10 Hal yang Sering Dilakukan Seorang Ibu Ketika Anak Sakit

November 02, 2017


Bukan hal mudah menjaga anak yang sedang sakit. Bahkan sebagai seorang ibu, sering kali kita merasa jauh lebih menderita ketimbang mereka yang sedang mengalaminya. Mereka tidak bisa tidur, begitu juga dengan seorang ibu yang menjaganya. Ibu bahkan bisa menghabiskan waktu hanya dengan menemani si kecil yang sedang sakit. Dia melupakan banyak hal termasuk juga pekerjaan yang biasa diselesaikannya setiap hari.

Beberapa hal ini sering sekali dilakukan seorang ibu ketika anaknya sedang sakit. Manakah yang sering Anda lakukan?

1.      Panik saat anak demam tinggi.
Demam merupakan alarm dan berguna melawan infeksi virus atau bakteri. Tingginya demam juga bukan berarti menunjukkan penyakitnya serius. Tapi, sebagai seorang ibu, seringkali dibuat panik dengan datangnya demam pada anak. Mereka bahkan tidak bisa tidur meski nyatanya sang anak tidur lelap dalam keadaan masih demam.

2.      Memeriksa suhu tubuh sesering mungkin.
Saat anak demam, ibu bisanya tak ada hentinya memeriksa suhu tubuh si kecil. Entah hanya dengan rabaan tangan atau dengan thermometer pengukur suhu. Hal ini dilakukan karena kepanikan yang berlebihan.

3.      Khawatir terjadi kejang saat anak demam.
Biasanya kejang demam terjadi karena ada riwayat dari keluarga. Hanya sedikit dari mereka yang mengalaminya. Jadi jangan terlalu buru-buru menurunkan demam sebab nyatanya demam juga berguna melawan infeksi pada tubuh manusia. Pelajari apa saja yang perlu dikhawatirkan ketika anak demam.

4.      Memberikan lebih banyak cairan.
Saat anak demam atau terkena batuk pilek, cairan berfungsi sangat penting untuk mereka. Anak demam bisa dehidrasi jika tidak diimbangi dengan minum yang banyak. Anak yang sedang batuk juga akan merasa jauh lebih baik ketika banyak minum. Sebab cairan merupakan pengencer dahak terbaik.

5.      Memberikan perhatian lebih.
Termasuk lebih memanjakannya, memberikan makanan favoritnya atau lebih sering membacakannya buku supaya dia mau istirahat yang cukup.

6.      Segera memeriksakannya ke dokter.
Panik membuat orang tua tidak bisa bersikap rasional saat anak sakit. Ketika mereka sakit, tidak berarti harus segera dibawa ke dokter. Ada beberapa penyakit yang bisa ditangani di rumah bahkan tidak perlu obat macam-macam termasuk ketika anak terkena common cold.

7.      Panik saat anak tidak mau makan.
Saat anak sedang sakit, wajar saja jika mereka tidak terlalu bersemangat menghabiskan sarapan dan makan siangnya. Bahkan bagi kita yang dewasa, hal itu juga biasa terjadi. Mereka tidak perlu terpaksa makan makanan yang tidak mereka mau. Makan tidak harus nasi. Siapkan pudding dingin yang lembut, kentang atau bahkan roti panggang yang wangi dan mereka bisa menikmatinya dengan segelas susu hangat.

8.      Memeriksa gejala demam.
Anak-anak seringkali tidak bisa ditanyai secara langsung tentang penyakit yang sedang dideritanya. Sebagai orang tua, kita bisa memeriksa gejala demam yang terjadi pada mereka. Hal itu penting dilakukan supaya bisa menegakkan diagnosis dengan jelas. Demam disertai hidung berair, bisa dipastikan itu infkesi virus berupa common cold. Anak demam dengan gejala batuk-batuk pun sama. Demam tinggi dan setelah turun timbul ruam merah di seluruh tubuh, bisa dipastikan itu Roseola yang sebabnya juga virus.

9.      Tidak mau memandikan si kecil.
Padahal saat sakit, tubuh mereka terasa sangat tidak nyaman. Setelah demam, biasanya mereka mengelurkan banyak keringat sehingga membuat tubuh mereka lengket. Tetap mandikanlah mereka dengan air hangat atau jika tidak memungkinkan ambillah lap basah dan usap tubuh mereka kemudian mengganti pakaian mereka dengan yang baru. Hal ini bisa lebih menyamankan dan tidak menjadi larangan dalam dunia medis.

10.  Memberikan obat tepat waktu.
Merupakan hal baik memberikan mereka obat tepat waktu supaya mereka lekas sehat. Tapi jangan berlebihan memberikan mereka obat-obatan apalagi jika memang tidak diperlukan. Common cold tidak memerlukan obat khusus sebab penyakit yang disebabkan virus hanya bisa sembuh dengan daya tahan tubuh. Sebalikya disentri yang disebabkan bakteri justru harus menggunakan antibiotik untuk menyembuhkannya.


Ketika anak sakit, butuh lebih banyak kesabaran dan kasih sayang untuk membuat mereka lebih nyaman. Panik yang berlebihan hanya akan membuat orang tua sulit berpikir. Tidak semua penyakit butuh obat, dan tidak semua kondisi mengharuskan kita membawa mereka ke dokter. Bersabarlah, sebab sakit juga punya perjalanannya. Belajarlah, sebab sebagai orang tua kita pasti akan mengalaminya.

4 comments:

  1. Kalo saya sakit, ibu saya selalu nawarin makanan yang enak ahahaha itu masih zaman Sekolah
    setiap sakit enggak enak mau makan apa saja.. pasti di tawarin makanan yang enak enak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama kayaknya, yaa..he. Setelah sehat nggak bakalan digituin lagi...hihi

      Delete
  2. Saya sering gak mandiin kalo demam mbk 😂😂. Abis di desa dingin sekali..
    Nanti kalo udh agak mendingan baru diajakin berendam air anget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jaman saya kecil, mandi saat sakit itu dilarang mbak, kayak haram gitu..hehe. Sekarang, kalau anak saya demam tinggi nggak turun meski sudah minum penurun demam, biasanya saya ajakin berendam air hangat. Riwayat kejang demam juga bikin saya lebih khawatir sebenarnya...

      Delete

Powered by Blogger.