Resensi Buku 'Ubah Lelah Jadi Lillah'




Judul Buku: Ubah Lelah Jadi Lillah
Pengarang Buku: Dwi Suwiknyo
Penerbit Buku: Genta Hidayah
Kota Terbit: Yogyakarta
Tahun Terbit: 2017
Tebal Buku: xxii + 492 halaman

Coba bayangkan betapa lelahnya rutinitas sehari-hari yang kita lakukan. Mulai dari bangun tidur hingga malam menjelang. Rasanya tak ada waktu jeda yang berarti untuk sekadar merebahkan badan. Istirahat menjadi sesuatu yang langka. Pekerjaan kantor menanti bahkan merenggut hari libur yang seharusnya dihabiskan bersama keluarga.

Anak-anak tak lagi punya kelekatan dengan orang tua. Pasangan merasa diabaikan. Padahal sejak pertama memutuskan bekerja dan mencari nafkah, merekalah alasan utama yang membuat kita mau bekerja keras membanting tulang. Benarkah semua demi mereka?

Tujuan mulia itu kemudian menjadi tidak berarti ketika anak-anak atau pasangan merasa disakiti. Bukan begitu cara membahagiakan. Bukan begitu cara mencintai.

Maka yang punya penghasilan pas-pasan pun bisa jauh lebih bahagia ketika dia mampu memahami arti kehidupan.

Manusia diciptakan bukan tanpa tujuan. Dunia hanya tempat persinggahan yang suatu saat pasti akan ditinggalkan. Lalu sudahkah kita mengerti tentang tujuan utama hidup di dunia?

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya kami menciptakan kamu secara main-main (tanpa ada maksud), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”
(QS. Al-Mukminun [23]: 115)

Allah menciptakan manusia semata-mata untuk beribadah kepada-Nya. Tapi, kesibukan dunia kadang melenakan dan membuat sering lupa akan tujuan kita sesungguhnya. Suatu saat, kita akan mati dan dihidupkan kembali bersama amal-amal yang telah kita siapkan di dunia. Tapi, apakah semua kerja keras yang kita lakukan di dunia sudah bernilai pahala di akhirat? Ataukah hanya berarti kesenangan dunia semata?

Kita sering abai, kita sering lalai. Maka ketika membuka lembaran pertama buku ‘Ubah Lelah Jadi Lillah’, wajah seolah ditampar berkali-kali. Ternyata banyak sekali waktu tersita dan tak berarti apa-apa. Sebab kita tidak mampu memahami bagaimana menjadikan hidup berkualitas akhirat dan bermanfaat pula ketika di dunia.

Buku dari penerbit Genta Hidayah ini akan membuka mata kita, mengajari kita bukan hanya tentang mendekatkan diri kepada Allah tapi juga memanajemen masalah. Kita akan belajar menjadi orang berakhlak, menjadi bukan hanya baik di mata Allah namun juga menjadi yang terkasih di antara menusia.

Buku karya Dwi Suwiknyo ini dituturkan dengan bahasa yang ringan namun tetap mengena di hati para pembaca. Bahasa sederhana yang mudah dipahami serta gaya bertutur yang tidak terkesan menggurui membuat buku ini sangat istimewa. Bukankah penulis hebat adalah penulis yang mampu mengangkat tema berat menjadi sesuatu yang ringan dan enak dibaca? Maka buku satu ini sudah berhasil melakukannya.

Buku setebal 492 halaman ini menjadi lebih segar dengan adanya selingan di beberapa bagian. Misalnya saja tes tentang seberapa hebatkah kita mengelola suasana hati atau beberapa komik pendek serta menarik yang membuat buku tebal ini tidak membosankan.

Isi buku yang menarik diimbangi dengan desain yang keren membuat kalian tak akan menyesal ketika menyentuh dan memutuskan untuk membawanya pulang.

Kisah-kisah inspiratif serta quote-quote menarik mampu membuat buku ini berbeda dengan buku-buku islami lainnya. Tidak hanya membeberkan masalah agama namun juga menjadi buku motivasi paling menarik yang pernah saya baca.



Buku ‘Ubah Lelah Jadi Lillah’ akan membantumu menjadi manusia hebat bukan hanya di dunia namun juga di akhirat. Trust me!


Tapi, sungguh tidak ada kesempurnaan yang menjadi milik manusia. Di antara banyak kelebihan yang saya sebutkan, ada poin kelemahan yang sedikit mengganggu. Saya menemukan beberapa typo yang tidak terlalu berarti tapi cukup menjadi perhatian karena buku ini bukan buku biasa, tapi sudah jadi best seller dan dicari oleh hampir semua orang yang mau melakukan perbaikan serta perubahan dalam kehidupan mereka. Jadi, alangkah baiknya jika kesalahan dalam penulisan bisa lebih diperhatikan.

2 comments: