aturan syar'i. Bukan hanya sekadar pakai jilbab lalu jadi. Ada aturan dalam islam yang tidak bisa dilangkahi apalagi diganti.

Tidak benar menggulung lengan baju hingga siku seperti yang sering kita lihat. Sebab tangan juga merupakan aurat yang harus ditutup. Tidak benar juga membuka kaki, sebab kaki juga merupakan aurat. Memang benar, memakai kaos kaki bukan merupakan sebuah kewajiban, tapi yang wajib adalah menutupnya. Entah dengan cara apa pun yang bisa dilakukan. Nah, saat ini yang termudah tentulah memakai kaos kaki.

Mudahnya, aurat perempuan itu sama halnya seperti ketika sedang melaksanakan shalat. Jika ketika shalat kita menutup kedua tangan dan kaki, maka setelah selesai shalat pun aurat kita tetap sama seperti saat shalat. Sama sekali tidak ada perbedaan.

Sayangnya, kita sering dibuat repot sendiri dengan gaya berhijab masa kini. Belum lagi jarum pentul yang menusuk di mana-mana. Yang lebih mengherankan, trend punuk unta justru dijadikan model bergaya. Padahal Rasulullah saw melarang itu.

Dear Muslimah,
Sadarlah bahwa sejatinya kita amat dicintai oleh Allah, diri ini dilindungi sepenuhnya oleh hukum agama. Bukan masalah jika dulu kita pernah lupa dan salah, tapi hari ini mulailah beranjak dari kesalahan lama. Jika tidak mengerti, belajarlah. Jika sedang mencoba, istiqomahlah. Jika ada teman yang belum tahu, ajak dan rangkullah. Jika dihina hanya karena berbeda penampilan, lupakanlah. Sebab dipuji tidak akan menerbangkan kita ke langit, dicaci pun tak bisa mengurangi kemuliaan kita di sisi Allah.


Tulisan ini diikutkan dalam postingan tematik Blogger Muslimah Indonesia
#PostinganTematik #BloggerMuslimahIndonesia
62 comments on "Dear Muslimah"
  1. iya mbak muyass.. sebagian ada yang menjadikan hijab sebagai trend. tapi itu semoga menjadi awal yang baik untuk lebih mengenal syariat. aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar mbak, bahkan dari sana banyak yang akhirnya memilih istiqomah yaa...amiin

      Delete
  2. Belum lagi produsen jilbab yg menjamur yg memang ngincer banget muslimah yaa. Tapi, selagi syar'i dan gak terlalu aneh sih, oke oke saja.. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar mbak, zaman sekarang yang syar'i juga sudah jadi trend, alhamdulillah nggak kalah sama yang lainnya... ^^

      Delete
  3. subhanallah ya mbak.. Allah swt memberi kita aturan Islam agar hidup kita berkah dunia akhirat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bersyukur sekali bisa jadi wanita muslim ya mbak... :)

      Delete
  4. Maa syaa Allaah, Allaah sayang banget dengan kita sebagai muslimah ya mbaak, begitu dimuliakan dan dilindunginya muslimah, tapi terkadang kita yang nggak peka, nggak sadar dengan kasih sayang Allaah itu. Salah satunya dengan turunnya perintah berhijab yang sejatinya itu bukti kecintaan Allaah kepada kita. Dengan berhijab kehormatan kita terjaga, iffah kita terpelihara tapi sayangnya masih banyak muslimah yg belum paham akan hal ini. Berjilbab iya namun belum sesuai syariat sehingga tak heran bila jilbabnya masih mengundang fitnah. Tulisannya mbak jadi reminder bagi saya juga. In syaa Allaah mudah2an kita bisa istiqomah sebagai sebenar2nya muslimah. Aamiin.

    ReplyDelete
  5. Nice share mba. Aku jadi keinget cerita teman gimana beratnya dia ninggalin sesuatu yg dia cintai dengan niat karena Allah, alhamdulillah diganti dengan yang lebih baik akhirnya. Menurut saya, termasuk juga meninggalkan hijab punuk unta ini, apabila dengan niat karena Allah pasti akan ditolong, walaupun mungkin awalnya berat karena sudah terbiasa berpakaian modis. Wallahua'lam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, benar..jika semua dilakukan karena ingin ridho Allah, insya Allah dimudahkan...

