Resensi Buku: Kaya Sebelum Miskin

October 21, 2017


Judul Buku     : Kaya Sebelum Miskin
Penulis            : Novi Anggraheni
Penerbit          : Tiga Ananda
Jumlah            : 104 halaman
ISBN               : 978-602-366-313-2

Kesempatan itu tidak pernah datang dua kali. Jika hari ini kamu pergi ke sekolah terlambat, maka tidak ada kesempatan kedua untuk datang tepat waktu di hari yang sama. Besok kamu bisa saja datang lebih awal. Tapi kamu sudah kehilangan kesempatan dan berbagai hal menarik pagi itu ketika semua teman-temanmu bertemu dan saling menyapa di depan kelas sebelum akhirnya guru matematika datang dan memulai pelajaran. Dan kamu sudah kehilangan kesempatan sebab tidak menggunakannya sebaik mungkin.

Sayangnya, menyesal juga datangnya selalu di akhir. Ketika semua kejadian sudah dilewatkan dan tidak ada lagi kesempatan untuk mengulang. Banyak hal dilewatkan hanya karena kita tidak menganggapnya terlalu penting. Seperti membiasakan datang terlambat saat ada acara di sekolah, alasannya karena acara sering dimulai terlambat juga. Sebenarnya itu bukan alasan untuk datang terlambat sebab dalam buku ini seorang gadis Sekolah Dasar pada akhirnya harus menahan malu karena datang setelah acara akan diakhiri oleh pembawa acara. Alasannya karena mereka menganggap semua orang akan datang terlambat pula. Sayangnya, hari itu semua datang tepat waktu kecuali dirinya. Sayang sekali, ya?

Kadang menunda sebuah pekerjaan menjadi kebiasaan buruk yang sulit dihilangkan. Pulang sekolah rasanya malas sekali berganti baju dan segera mandi. Maka kamu memilih menonton televisi terlebih dahulu sebelum adzan Dhuhur berkumandang. Nyatanya, setelah waktu shalat Dhuhur tiba, kamu masih juga menonton acara di TV, alasannya karena sayang jika melewatkan ceritanya. Mungkin waktu jeda saat iklan tiba, kamu bisa segera mandi dan shalat. Sayangnya hingga waktu shalat hampir habis, kamu justru tertidur karena terlalu lelah. Saat bangun, ternyata sudah tiba waktu shalat Ashar bahkan hampir Maghrib. Ibu tidak membangunkanmu karena mengira kamu sudah shalat sebelum tidur. Kamu kalang kabut seperti orang dikejar anjing karena takut dan cemas akibat perbuatan sendiri yang selalu menunda pekerjaan. Sayang sekali, ya? Sebab sering menunda waktu itulah, seorang anak laki-laki di dalam buku ini melewatkan makan somay kesukannya yang lewat di depan rumah dan parahnya dia harus shalat terburu-buru dan tidak khusyu.

Begitulah, ada banyak akibat jika kita sering menyiakan waktu semasa lapang. Waktu kita tidak banyak. Gunakan setiap waktu sedikit untuk melakukan banyak hal bermanfaat. Kerjakan apa yang harus segera diselesaikan. Mengerjakan pekerjaan rumah tidak harus menunggu malam. Sedangkan bermain bisa dilakukan kapan saja. Shalat ada waktunya, sedangkan nonton TV bisa kapan saja, dilewatkan pun tidak akan membuat hati ragu dan cemas. Benar, kan?

Di dalam buku karya Novi Anggraheni ini, cerita-cerita ditulis dengan sederhana dan sangat terlihat nyata. Penulis memberikan begitu banyak contoh betapa beruntungnya orang yang bisa menepati waktu, menghargai waktu serta tidak suka menunda pekerjaan. Di beberapa cerita juga menjelaskan betapa meruginya orang yang suka terlambat.


Pesan moral begitu lekat, gaya bahasanya asyik serta pemilihan tema cerita sangat menarik. Buku ini layak dibeli sebagai bacaan bagi anak-anak supaya mereka lebih paham betapa pentingnya menghargai waktu, sebab waktu yang terlewat tidak akan pernah kembali. Maka gunakan masa mudamu sebelum tiba masa tuamu, gunakan masa sehatmu sebelum datang sakitmu, gunakan kelapangan waktumu sebelum tiba masa sempitmu, kaya sebelum miskinmu dan hidup sebelum matimu.

 #ODOPOKT19 
Tulisan ini diikutsertakan dalam One Day One Post bersama Blogger Muslimah Indonesia

No comments:

Powered by Blogger.