5 Benda Ini Wajib Ada dalam Kotak Obat

August 26, 2017
Pernah nggak sih mengalami kepanikan waktu anak tiba-tiba demam tinggi, tengah malam pula dan sendirian juga nggak ada suami yang bisa dimintai tolong? Belum lagi ketika kita mencari obat penurun panas dan thermometer di kotak obat, ternayata kedua benda itu nggak ada, entah karena kita yang memang tidak menyiapkan, tidak membeli karena memang merasa nggak perlu atau mungkin karena kehabisan dan belum sempat membeli?

Semua kemungkinan itu bisa saja terjadi dalam kehidupan kita. Untuk demam sendiri, pertolongan pertama adalah memberikan dia cairan yang cukup, ya. Jangan sampai terjadi dehidrasi. Sebab dehidrasi walaupun kedengerannya ringan, akibatnya sangat berbahaya, lho.

Kita sering dengar kata dehidrasi dalam beberapa iklan minuman ringan, iya kan? Tapi dehidrasi saat sakit dan yang sebenarnya tidaklah sesantai itu, ya. Suami saya pernah dirawat karena dehidrasi. Sebenarnya dia memang sudah demam dan diare. Tapi, ampun sulitnya minum oralit dan air. Makan memang susah, tapi yang lebih saya takutkan adalah dehidrasinya.

Dan kejadian juga, ternyata dia mengalami dehidrasi walau bukan yang parah banget, tapi cukup bikin dia kayak orang nggak bisa jalan, tersiksa banget. Nah, pas udah masuk cairan infus, barulah dia merasa membaik. Wajahnya jadi segar lagi dan bisa senyum. Kalau ingat kejadian itu bikin baper dan gimana ya, secara saya punya balita dan sedang hamil anak kedua yang masih empat bulan waktu itu. Membayangkan harus dirawat itu serem. Gimana anak saya? Sedangkan saya tinggal berjauhan dengan orang tua dan mertua. Nggak mungkin juga ajak anak nginep di rumah sakit kan?

Tapi Alhamdulillah, jadi setiap pagi saya menitipkan anak saya ke rumah bude yang sudah kayak eyangnya anak-anak. Lalu saya berangkat ke rumah sakit dan menemani suami. Sorenya saya jemput si kakak lagi dan pulang istirahat di rumah. Besoknya begitu lagi.

Kegiatan seperti itu saya lakukan selama hampir seminggu. Naik turun lantai dua. Mual yang biasanya datang tiap hari, kali ini hilang sama sekali, mungkin saking paniknya, nggak pernah yang namanya mengurus paksu di rumah sakit, mengurus administrasi bahkan saya juga sambil kontrol kehamilan di lantai dasar.

Dan mungkin yang saya lupa, saat itu kandungan saya memang sedang bermasalah, plasenta di bawah dan janin sungsang. Tapi, nggak perlu dibuat panik juga. Mungkin karena kaget melihat paksu dirawat, akhirnya yang biasanya jadi pikiran malah nggak saya pikir sama sekali.

Yang lucu waktu suster bertanya, ini siapa? Iya, saya memang datang setiap pagi sampai sore. Jadi kalau malam susterkan nggak lihat keberadaan saya. Dikira kami pacaran kali, ya? Hahaha.

Nah, pengalaman itu jadi pelajaran berharga. Kalau anak-anak memang mau dan senang minum saat mereka sakit, tapi kalau paksu, gimana mau memaksa?

Kembali ke perlangkapan yang harus ada di dalam kotak obat. Buat saya, persiapan itu harus banget dilakukan. Sebab saya sendiri memang bukan orang yang suka dan mudah keluar rumah apalagi kalau sampai ke apotek yang lumayan jauh dari rumah. Jadi, saya selalu prepare semua isi kotak obat. Kalau ada yang kosong, saya akan segera membelinya

