Roti Manis Isi Kacang Hijau

September 22, 2017



Assalamualaikum…kemarin saya sempat membuat roti setelah lama tidak baking. Alasannya sih karena nggak punya stok terigu protein tinggi di rumah. Terigu protein tinggi ini agak susah nyarinya ketimbang jenis terigu lain. Karena males mau pergi jauhan dikit dan nunggu paksu libur, alhasil nggak baking beberapa hari. Alasan yang nggak  banget, kan?

Sebelum membuat roti, saya membuat isiannya dulu. Kali ini saya buat dari kacang hijau. Maunya simpel dan dapat banyak dalam waktu cepat…he. Tapi tetap harus enak. Nah, selama ini isiannya kadang saya isi dengan mesis coklat, kadang selai coklat, kadang keju oles, kadang juga isian keju manis homemade. Yang terakhir ini bikinnya gampang juga dan enak. Insya Allah next saya bagi resepnya, yaa…

Saya hanya pakai resep ini saja ketika membuat roti. Kadang hanya modifikasi pada jumlah kuning telur dan airnya. Resep ini sudah cocok banget. Saya lebih suka tekstur roti yang lembut daripada kokoh gitu. Jadi saya suka pakai air agak banyak dan kuning telur ditambahkan. Semua tergantung selera saja, ya.

Kemarin saya buat sekaligus adonan dengan terigu 500gr. Lumayan pegel nih ngulennya karena saya pakai handmixer bukan pakai mixer roti. Kalau pakai tangan bisa nggak? Sangat bisa. Sebelum pakai hand mixer, dulu saya selalu pakai tangan untuk ngulen roti. Asalkan sabar dan sampai kalis insya Allah rotinya tetap empuk.

Nah, tanda kalis banget itu sudah sering saya sebutkan di antaranya nggak lengket, adonan terlihat agak mengkilat dan bisa dibentangkan (ditarik) bisa sampai tipis dan tidak mudah sobek. Kalau belum bisa dibentangkan lebar dan tipis, sebaiknya lanjut ngulennya ya sampai kekar lengannya…he.

Kalau pakai hand mixer juga ada triknya. Karena beberapa orang sampai patah lho mixernya. Kebetulan itu temen saya juga yang mengalami waktu mencoba salah satu resep roti saya. Saya kurang paham kenapa bisa sampai patah. Karena selama ini saya pakai hampir setiap hari dan kadang dengan adonan 500rg juga nggak masalah kecuali panas, yaa…he. Maksa kan sebenarnya pakai hand mixer, tapi buat emak-emak yang ditongkrongin bocah setiap saat, ini akan sangat membantu.

Sebelumnya saya bukannya nggak pernah gagal, lho. Karena saya juga sempat merusak satu hand mixer dan agak trauma waktu punya yang baru. Jadi, adonan rotinya naik sampai masuk dalam mixer dan itu bikin mixer gosong dan berasap…haha. Setelah itu diperbaiki dan bolak balik dibongkar pun tetap panas setiap dipakai. Alhasil saya harus ganti mixer baru.

Nah, sebelum mencoba, saya akhirnya googling dulu dong. Nggak mau kejadian sama terulang lagi. Karena sebagian orang ada juga yang bermasalah seperti saya. Setelah saya belajar teknik yang tepat, saya pun mulai pakai hand mixer lagi dan sampai sekarang alhamdulillah nggak masalah.

Nah, tekniknya saya sebutkan, ya. Pertama hati-hati pasang spiralnya. Yang ada plastik putihnya itu harus bagian kiri. Sebab sebelumnya saya pasang asal dan akhirnya itu adonan naik sempurna ke atas. Nggak bisa dicegah. Mungkin itu tumbal…haha. Entah saya yang ceroboh banget atau gimana. Setahu saya sebelumnya spiralnya dipasang di mana saja boleh...he. 

Kedua, kalau mengaduk pakai speed rendah aja. Apalagi kalau pertama masukin adonan. Nggak usah pakai speed tinggi karena memang adonan roti ini berat ketimbang adonan putih telur buat cake. Pastilah sangat berbeda.

