10 Cara Ini Bisa Mengatasi Kepanikan Saat Anak Demam

May 30, 2017


Keep calm! Jangan panik saat anak demam. Terdengar ringan namun ternyata sulit sekali dipraktikkan. Ketika suhu tubuh anak mulai naik, secara spontan kita meresponnya secara berlebihan. Padahal, kebanyakan demam yang dialami anak-anak tak selalu menandakan penyakit berbahaya, lho!



Demam sebenarnya bukanlah penyakit yang harus ditakutkan. Sebab demam sendiri ternyata sangat berguna bagi tubuh manusia. Ingat, Allah tidak menciptakan sesuatu melainkan menyertakan pula manfaat di dalamnya. Termasuk demam.

Demam adalah alarm atau respon positif dari tubuh manusia saat melawan infeksi. Jadi, kalau anak demam jangan buru-buru menurunkan demamnya, sebab demam sendiri berguna untuk melawan virus atau bakteri yang sedang menyerang tubuh manusia. Hal penting yang harus dilakukan adalah memikirkan penyebab demam. Selama penyebabnya belum diatasi, maka demam pun akan tetap muncul.

Lalu apa saja yang harus dilakukan saat anak-anak kita yang sebelumnya aktif berlarian ke sana ke mari  tiba-tiba menggigil karena suhu tubuhnya tinggi?

1.      Pastikan anak tidak kurang cairan. Karena dehidrasi sangat berbahaya bagi tubuh.
2.      Ukur suhu dengan termometer bukan dengan perasaan. Disebut demam bila suhu tubuh mencapai >38’c.
3.      Kompres hangat serta berendam di dalam bak berisi air hangat sangat efektif membuat anak nyaman. Ingat! Jangan kompres dengan air dingin. Karena kompres dengan air dingin justru memicu tubuh untuk menaikkan suhu.
4.      Memakai pakaian tipis dan nyaman, serta jaga ruangan agar tidak pengap.
5.      Jika demam tinggi, bisa memberikan obat penurun panas. Tapi ingat, obat penurun panas tidak berfungsi menghilangkan demam, namun hanya menurunkan beberapa derajat saja. Selama infeksi masih terjadi dan penyebab demam belum diatasi, akan tetap terjadi demam.
6.      Amati perilaku anak. Jika demam yang disebabkan virus, biasanya anak-anak akan ceria kembali saat demam turun. Itu tandanya mereka masih oke. Berbeda dengan demam berdarah, meskipun sebabnya virus, namun suhu tubuh yang menurun diikuti pula oleh kondisi anak yang semakin lemas dan tak bertenaga. Jadi perhatikan betul klinis mereka.
7.      Pelajari tanda gawat darurat. Misalnya saja segera ke dokter saat anak sesak, kejang, lemas dan tidak mau minum.
8.      Segera ke dokter saat demam lebih dari 72 jam. Kebanyakan orangtua bahkan sudah memeriksakan kondisi anaknya ketika demam baru terjadi sehari. Padahal, beberapa demam yang disebabkan virus akan turun sebelum 72 jam. Bahkan saat 72 jam. Misalnya saja roseola. Penyakit yang disebabkan virus ini tidak menunjukkan gejala lain selain demam tinggi selama 2-3 hari. Setelah demam turun, muncullah ruam. Begitu juga demam berdarah, hasil periksa darah akan diketahui setelah demam berlangsung 72 jam. Sebelum itu tidak bisa diketahui. Kondisi ini akan membuat anak trauma karena harus bolak balik melakukan pengambilan darah. Jadi, periksa darah di waktu yang tepat, ya!
9.      Orangtua juga harus pandai meskipun bukan dokter atau tenaga medis. Menjadi konsumen kesehatan yang aktif nyatanya sangat dibutuhkan saat ini. Sebab tak banyak tenaga kesehatan yang mampu mengedukasi pasiennya. Jadi, tetaplah rasional dengan ikut aktif belajar dan banyak bertanya. Pasien juga punya hak untuk tahu.
10.  Mengerti dan memahami bahwa kebanyakan anak-anak demam disebabkan infeksi virus yang tak memerlukan obat. Virus bisa sembuh hanya dengan daya tahan tubuh. Infeksi virus tidak bisa disembuhkan dengan antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak bijak bisa memicu resistensi yang justru sangat berbahaya. Dan ternyata, kebanyakan tenaga kesehatan begitu mudah memberikan antibiotik meskipun penyakitnya disebabkan oleh virus. Jadi penting sekali bagi orangtua untuk mengetahui ini.

Beberapa informasi di atas mungkin bisa berguna mengurangi kecemasan saat anak-anak demam. Keep calm ya, Mom! Panik boleh saja asal tidak berlebihan dan tetap rasioanl!

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Google+ Badge

Most Popular