      Delete
  6. Alhamdulillah ya Mbak, terlepas dari trend atau hidayah, semakin hari semakin banyak yang berhijab. Teringat 24 tahun yang lalu saat awal saya berhijab, duh susaaah banget. Ujiannya berat, mau nyari busana muslimah juga susah sampe harus ke tukang jahit hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi..benar. Sekarang hampir semua berhijab, alhamdulillah. Semoga dari yang hanya ikut2an bisa istiqomah yaa..amiin

      Delete
  7. hm iya bener mbak, sekarang bahkan di lingkunganku semakin banyak yang berpakaian syar'i alhamdulillah, sedihnya kalau liat ig yg katanya "hijab sebagai fashion" :( macem-macem banget dari yg kayak punuk unta sampe pakaiannya kayak leupeut :( makasih banget tulisannya mbak, buat mengingatkan saya juga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi..semoga mereka yang masih seperti itu bisa istiqomah pakai yang syari...kalau terbiasa justru pakai yang macem2 jadi nggak nyaman, ya

      Delete
  8. Sepengetahuan saya boleh tidak pakai kaos kaki buat yang alergi bisa dengan memanjangkan pakaian. Jadi ada yang pakai gamis sampai menyapu lantai.

    Kalau saya pribadi pakai 1 jarum pentul untuk hijab.. soalnya saya nyaman pakai pasmina lebar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya termasuk yang dilarang dokter pakai kaos kaki mbak, bahkan di dalam rumah pun harus pakai sandal. Memang tidak harus kaos kaki, tapi kalau saya lebih mudah itu, toh nggak lama juga keluar rumah, asal kering aja kakinya pas make. Gak masalah mbak, pakai jarum pentul..hihi..bukan yang dilarang ... :)

      Delete
  9. Alhamdulillah, diingatkan lagi oleh Mbak Muyass untuk bersyukur sebagai seorang Muslimah. Yups, kita dilindungi-Nya dengan aturan Allah Ta'ala tersebut.
    Saya sendiri berusaha terus menjaga ke-syar'i-an dalam berhijab,simpel dan tidak mencolok. Bergaul pun tetap asyik2 aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar mbak, apalagi kalau sudah terbiasa, beda dikit jadi nggak nyaman...

      Delete
  10. Memang benar Mba. Tidak mudah menjaga aurat itu. Tinggal bagaimana seorang muslimah memahami keutamaan dirinya.

    ReplyDelete
  11. Jlebb saya dengan penutup artikelnya: dipuji tidak akan menerbangkan kita ke langit, dicaci pun tak bisa mengurangi kemuliaan kita di sisi Allah.

    Thanks sudah mengingatkan lewat tulisan ini Mbak Muyas..:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 mbak...semoga kita selalu istiqomah ya..amiin

      Delete
  12. Jadi ingat kata2 ustadz di suatu ta'lim, "Kalau pakaian anda belum bisa dipakai sholat, berarti cara berpakaian anda belum betul."
    Terima kasih share tulisannya mbak, jadi mengingatkan kembali :).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, benar mbak. ustadzku juga pernah bilang begitu. Jangan2 ustadz kita samaan lagi..hihi

      Delete
  13. di rumah saat bertemu dengan suami rasanya benar tinggal tenaga sisa alias kebagian capenya ja. jadi ketika suami cape maka istri menyambut dengan tersenyum bener banget.. makasih yaa mba sharingnya.. salam kenal ya mba muyass :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kembali kasih mbak, salam kenal juga.. :)

      Delete
  14. alhamdulillah, terimakasih ya sudah diingatkan tentang pakaian muslimah :)0

    ReplyDelete
  15. Terimakasih remindernya, Mba ;*

    senang dengan banyaknya muslimah berjilbab saat ini, namun juga sedih jika melihat bahwa itu kebanyakan hanya mengikuti trend. Semoga Allah memberi dan menjaga hidayahNya. aamiin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin, semoga kita istiqomah ya mbak.. :)

      Delete
  16. Luar biasa mba. Mungkin banyak sekali di luaran sana yang berfikir bahwa mereka memiliki pendapat tersendiri tentanh hijab.
    Dan semoga Allah memudahkan langkah dan menjaga keistiqamahan seiman sesaudara ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin, semoga yang berhijab bisa istiqomah ya mbak, dan yang belum segera diberi hidayah..

