Rindu

July 12, 2017



Bersyukurlah, masih dengan mudah kau pandangi sumringah di wajah kedua orang tua, tepat ketika melihatmu datang menyambangi meski hanya sekadar menanyakan kabar.

Kerutan halus semakin berlipat ganda ketika kutatap wajah Bapak. Rasanya tahun kemarin rambut yang semakin menipis itu dipenuhi legam. Sekarang, warna perak tampak lebih dominan. Ah, bagaimana aku bisa meninggalkanmu begitu lama sedangkan selama ini, keluh dan bimbangku tak henti kau temani, Pak?

Aku menjadi saksi betapa gigihnya Bapak mencari nafkah. Tak sedikit pun mengeluh meski sebenarnya rupiah yang kau genggam bahkan tak terlihat selembar pun. Bersyukur meski kita terpisah jarak, namun kebaikan serta doamu masih melekat padaku. Aku pergi bukan hendak mendurhakai, namun sebagai istri mustahil menjauhi suami. Sebuah pernikahan yang telah Bapak saksikan, kini membawaku semakin menjauh dan meninggalkan masa tuamu dalam sunyi.

Aku hanya butuh waktu untuk bisa benar-benar merasakan apa itu arti sepi. Menjadi tua dan memiliki anak-anak yang beranjak dewasa. Melihat mereka pada akhirnya memiliki kehidupan sendiri. Namun, selalu harap tak pernah lepas, ingin bersama meski usia telah terpaut begitu jauh.

Ibu mengatakan di sela derai tangis yang semakin deras, bahwa dirinya tak masalah berpisah dengan anak-anak. Meski seumur hidup dikorbankan untuk membesarkan dan merawat, namun pada akhirnya tak sedikit pun balas yang diminta. Hanya ingin  anak-anak merasa bahagia. Tak perlu memberikan sepeser uang asal tak menyakiti, itu sudah cukup melegakan.

Ibu. Bersyukur jika doa-doa yang selalu dipanjangkan setiap akhir malam, membawaku pada kehidupan saat ini. Jika bukan karena kebaikan dan doa tulus, maka dari mana aku bisa menapaki kehidupan dengan gemuruh penuh bahagia ini?


Terima kasih, sedikit pun tak akan mampu kubalas semua kebaikan yang mengalir dalam setiap hembusan napas..


Bersyukur masih diberi kesempatan untuk menatap, memeluk meski harus sesenggukan. Hari ini, ketika aku menolak pergi, justru kenyataan semakin membawaku lari menjauh dari mereka. Bapak dan Ibu, semoga selalu sehat dan bahagia...Amiin.

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Google+ Badge

Most Popular