Ketiga, jangan lupa selalu matikan dan istirahatkan mixernya. Jangan sampai kepanasan dan gosong. Jadi setelah mixer beberapa saat, matikan. Apalagi di akhir biasanya mixer tambah panas. Matikan agak lama bukan masalah kok sampai suhunya turun. Agak ngeri juga kan kalau sampai meledak. DUAAR!!

Nah, lho…hehe. Keempat jangan lupa kalau kita sebenarnya sedang mengaduk adonan roti yang berat banget. Jadi saran saya jangan paksa mixer bergerak sesuai kemauan kita tapi kitalah yang ngikutin gerakan mixer ke mana. Sambil diputar bowl-nya juga oke. Jadi jangan memaksa mixer berdiri tegak kayak kita sedang mixer putih telur. Bisa encok mixernya.

Nah, kira-kira begitu tips ala saya bagi yang ingin mencoba mengulen dengan hand mixer. Kalau ada rezeki alangkah bahagianya punya mixer roti yang harganya aja setara dengan motor matix…kwkwkwk. Suami langsung ngumpet di bawah ranjang takut ditodong, yaaa….he. Buat roti yang hanya dikonsumsi untuk keluarga, pakai hand mixer saja sudah cukup. Meski agak berkorban pegang sih bukan masalah. Anak-anak saya malah nongkrongin di depan saya, lalu minta adonan yang masih mentah. Kadang si bungsu berebutan mau ngulen juga. Pokoknya rame dan riweh. Tapi entah kenapa saya hampir setiap hari bikinnya. Mungkin karena senang juga dan suka ketika keluarga saya juga menyukainya.

Paksu termasuk yang selera makannya cukup baik ketimbang saya dan anak-anak. Nah, kalau ada makanan kurang cocok di lidahnya, dia hanya akan mengendusnya. Serius! Tapi, kalau enak dia nggak bakalan komen dan diam seribu bahasa sambil ngunyah. Dan bersyukurnya, paksu termasuk yang sangat menikmati roti buatan saya sekarang. So, apa alasan saya malas baking kalau semuanya suka dan jelas bahannya nggak pakai pengawet dan bread improver? Yuk, ah bikin sendiri di rumah. Kalau sekali sudah berhasil, yang kedua pasti bakalan ketagihan…cus ah…

Bahan Isian:
250gr kacang hijau, rendam sehari semalam
Secukupnya gula pasir

Bahan Roti:
450gr terigu protein tinggi (contoh merek Cakra)
50gr terigu protein sedang atau rendah (contoh Segitiga)
3 kuning telur
125ml air hangat kuku
2sdt ragi instan atau Fermipan
125-130ml air es
2 sachet susu bubuk
60gr gula pasir
90-100gr gular pasir (tergantung selera)
100gr butter atau margarin
1/4sdt garam

