Belajar Sejarah di dalam Al-Quran

sumber


Belakangan semakin ramai dan banyak yang peduli dengan sejarah. Di surat kabar pagi ini saya menemukan beberapa tulisan yang berkaitan dengan sejarah. Sejatinya sejarah memang ada bukan untuk dilupa. Adanya sejarah menjadi suatu pembelajaran berharga.  Jangan membuangnya seperti mantan. Yang habis manis sepah dibuang…he. Kita tentu orang-orang yang tidak akan lupa seperti kacang lupa pada kulitnya. Kita menjadi besar dan berharga sebab ada orang-orang yang berbaik hati mengukir sejarah di belakang kita. Dengan adanya sejarah pula kita bisa belajar dari kesalahan orang-orang terdahulu.

Alquran menjelaskan lebih banyak tentang sejarah kesombongan seorang anak manusia. Disebutkan di dalamnya seorang manusia biasa yang mengakui dirinya sebagai Tuhan. Atas kesombongannya, dia binasa setelah sebelumnya ditenggelamkan di dalam lautan.

Masya Allah, sejarah tentang Fir’aun sejatinya tidak bisa dipungkiri kebenarannya. Sampai kapan pun kandungan Al-Quran tidak pernah bertentangan dengan kebenaran ilmiah. Para peneliti menyebutkan bahwa di dalam mayat Fir’aun yang telah diawetkan terdapat kandungan garam yang sangat tinggi. Hal itu menjawab kebenaran tentang kematian Fir’aun yang tenggelam ditelan lautan.

Belajar dari sejarah membuat kita tahu banyak hal. Bagaimana seorang yang serakah dibinasakan, bagaimana orang yang dzalim dikembalikan, bagaimana orang yang durhaka dihukum bahkan sebelum dia meninggal. Sayangnya tidak banyak juga yang peduli.

Masih saja kita temukan muslim yang mendzalimi saudaranya. Masih banyak kita jumpai manusia serakah yang mengambil hak banyak orang, hanya demi dirinya, kesenangan pribadi yang seolah tak pernah ada habisnya. Maka, seperti itulah orang-orang yang meninggalkan sejarah.

Belajar dari sejarah tentu akan membuat kita menjadi pribadi lebih baik. Seharusnya tidak ada lagi muslim yang menjadi sombong sebab kesombongan telah membinasakan Qarun serta Fir’aun. Apakah kita juga mau kejadian sama menimpa? Bukankah kesombongan itu hanya milik Allah, jika salah satu dari kita menyombongkan diri, maka tinggal menunggu saja waktu Allah membinasakan.

Bersyukurlah jika kita masih bisa membaca sejarah. Sebab di dalamnya banyak sekali pelajaran. Bukan karena banyaknya pasukan perang, Rasulullah saw bisa menang, tapi karena kehendak-Nya pasukan yang tak seberapa itu bisa merebut kemenangan.


Bukan seberapa banyak yang kita punya sehingga kita bahagia, tapi seberapa banyak kita beryukur, maka itulah kebahagiaan yang sebenarnya. Insya Allah, membaca kembali tentang sejarah akan membuka mata kita. Membuat kita semakin berhati-hati dalam melangkah. Dan Al-Quran adalah sebaik-sebaik sejarah yang bisa menuntun kita menuju kebahagiaan. 

Tulisan ini diikutsertakan dalam One Day One Post bersama Blogger Muslimah Indonesia 
#ODOPOKT1


30 comments:

  1. Setuju Mbak..Alquran lah sebaik-baiknya sejarah yang menuntun kita agar bahagia...:)

    ReplyDelete
  2. Al quran sebaik-baiknya berita ya, mba. Segala yang baik dan yg buruk tercatat di sana. Tinggal bagaimana kita mau belajar atau tidak

    ReplyDelete
  3. Akupun pasti merujuk ke Al-Qur'an untuk mempelajari sejarah, atau kalau anak bertanya, aku selalu mengutamakan Al-Qur'an untuk mencari jawabannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itulah yang sebaik-baik penuntun dan jawaban...

      Delete
  4. Membaca kembali sejarah, akan membuka mata hati kita, agar bisa menjalani hidup dengan lebih baik

    ReplyDelete
  5. belajar sejarah dari Alquran. Peer banget ini. Baca tafsir aja belum khatam-khatam. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar mbak, kadang keinginan itu dikalahkan oleh hal lain ya..

      Delete
  6. Makasih sharing nya Mba. Self reminder banget buat banyak2 bersyukur. Dan harus lebih mendekatkan diri sama Allah, juga Al-Quran...

    ReplyDelete
  7. betul sekali. Alquran pun mengajari kita untuk suka belajar sejarah ya :)

    ReplyDelete
  8. Suka dengan kalimat ini "Bukan banyaknya harta yang membuat kita bahagia,tapi seberapa banyak kita bersyukur itulah kebahagiaan sebenarnya" ^^

    ReplyDelete
  9. Betul banget Mbak, sejarah yang terulang menandakan kita tidak mengambil pelajaran darinya.

    ReplyDelete
  10. salam kenal mbak.

    bersyukur banget ya kita jadi muslimah karena punya Al Quran ^^

    ReplyDelete
  11. Ya, sejarah dalam Al Quran sangat banyak, dan gak bisa dibayangkan jika semua sejarah itu dilupakan. AL Quran justru yang paling getol mengajarkan kita akan sejarah.

    ReplyDelete
  12. Benar mbaak.... banyak kisah dalam Alquran yang dapat kita jadikan pelajaran.


    Salam kenal ya mbak, masih newbie nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga mbak... Sama2 baru belajar juga.. ^^

      Delete
  13. Ia mbak, sejarah banyak tertuang dalam kitab suci Al-Qur'an, mulai dari kisah nabi Adam hingga Muhammad. Jadi reminder banget nih buat sering baca Al-Qur'an sekaligus dengan terjemahannya , krn sbgai umat islam seharusnya kita bisa lebih mengenal sejarah kebudayaan agama kita untuk jadi pelajaran dalam menjalani kehidupan. Ia nggak mbak? Btw salam kenal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali mbak...salam kenal juga... ^^

      Delete
  14. Yup sepakat mbak. Salam kenal ya 😘

    ReplyDelete
  15. Sepakat banget nih, yang membuat bahagia itu bagaimana kita bersyukur...

    ReplyDelete