#Memesonaitu Tampil Jadi Diri Sendiri


            Saya termasuk orang yang tak pandai merias wajah. Walaupun sekadar pakai lipstik. Jujur saja, malas rasanya memoles wajah dengan macam-macam kosmetik. Sehari-hari saya hanya memakai sabun pembersih wajah. Setelahnya tak ingin memakai apa pun. Ketika keluar rumah pun saya tak pernah berpikir ingin memakai pewarna bibir, pensil alis apalagi maskara. 


            Sebenarnya saya suka melihat wanita yang berdandan cantik dengan porsi yang pas. Tak terlalu tebal tapi memesona. Asalkan wanita itu bukan saya. Intinya saya tidak percaya diri. Merasa hanya setengah cantik. Kalau dipoles malah lebih seram hasilnya.
Suami saya juga termasuk orang yang tak suka melihat istrinya pakai kosmetik berlebihan. Kalau ada wanita lain memakai bedak terlalu tebal dia pasti nyeletuk heran, “bedaknya dipakai semua.”
            Saya hanya tertawa. Ya, wajarlah istrinya memang sehari-hari tak suka berdandan. Dulunya saya pernah memakai bermacam-macam merek kosmetik terutama untuk pelembab wajah. Beberapa kali pula saya mengalami masalah. Saat SMA, saya mencoba beberapa merek. Tapi, rupanya wajah saya tak cocok. Berjerawat. Ukurannya besar-besar pula. Sepertinya saya memang tak bisa berdandan seperti teman-teman lain.
            Akhirnya saya memakai kosmetik bayi. Baby cream untuk bayi saya pakai sebagai pelembab wajah. Hingga akan menikah pun, suami saya membawakan seserahan berupa kosmetik bayi. Kalau diingat lucu juga. Entah apa yang dipikirkan oleh keluarga suami saat itu.
            Sejak menikah dan pindah ke Jakarta, saya hanya melakukan banyak aktivitas di dalam rumah. Full time mom. Tak banyak yang bisa saya kerjakan di luar rumah, karena saya sendiri termasuk orang yang tak suka ke mana-mana kecuali bersama suami. Jadi, berdandan pun menjadi sangat jarang. Saya bersyukur, suami tak pernah menuntut apa pun dari saya. Bisa dibayangkan kalau dia menyuruh saya berdandan heboh, bisa tersika hidup saya.
            Saya pun mengerti, tampil sempurna di depan suami adalah sebuah kewajiban. Sempurna dalam artian berusaha terlihat sebaik mungkin ketika bersama pasangan. Saya yang tak pandai berdandan pada akhirnya memilih menjaga kebersihan dan merawat diri saya sebaik mungkin. Tidak mau ada sisa aroma dapur menempel pada pakaian apalagi badan.
            Suami pasti sangat lelah ketika menginjakkan kaki di rumah. Dia berangkat jam enam pagi dan baru kembali saat langit berubah gelap. Perjalanannya pun ke tempat kerja tak bisa dikatakan cepat. Menempuh empat puluh kilometer setiap hari. Saya yang mengantarkannya setiap pagi hingga pintu pagar merasa tak tega. Lelahnya dia mencari nafkah sampa-sampai jarak sejauh itu pun seolah bukan masalah.
            Ketika sampai di rumah, saya ingin suami merasa nyaman. Melihat istrinya resik dan wangi. Menikmati makanan yang saya masak spesial untuknya. Memandang anak-anak yang sudah bersih dan tak belepotan sisa makanan. Rumah yang terurus. Saya ingin melakukan hal-hal sesederhana itu ketika membukakan pintu dan menatap lekukan wajahnya pertama kali sejak kami berpisah pagi harinya.
            Sangat sederhana. Sebab kami pun memang tak pernah saling menuntut. Saya menyukai dia seperti dia menyukai saya tanpa alasan. Sebab sebuah alasan yang awalnya terasa ringan mungkin suatu saat akan jadi batu sandungan dalam kehidupan rumah tangga kami.
            Saya tak mempermasalahkan dia yang malas mandi. Dia pun tak mempermasalahkan saya yang tak pandai berdandan. Ah, hidup itu sebenarnya memang sangat sederhana. Keinginan saja yang membuatnya jadi rumit.

Ikuti kompetisi #Memesonaitu bersama Vitalis

            Meskipun pada akhirnya saya tak pernah secantik miss Indonesia, setidaknya saya bisa jadi diri sendiri. Berpenampilan rapi dan tentunya wangi. Beruntung saya menemukan keharuman floral powdery dan musky yang lembut dalam Vitalis Body Scent Blossom. Saya suka wanginya yang memikat. Aromanya menciptakan rasa damai dan tenang. Saya pun merasa lebih percaya diri meskipun hanya tampil sederhana.
            Vitalis menciptakan setiap produknya dengan kemasannya yang elegan. Keharumannya memancarkan kilau wanita modern. Vitalis jenis body scent ini juga sangat mudah digunakan karena bisa langsung dipakai pada kulit. Saya pun tak ragu menaruhnya di dalam tas. Membawanya setiap kali bepergian.
            Sekarang, bukan masalah jika saya tak pandai merias wajah, asalkan bisa tampil rapi dan harum, rasa percaya diri saya pun kembali. #Memesonaitu tampil jadi diri sendiri. Tak perlu memaksa jadi orang lain. Sebab setiap orang diciptakan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. You are a special woman! Terima kasih Vitalis. You are my best partner!





          

2 comments:

  1. Hai salam kenal ya, kunjungi postingan aku juga yuk di:

    http://ikajuariah.blogspot.co.id/2017/05/memesonaitu-berani-beda-untuk-aspek.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga, mbaa...Makasih ya sudah berkunjung...:)

      Delete