Cara Membuat:
·         Bahan isian: Rebus rendaman kacang hijau sampai empuk. Matikan. Tujuan direndam lama supaya kacang hijau cepat empuk saat direbus dan belum sampai pecah kulitnya dia sudah empuk banget.
·         Haluskan dengan chopper jadi tanpa air ya supaya pas dikeringkan cepat prosesnya.
·         Masukkan dalam wajan atau teflon. Nyalakan api kecil. Masukkan gula pasir secukupnya saja. Aduk terus sampai mengental. Matikan.
·         Bahan roti: Campur air hangat dengan 1sdm gula pasir dan ragi. Aduk rata dan biarkan sampai berbusa. Nah, dengan cara seperti ini, ragi akan terlihat apakah aktif atau mati. Kalau sampai 5 menit belum juga berbusa, maka kita harus menggantinya dengan ragi baru. Tandanya ragi itu mati dan tidak berfungsi lagi.
·         Campur semua bahan sisa kecuali butter dan garam. Ingat, butter dan garam selalu kita campur di akhir, ya. Aduk semua bahan sisa dan campuran ragi. Uleni sampai rata saja. Nah, setelah itu baru masukkan butter dan garam. Uleni sampai kalis elastis kurang lebih setengah sampai satu jam. Ah, lama sekali…hihi. Tergantung tingkat kesabaran…hehe. Nggak juga. Tergantung seperti apa ngulennya dan alat apa yang digunakan. Ini hanya perkiraan saja selama ini.
·         Bulatkan adonan. Olesi permukaannya dengan minyak. Jadi caranya, kita olesi tangan dengan minyak sayur. Lalu bulatkan adonan. Diamkan dengan ditutup lap bersih selama 1 jam atau tergantung suhu juga. Diamkan sampai mengembang 2x lipat.
·         Setelah mengembang, tinju adonan untuk membuang udara. Timbang sesuai selera. Biasanya roti ukuran sedang beratnya 35-40gr. Bulatkan dan diamkan 10 menit. Kalau tangan agak lengket balur saja dengan terigu sedikit saja.
·         Beri isian dan mulai bentuk sesuai selera. Bisa dibuat roti sobek, roti jamur dengan dimasukkan loyang cup cake, atau juga bisa dibuat roti jomblo alias satu-satu…he.
·         Diamkan lagi selama 1 jam atau sampai mengembang 2x lipat.
·         Panaskan oven suhu 180’C selama 10 menit sebelum digunakan. Panggang selama 15 menit-20 menit untuk api atas bawah. Kalau ovennya kecil dan atasnya cepat gosong, gunakan 15 menit api bawah, dan 10 menit api atas. Saran saya kenali oven masing-masing, ya. Supaya nanti matangnya merata dan tidak over juga. Kalau kelamaan roti bisa kering. Kalau kurang juga roti bisa mimpes dan nggak mateng.
·         Setelah keluar dari oven, olesi atasnya dengan margarin atau butter.

Ini roti jamur yang saya maksud. Jangan lupa pakai cup kertas, ya.


Ini hasilnya setelah dipanggang

Ini roti jumbo banget, pakai 65gr adonan

Untuk loyang ini, bulatkan adonan roti dan beri jarak, ya.

Seratnya bagus banget, kelihatankan empuknya ^^


Meski lumayan panjang perjalanannya, tapi percayalah, hasilnya sebanding dengan apa yang kita usahakan. Apalagi kalau makan roti panas-panas, hmm, rasanya enaak banget! Kemarin paksu baru pulang ngantor saya sodorin satu loyang roti keset, dan setelah kembali saya lihat, sudah kosong loyangnya…he. Yuk, ah bikin. Ini rasanya pas banget dipadu dengan isian kacang hijau yang lembut dan manis. Selamat mencoba…


Baca juga resep Roti Empuk Isi Sosis

You Might Also Like

11 comments

  1. Huaaa..kelihatannya empuk banget ya mbak. Enak nih dinikmati dengan segelas teh hangat :)

    ReplyDelete
  2. wih, bsia bikin roti yang mengembang dengan bagsu itu sih pastinya jago masak

    ReplyDelete
  3. Kyknya enak nih..berarti isiannya bisa diganti ya mba, ga harus kacang hijau

    ReplyDelete
  4. Kyknya enak nih..berarti isiannya bisa diganti ya mba, ga harus kacang hijau

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul mnak. Isiannya bisa apa saja sesuai selera

      Delete
  5. Mbak, aku udah pernah nyoba resepmu, tapi belom sukses..kwkwkw..nggak berani pajang. Kalao deket aku mau berguru nih sebenarnya..
    Tapi, yang penting aku mau coba lagi dan lagi biar bisa laporan rotiku sudah jai!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum berhasilnya kenapa mbak? Coba mungkin aku bs bantu...Semangat ya mba. Dulunya aku juga banyak gagalnya tapi untuk resep lain. Untuk resep2 ala KSB ini lebih mudah dicoba buat pemula...semangaat ya mbak :)

      Delete
  6. Cakep cakep banget rotinya. Ada resep yg pake kukus gak mba. Sy gak punya oven

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau kukus mungkin bapao ya mbak. Insya Allah next saya posting resepnya yaa... :)
      Pernah juga ada yg ngukus rotinya tapi saya pribadi belum pernah coba...

      Delete

Popular Posts

Google+ Badge

Most Popular