      Delete
  17. Bener banget ... !!! Aurat perempuan sama halnya ketika kita sedang melaksanakan solat :)

    ReplyDelete
  18. Dulu saya takut berhijab salah satunya karena trend hijab yang disegala macemin itu 😂😂 takut kalau pakai hijab yang tanpa gaya, dibilang ndeso. Alhamdulillah ada hijab instan, langsung pakai udah cantik. Gak ribet lagi. Gak kebanyakan jarum pentul

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, sekarang sudah banyak sekali hijab yang nyaman dan bisa dipilih sesuai kebutuhan ya.. :)

      Delete
  19. jadi keinget pertama kali berhijab sempet ditentang sama bapak, alhamdulillah sekarang beliau menerima. dengan berhijab membuat hati semakin tenang sebenarnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, insya Allah niat baik akan selalu dimudahkan oleh Allah ya mbak.. :)

      Delete
  20. Alhmdulillah, nikmat terbesar yang telah diberikan Allah adalah nikmat menjadi seorang muslimah. Semoga kita bisa istiqomah hingga ajal menjemput.

    ReplyDelete
  21. Suka miris kalau ngelihat penampilan muslimah berhijab dewasa ini. Baik yg syar'i maupun belum syar'i banyak yg terdegradasi nilai tak lg sbg sebuah upaya melaksanakan kewajiban tp mjd sarana mencari sensasi dlm dunia fashion. Smg kita istiqomah mjd muslimah sederhana yg menjaga nilai2 syariat

    ReplyDelete
  22. Iya juga sih Mbak, kadang tergoda mau tampil beda tapi tetap syar'i, ternyata agak ribet yaa, hehehe (walaupun banyak juga ditawarkan hijab praktis zaman sekarang).

    ReplyDelete
  23. Islam itu mudah, indah, sederhana dan melindungi. Kitanya aja yang kadang-kadang suka repot sendiri :). Nice post Mbak Muyass.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mbak sudah berkenan membaca...

      Delete
  24. Alhamdulillah mendapat pencerahan lagi dengan tulisan ini. Semoga selalu istiqomah dalam berhijab, di manapun kapanpun selalu berpenampilan rapi dan syar'i. Rasanya malu, melihat anak anak kecil perempuan, sekarang sudah paham dengan hijabnya. Jd saat mereka bermain di luar rumah, jilbabnya gak ketinggalan loh. Padahal usianya masih belia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar mbak, anak-anak sekarang sudah terbiasa berhijab yaa bahkan syari pula.. :)

      Delete
  25. Alhamdulillah sudah diingatkan. Memang ada yang menurut manusia itu baik namun tak baik di mata Allah dan sebaliknya. Saling mengingatkan satu sama lain saja.

    ReplyDelete
  26. Bismillah. Semoga saya bisa berproses untuk terus belajar menjadi muslimah yang baik. Aaamin.
    Terima kasih pengingatnya, Mbak.

    ReplyDelete
  27. terima kasih sudah diingatkan. Tapi saya juga masih dalam proses belajar yang sering kali belum merasa nyaman berhijab

    ReplyDelete
  28. semoga kita semua istiqomah dalam berhijab, nggak buka tutup kayak topi

    ReplyDelete
  29. Allah melindungi muslimah dengan hukum yang telah ditetapkanNya. Ya Allah..andai tahu betapa besar cinta Allah pada hamba hambanya. Makasih sharingnya mbak

    ReplyDelete
  30. Istiqomah memang penuh tantangan. Aku sendiri mengalami fase Demi fase dalam berhijab. Dari yang sekenanya, sampai insya Allah mulai belajar mengikuti Syariat.

    Semoga Kita semua bisa istiqomah ya mbak..

    ReplyDelete

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature

Custom Post  Signature