Kota Impian

January 29, 2018

sumber


Bagi umat islam, Makkah merupakan salah satu tempat yang sangat ingin dikunjungi. Termasuk saya. Membayangkan berangkat dan ibadah di sana rasanya sangat membahagiakan, terutama jika kita bisa berangkat bersama pasangan dan anak-anak.

Percayakah teman-teman jika orang yang mampu beribadah dan menjejakkan kakinya di sana bukan hanya karena mereka kaya dan mampu dalam hal biaya? Saya sangat percaya itu. Ibu dan bapak saya hanya seorang petani yang makan siang dan malam berlauk ikan asin dan tempe saja. Tapi, karena keinginan kuat ibu untuk berangkat haji, beliau tidak perlu menjadi orang lain yang lebih mampu. Dan alhamdulillah, beliau menunaikan kewajibannya saat saya masih di bangku Sekolah Dasar.

Memang banyak yang pada akhirnya dikorbankan, tetapi pergi ke Makkah dan melaksanakan ibadah haji bukan hanya sekadar ingin, tetapi memang kewajiban sebagai seorang muslim yang sering kali terkendala oleh biaya.

Sejak menikah dan memiliki rumah, hal pertama yang diharus diperjuangkan bukan memiliki mobil dan kendaraan mewah lainnya. Tetapi daftar haji. Kalau kita mampu membeli mobil, bukankah seharusnya kita juga mampu pergi haji?

Nah, beruntungnya saya di kelilingi oleh orang-orang yang sangat peduli, jadi kami senantiasa diingatkan supaya segera dan lekas-lekas mendaftar. Awalnya saya hanya patungan dengan suami. Menggunakan uang tabungan untuk mendaftar haji. Yang penting kami sudah berusaha meskipun belum sepenuhnya mampu membayar dan mendaftar.

Qadarallah, Allah mudahkan sampai kami bisa mendaftar. Dan masa tunggu yang sangat panjang bukan berarti kita tak mau menunaikan, itu bukan masalah yang kita buat, tetapi memang keadaannya demikian, sehingga jika pun kita belum berangkat, insya Allah niat itu sudah benar-benar terpenuhi.

Dan Makkah menjadi tempat impian di mana kami bisa melihat Ka’bah secara langsung. Melihat teman-teman sudah menunaikan kewajiban dan sampai ke sana, rasanya rindu dan sangat ingin. Belum lagi ketika membaca banyak kisah pengemudi becak yang bisa naik haji berkat tabungannya yang tak bisa dibilang banyak tetapi toh pada akhirnya mereka benar-benar bisa berangkat berkat keinginan yang sangat kuat.

“Allah tidak memanggil yang kaya dan punya, tetapi Allah memanggil mereka yang ingin, yang rindu dan punya usaha keras untuk mencapainya, bahkan jika itu terlihat mustahil sekalipun.”

Bagi saya, Makkah adalah tempat impian yang mungkin saat ini belum bisa saya kunjungi. Saya pun tak pernah berhenti berdoa, berharap supaya masih diberi umur panjang untuk menjejakkan kaki di sana, minum air zam-zam, shalat, membaca Alquran di sana, mendengar suara adzan yang merdu dan melihat kemegahan kota Makkah yang pastinya dirindukan banyak orang.

Semoga keinginan yang kadang terlihat sulit bahkan tidak  mungkin bisa dicapai itu menjadi amat mudah diraih berkat keinginan kita yang kuat. Amiin. Jangan pernah berhenti berdoa, Allahlah pemilik segalanya.


Tulisan ini diikutsertakan dalam tantangan hari ke-8 #SatuHariSatuKaryaIIDN bersama komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis

10 comments:

  1. Semoga dimudahkan keinginan untuk menjadi tamu Allah ya Mbak...Selalu sehat sampai hari berangkat. Pulang menjadi haji Mabrur. Insya Allah

    ReplyDelete
  2. Merinding saya baca ini.

    Semoga panggilan ke baitullah dimudahkan dan disegerakan ya, mba.

    ReplyDelete
  3. Amin. Ingin sekali Umrah dan naik Haji. Insya Allah. Semoga dimudahkan Amin. Semoga mba juga dimudahkan dan bisa berangkat Umrah dan Naik Haji :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin, semoga keinginan kita segera terkabul ya, Mbak.. :)

      Delete
  4. Kalau niat baik saja sudah dicatat maka apa lagi dengan perbuatan baik, meluruskan niat utk beribadah ke kota impian tanah suci Mekah dengan mendaftar, walau daftar tunggu yang lumayan panjang tidak membuat kita mengurungkan niat ini, tetap berdoa semoga Allah mudahkan segalanya aamiin

    ReplyDelete
  5. Saya juga ingin sekali berangkat ke sana. Semoga kita semua segera dapat panggilan untuk berangkat ke tanah suci.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin, semoga dimudahkan ya, Mbak.. :)

      Delete

Powered by Blogger.