Musim Hujan

September 28, 2017

sumber


Musim hujan tiba-tiba saja datang setelah sebelumnya kemarau panjang seolah tak akan pernah berakhir. Sumur-sumur dan pompa air tetangga sebelah rumah mulai mengering dan hanya menyisakan satu dua tetes saja. Kemarin, sebelum pagi beranjak hangat seperti biasa, hujan mengguyur deras kota. Tidak hanya di Jakarta, ternyata hujan merata hampir di semua tempat. Alhamdulillah, kota Jakarta yang pengap dengan asap knalpot dan sedikitnya udara bersih kini mulai segar lagi. Aroma tanah menyentuh cuping hidung. Hmm, sepertinya musim hujan baru saja dimulai.

Nah, saat musim hujan seperti sekarang kita harus lebih waspada terutama pada nyamuk-nyamuk yang seharian saja sudah bertambah puluhan di rumah. Sore tadi, saat kakak mengeluh banyak nyamuk, saya segera mengambil obat nyamuk dan menyemprot sekitar ruang tengah. Nggak lama nyamuk-nyamuk sudah tergeletak tak berdaya dan pusing dibuatnya. Akibat iseng dan kurang kerjaan, akhirnya terkumpullah sekitar 20 lebih ekor nyamuk. Iya, ekornya saja…he.

Sempat ada trauma sih sama nyamuk sebab si kakak dulu sempat kena DBD. Tapi, kenanya ternyata bukan di rumah sendiri tapi di rumah utinya. Kejadian itu benar-benar membuat saya lebih hati-hati apalagi saat keluar rumah. Selalu oleskan obat nyamuk sebagai langkah pencegahan. Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati, kan?

Saya sampai tidak mau menampung air di dalam bak mandi dan memilih memakai shower saja. Karena telur nyamuk di sini cepat sekali munculnya. Belum seminggu dikuras sudah ada jentik. Itukan menyeramkan sekali. Lagi-lagi karena saya mengurus rumah sendiri, akhirnya saya memutuskan nggak usahlah menampung air toh nggak terlalu penting juga. Anak-anak juga selalu pakai shower.

Saat musim hujan, penyakit juga mulai menjangkiti orang dewasa dan anak-anak. Entah batuk pilek disertai demam, diare dan muntah atau disebut juga dalam bahasa medisnya gastroenteritis. Wajar banget terjadi dan biasanya hampir semu disebabkan oleh virus yang nggak butuh obat.

Kebetulan beberapa hari ini saya juga sedang flu berat dan batuk. Si bungsu demam dan kakak baru saja enakan. Saat seperti ini penting sekali terutama bagi dewasa yang sedang sakit untuk menahan diri supaya jangan terlalu dekat denan anak-anak. Kasihan jika mereka tertular. Usahakan pakai masker dan rajinlah mencuci tangan.

Kebanyak mengeluh kenapa sih obat sudah habis tapi anak saya masih flu dan batuk? Bu, batuk pilek itu disebut juga common cold yang penyebabnya adalah virus. Kalau sudah jelas virus tentu nggak butuh obat. Terlalu banyak obat justru akan memperberat kerja ginjal. Kasihan kan anak-anak sekecil itu harus menghabiskan obat sekantong hanya demi memenuhi kepanikan orang tuanya?

Kalau sempat main-main deh ke web resminya AAP, kids health, mayo clinic. Kalau kesulitan menerjemahkan bisa pakai terjemahan dari google atau masuk saja web milis sehat. Belajar itu bisa dari mana saja. Nggak harus jadi dokterkan buat ngerti apa itu common cold dan gastro…he.

Saya juga sangat menyarankan supaya kalau membaca dan belajar jangan setengah-setengah. Kalau hanya tahu common cold nggak perlu obat, saat anak sesak dia biarkan di rumah. Padahal itu sudah termasuk tanda gawat darurat dan harus ke dokter. Jadi, plis belajarlah yang lengkap.

Saat musim hujan juga, saya bakal kedatangan tamu baru. Yup, baru seharian hujan, malamnya sudah kena urtikaria. Kalau kemarau sepanas kemarin, dermatitisnya kambuh. Masya Allah, nikmatnya..he. Ini alergi yang entah kapan akan berakhir.


Semoga musim hujan membawa berkah. Meski kadang suka nggak tega lihat si kakak yang kehujanan berangkat sekolah. Semoga semua sehat-sehat , ya…Amiin.

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Google+ Badge

Most Popular