Komunitas Asyik Buat yang Suka Menulis


Assalamualaikum…Huft, sadar diri lumayan lambat mengisi blog. Ada sebuah penerbit yang mengadakan lomba menulis cerpen, sudah berkali-kali saya nggak bisa masuk dalam kategori pemenang. Berkali-kali pula saya dendam luar biasa sama penerbit itu. Jadi, setiap mereka mengadakan lomba menulis, saya  berusaha untuk selalu ikutan walaupun hanya menyetor satu naskah. Entah harus tersenyum geli dengan kalimat sendiri..hihi. Keras kepala!

Saya suka menulis dimulai saat kecil. Awalnya selalu menulis di buku harian. Saat SMA, buku harian saya menumpuk. Ketika dibaca, banyak hal lucu yang bikin ketawa sendiri. Entah bagaimana saya bisa menyukai dan cinta banget sama dunia kepenulisan. Setelah masuk pesantren, keinginan menulis buku semakin menggebu.

Saya mulai menulis cerita pendek dan novelet. Hanya tulisan tangan karena pada zaman itu sulit sekali meminjam mesin ketik apalagi komputer. Di pesantren, saya berusaha mengejar mimpi. Bertemu beberapa penulis yang berkunjung ke pesantren dan pada akhirnya telah mengantarkan saya pada mimpi-mimpi yang selama bertahun-tahun silam terasa amat mustahil untuk diwujudkan.

Saya menulis sebuah cerpen yang masuk dalam antologi bersama beberapa penulis senior di Malang. Ini lebih dari sekadar mimpi. Bayangin aja, pemula, setor naskah pake tulisan tangan, buku antologinya terbit bersama kisah-kisah keren dan sangat bagus, jauh banget tulisan saya dari kata ‘pantas’ untuk bersanding dengan yang lainnya. Tapi, mungkin karena itulah saya bisa sampai ke sini. Memikirkan bahwa apa yang saya rencakan dulu bukan sekadar menguap seperti udara…

Jika mengingat, maka Ragil Sukriwul adalah orang pertama yang terbesit dalam pikiran. Karena beliau, saya bisa mencapai apa yang bagi saya dulu begitu mustahil dilihat. Kini jadi nyata dan benar-benar nyata. Saya banyak berhutang budi dan nggak akan pernah lupa.

Lalu, setelah sekarang dengan mudahnya komunitas kepenulisan merebak di dunia maya, bisa dengan mudah kita ikuti, akhirnya saya memutuskan untuk fokus pada salah satu di antara semuanya.

Jujur saja, saya termasuk orang yang nggak bisa terlalu cepat menyerap sesuatu. Ikut banyak komunitas tapi nggak bisa ambil manfaat saking banyaknya, mending ambil satu. Sebab saya tahu diri, Bu..hihi.

Saya memutuskan memilih IIDN. Komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis yang dicetuskan oleh Teh Indari Mastuti. Benar, komunitas ini nggak hanya bisa membantu mewujudkan mimpi, namun juga membantu menjaga nyala semangat terutama buat orang-orang yang baru merambah di dunia kepenulisan seperti saya. Di sana, tidak hanya soal menulis buku, kita juga diajarkan menulis di blog, berbisnis tulisan dan lain-lain.

Alhamdulillah, saya termasuk yang beruntung bisa bergabung kembali setelah sekian lama nggak menyentuh sosmed. Dan yang paling menyenangkan ketika saya diberi kesempatan buat ikutan sekolah perempuan gelombang 18. Alhamdulillah, beberapa materi sudah disampaikan dan merasa asyik banget belajar bersama teman-teman baru. Kami memang belum jadi apa-apa, tapi, insya Allah akan melesat melebihi mimpi-mimpi yang telah kami goreskan sejak lama.


Jika ada yang bertanya tentang komunitas kepenulisan, maka saya berani menyarankan IIDN sebagai jawabannya.

0 comments:

Post a Comment