Top Social

- Bermimpi, Menulis, Berbagi -

Apa Tujuan Hidupmu di Dunia?



Bukan berarti semua orang tidak boleh berkeinginan menjadi kaya raya, tentu saja semua berhak bahkan menjadi kaya bisa membuat kita jauh lebih mudah membantu sesama. Sayangnya, seorang yang kaya raya juga tidak selalu mudah hisabnya. Konon katanya selalu begitu.

Setiap harta yang dimiliki akan ditanyai satu persatu. Dari mana dan digunakan untuk apa? Masya Allah, sungguh merinding jika membayangkan betapa menyeramkannya hari akhir. Tapi, alangkah lebih menenteramkan ketika kekayaan yang dimiliki juga mendatangkan keberkahan sebab didapatkan dengan jalan yang halal dan tidak merugikan orang lain.

Merugikan bagaimana maksudnya?

Misalnya saja, ada seorang polisi yang sudah mencapai tingkatan yang begitu diidamkan oleh banyak orang. Sayangnya, ketika dia sudah merasa berada di puncak, segala yang dilihatnya berubah menyesakkan pikirannya sendiri.

Ternyata, apa yang didapat selama ini tidaklah didapatkan dengan cara yang halal. Ada proses-proses yang disadarinya dipenuhi oleh tipuan. Dia bisa dengan mudah mendapatkan uang hanya dengan memelintir sebuah kasus. Dari orang yang sebenarnya tidak punya salah, bisa menjadi tersangka paling patut disalahkan. Dan ketika dia mulai melakukannya, ada banyak orang yang tidak berdosa bahkan yatim piatu terpaksa mempertaruhkan tempat tinggalnya kepada rentenir hanya demi menebus dirinya di penjara.

Dulunya, dia merasa bangga, pangkat dan jabatan dipunyai dengan mudahnya. Apa yang dia lakukan selalu mendapatkan pujian, termasuk ketika dia ikut merebut sebuah lahan dengan akal-akalan yang sebenarnya tidak pernah patut dilakukan oleh seorang aparat penegak hukum.

Rupanya Allah masih menyayanginya, pelan-pelan rasa tak tenang menghinggapi. Terutama bayangan orang-orang yang terpaksa membayar harga mahal padanya tanpa alasan yang benar. Bayangkan saja, orang tak bersalah bisa memberinya uang hingga ratusan juta hanya karena kelihaiannya memelintir sebuah kasus.

Bayangan serupa muncul silih berganti. Profesi yang dulu begitu diidamkannya kini menjadi sesuatu yang justru menakutkan. Ingin keluar dan menjadi orang biasa, tak mau bersentuhan dengan hal-hal yang ketika dia masuk justru menjeratnya semakin dalam dan sulit baginya keluar atau lepas tangan.

Keadaan yang umum terjadi di sana. Bahkan ketika sebuah misi kemanusiaan diembannya, masih saja ada niat tak bersih di dalamnya. Uang-uang puluhan bahkan ratusan juta bisa didapatkan dengan mudahnya, sayangnya semua itu tak pernah berbekas apa pun baginya. Habis begitu saja. Bahkan seringkali dia mendapatkan kerugian, entah ditipu orang atau mengalami usaha yang gulung tikar.

Ternyata apa yang disebut tidak berkah mulai dirasakannya. Ketika sakit dan mengharuskannya menjalani operasi, bayangan orang-orang yang pernah dipermainkannya dan dirugikan hingga jutaan bergiliran di depan mata. Satu persatu menyentuh hati, dia harus memperbaiki.

Bersyukur, dia masih punya rasa sesal dan punya keinginan untuk memperbaiki. Meski entah sudah berapa orang telah dirugikannya.

Sungguh tidak ingin mendapatkan cerita yang sama seperti yang diterima oleh rekan kerjanya yang lain, yang pada akhirnya bukan hanya hartanya yang habis tak bersisa, tapi juga anak satu-satunya menjadi orang paling mencelakakan dirinya sendiri. Menjadi pecandu narkoba dan merusak kehormatan orang tuanya sendiri.

Lelaki yang telah berada di puncak itu sekarang justru berharap menjadi bukan siapa-siapa. Asal halal, asal berkah, insya Allah bahagia pun ikut berbaur di dalamnya. Tidak seperti saat ini, tidur pun dihantui rasa bersalah.

***

Bersyukurlah ketika ada rasa tidak nyaman saat sedang melakukan sesuatu yang tidak dibenarkan di dalam agama, pekerjaan yang menimbulkan keraguan yang tidak menenteramkan itu harus segera ditinggalkan. Begitulah islam mengajarkan. Semoga, tidak sampai hati ini dilulu atau dibuai oleh kebahagiaan yang rupanya kelak akan merugikan bukan hanya di dunia tapi juga kelak di akhirat.


Belajar dari kisah ini, kekayaan yang didapat bukan dengan cara yang halal ternyata tidak akan mendatangkan kebahagiaan, ada saja kemalangan yang terjadi setelahnya, entah musibah, nasib buruk atau bahkan hati yang tak karuan. Berhati-hati ketika mencari nafkah bagi keluarga, jangan sampai anak-anak makan dari harta yang haram. Termasuk di dalamnya jangan bermain-main dengan riba serta  tidak amanah. Semua itu tidak akan menjadi apa pun ketika dimakan dan disimpan kecuali mendatangkan keburukan yang pada akhirnya kita juga yang akan merasakannya.
2 comments on "Apa Tujuan Hidupmu di Dunia?"

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature

Custom Post  Signature