Antara Herbal dan Obat Kimia

January 27, 2018

sumber


Assalamualaikum…

Selama ini, kesannya saya seperti penganut obat tradisional karena jarang banget ke dokter kalau anak sakit. Banyak tetangga dan kerabat suka bertanya ketika anak saya demam dan common cold sudah beberapa hari, “Nggak dibawa ke dokter?”

Sebenarnya, untuk obat tradisional atau herbal, saya pribadi juga bukan penggemar sejatinya. Hanya saja saya berusaha bijak menggunakan obat ketika anak sedang sakit. Di milis sehat, kami benar-benar tidak dianjurkan konsumsi obat tradisional. Kenapa? Karena kebanyakan belum ada uji klinisnya. Meskipun beberapa sudah ada, tapi kalau saya pribadi merasa memerlukan obat, pastinya akan langsung ke dokter terutama jika itu menyangkut hal darurat.

Ini hanya opini saya saja, ya. Sebab meskipun nggak seperti obat, herbal pun juga punya efek yang justru kadang nggak bisa kita prediksi seperti apa. Kecuali jika digunakan hanya sebagai ‘vitamin’ misalnya. Seperti rutin konsumsi jamu beras kencur, tentu itu bukan masalah. Tapi, jika ada keadaan darurat, saya tentu tidak akan memilih herbal.

Selama menjadi kontributor Uc media, saya banyak menulis kategori lifestyle yang banyak membahas manfaat bahan alami seperti sayur dan buah. Dari situ saya banyak belajar apa saja manfaat dari banyak tanaman, semisal bawang putih.

Meskipun sudah ada penelitian, tetapi beberapa di antaranya belum sempurna. Jadi, ketika ingin konsumsi obat herbal tentu harus konsultasi dulu dengan dokter ahli, ya. Saat ini, sudah ada dokter herbal seperti dokter Agus Rahmadi yang merupakan dokter yang menganut Thibbun Nabawi. Beberapa teman kajian saya pun berobat kepada beliau.

Nah, beliau ini memang awalnya seorang dokter umum yang kemudian mempelajari lebih dalam tentang pengobatan herbal. Kalau yang begini, tentu saja bukan masalah, sebab ada yang ahli dan bisa diikuti. Sedangkan kalau hanya ikut-ikutan saja saya khawatir ada efek yang tidak diinginkan. Karena satu tanaman juga bisa jadi baik untuk suatu penyakit tetapi tidak bagus bagi penyakit lainnya. 

Contohnya saja, bawang putih katanya bisa menurunkan kolesterol dan hipertensi, tetapi faktanya penderita maag kadang nggak sanggup memakannya dalam keadaan mentah. Nah, di sinilah yang saya maksud.

Anak demam bisa dibaluri irisan bawang merah dan minyak kelapa, tetapi apakah itu nyaman buat mereka? Sedangkan saya yang sehat saja mau muntah mencium baunya. Saya sendiri kadang juga suka membuat jamu kunyit dan kencur yang diminum anak-anak dan suami. Tetapi itu bukan hal rutin. Hanya sesekali saja.

Saya pribadi bukan anti dokter dan tidak juga anti herbal. Tetapi bijak menggunakan keduanya akan jauh lebih baik bagi kesehatan.  Semoga kita senantiasa dalam keadaan sehat, ya. Amiin.


Tulisan ini diikutsertakan dalam tantangan ke-6 #SatuHariSatuKarya bersama komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis

14 comments:

  1. Samaan mba, anak2 ku kalau demam pertolongan pertamanya dg bawang merah.

    ReplyDelete
  2. Makasih banyak informasi nya mbaa, semangat dan sehat selalu kitaaa

    ReplyDelete
  3. di keluargaku menerapkan kombinasi herbal dan kimia, jadi herbal ini untuk mencegah ibaratnya terapi lah nah kalo kimia ketika tidak bisa dicegah oleh herbal kimia ini yang ngobatin. alhamdulillah kombinasi itu gak bikin keluargaku tergantung obat, misal kalo pusing ga minum obat panadol, apa kalo pegel-pegel, masuk angin, magh kambuh, itu diobati herbal dulu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pastinya itu akan jauh lebih baik ya, Mbak..

      Delete
  4. Setuju, mba.
    Saya sudah pengalaman menggunakan keduanya. Semua punya kelebihan dan kekurangan.

    ReplyDelete
  5. Kalo saya sih tergantung dgn apa penyakit nya mbak, misal penyakit yg agak serius lebih ke kimia, kalo cm pnyakit ringan ya herbal aja..
    Btw, komisi di UC gede ya mbak? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya pun begitu, Mas..
      Tergantung PV mas kalau di Uc, cuma memang banyak banget bonus selain dari pendapatan. Kalau sy pribadi buat belajar dan memang seru aja sih..hehe

      Delete
  6. kalau saya tergantung mba, tergantung kebutuhan, jika sakitya mndesak dan segera diobati saya pakai kimia, akan tetapi jika sakitnya belem begitu parah saya pakai obat tradisional

    ReplyDelete
  7. Untuk pertolongan pertama ok aku gunakan herbal, bila tidak ada perubahan baru deh kemedis
    yang penting terus pantau efeknya agar tidak terlambat untuk mengatasi penyakit

    ReplyDelete

Powered by Blogger.