1.      Thermometer. Kalau mengukur demam nggak boleh pakai yang namanya perasaan, ya? Tapi harus pakai thermometer. Harganya murah kok. Jadi benda satu ini wajib banget ada dalam kotak obat di rumah kita. Sebab, patokan suhu saat demam misalnya yang sudah 40’C lebih, sudah harus kita bawa ke dokter. Kalau kita nggak tahu secara benar, bisa saja masih 38-39 kita sudah panik membawa anak ke dokter, padahal cuma flu aja. Bisa juga malah santai-santai aja ketika suhu mereka sudah dalam batasan yang harus banget diperiksakan. Jadi, keberadaan benda satu ini sangat penting, ya.
2.      Penurun demam. Benda kedua adalah obat penurun demam yang paling aman yaitu paracetamol. Mereknya bisa bermacam-macam, ya. Ada yang paracetamol tablet, sirup. Atau juga dalam merek lain seperti sanmol, panadol biru atau tempra. Tapi, saya sarankan beli yang generik saja, ya. Sebab khasiatnya sama aja, kok.
3.      Oralit. Memang bisa membuat oralit sendiri, tapi memang harus dengan takaran yang sesuai dengan anjuran dokter. Kalau mau lebih praktis, beli saja oralit dalam kemasan.  Sebab benda satu ini terbilang penting karena oralit itu berbeda banget dengan minuman yang katanya dalam iklan mengandung ion dan bla bla bla.
4.      Obat kejang. Anak saya yang besar punya riwayat kejang. Terakhir dia kejang demam saat usianya sudah 6 tahun. Dan itu benar-benar mengagetkan setelah beberapa tahun kejadian itu nggak pernah terulang, tiba-tiba aja terjadi. Alhamdulillah, saya masih punya stok stesolid rektal di kulkas. Jadi, bisa segera diberikan. Kejadian seperti ini ngga terduga banget. Apalagi hampir semua kejadian, saya selalu berdua sama anak. Kadang suami sedang di kantor, lebih parahnya kadang sedang tugas ke luar negeri, pokoknya yang nggak bisa dipanggil cepet aja…hehe.
5.      Obat merah dan kasa steril. Sederhana aja, ya. Kalau punya anak kecil apalagi yang petakilan dan aktif banget, maka benda wajib kelima ini harus kita siapkan. Karena kadang kejadian itu memang tiba-tiba banget. Bahkan sampai nggak tahu sebabnya apa. Misalnya aja saat adik jarinya berdarah-darah. Saya heran, kenapa ada darah di lantai. Yang pertama saya periksa si kakak, karena adiknya santai aja. Nggak ada luka. Dan akhirnya si adik, ternyata jari dia yang tertoreh benda tajam yang entah apa itu. Sebab di rumah sudah disetting seaman mungkin, mulai dari nggak ada kursi dan meja, nggak ada benda tajam yang mudah dijangkau alias jauh dan susah diambil buah anak-anak, dan pagar supaya mereka nggak seenaknya naik ke anak tangga. Dan sampai sekarang saya nggak tahu sebabnya. Alhamdulillah, ketika harus terburu-buru, dua benda ini lumayan bisa diandalkan.


Selebihnya tergantung dari kebutuhan masing-masing ya. Tapi, lima benda di atas memang selalu saya siapkan. Kalau di rumah teman-teman, obat atau benda apa saja yang harus ada dalam kotak obat?

4 comments:

  1. Setuju!! Walaupun nggak punya balita lagi, sudah kelas 3 dan 7 anaknya...kelima benda itu masih ada di kotak obat saya...
    Makasih sudah mengingatkannya mbak:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, Mbak. Terima kasih juga sudah berkenan membaca... :)

      Delete
  2. yang saya tangkap intinya sesuai kebutuhan ya mbak.. saya belum punya anak.. saya dan suami seringnya masuk angin dan cedera. maklum saya kok ya senang nabrak benda benda.. ntah kursi ntah meja. saya cukup sering luka atau memar.. jadi yang disediakan minyak angin dan betadin.. selelbihnya merasa belum butuh.. makasih tulisannya mbak.. nambah info

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul, sesuai kebutuhan masing-masing...karena di keluarga ada riwayat kejang jadi sedia stesolid, kalau tidak ada riwayat kejang tidak perlu...terima kasih juga telah berkenan membaca..:)

      Delete

Powered by Blogger.