Idulfitri 1438H

July 01, 2017
sumber


Assalamualaikum...

Alhamdulillah, tahun ini saya masih bisa mudik ke kampung halaman. Semoga tahun depan masih bisa menikmati gimana rasanya mudik dan repot bin ribetnya menyiapkan segala keperluan. Ingat, hanya setahun sekali, kok. Jadi, dibikin senang aja, ya.

Saya keturunan asli Madura yang sejak lahir sudah tinggal di Malang dan nggak pernah menginjakkan kaki di Madura. Wow! Justru setelah menikah malah tinggal dan menetap di Jakarta. Berliku-liku sekali yaa...hihi.

Gimana rasanya mudik sama nggak mudik? Yang jelas, saat mudik bisa rame-rame kumpul dengan keluarga. Di Jakarta, mungkin sehari sampai dua hari saja saya berkeliling. Setelahnya sepi, Saya pun jarang sekali lebaran di Jakarta kecuali saat melahirkan. Sebab, orang tua dan mertua tinggal di Malang. Jadi, saya merasa perlu dan wajib datang untuk membahagiakan mereka meski hanya dengan bertatap muka.

Bukankah orang tua nggak butuh apa pun saat kita datang? Mereka cuma pengen ketemu sama anak dan cucu. Alhamdulillah, orang tua serta mertua masih lengkap. Jadi bisa berkumpul bersama di rumah meski tahun ini saya pulang H+2 lebaran. macet? Nggak, saya nggak berani naik kendaraan pribadi. Bisa nyangkut di mana-mana..hehe. lebih nyaman naik pesawat aja. Jauh-jauh bulan sudah pesan tiket pesawat. Mungkin perbedaannya, sekarang sudah harus mencocokkan jadwal pulang dengan tanggal masuk sekolah si sulung. Jangan sampai dia terlambat masuk sekolah hanya karena kelamaan di kampung kelahiran orang tuanya. Karena mudik buat kami nggak cukup seminggu. Biasanya 2 minggu lebih masih di Malang.

Tahun ini, alhamdulillah kakak sudah masuk SDIT. Nggak nyangka, jadi harus menyesuaikan dengan jadwal sekolahnya kakak juga. Nggak mau terburu-buru apalagi terlambat, Sebab terburu-buru itu perbuatan setan dan terlambat itu sebab ketinggalan pesawat...hehe. Apa sih..:D

Ngapain aja saat mudik?

Hmm..ngapain, ya? Hanya keliling ke rumah saudara, bertemu teman lama, kulineran dan puas-puasin di rumah kangen-kangenan bareng bapak dan ibu. Nggak ada rencana pergi ke tempat wisata seperti tahun-tahun sebelumnya. Biasanya salah satu tujuan kami adalah kota Batu. Tahun lalu juga sempat menginap di kota Batu selama sehari semalam. Untuk tahun ini, rasanya belum ada keinginan bermain ke sana. Apa karena anak sudah dua, bawaan capek...hihi. Nggak banget alasannya, ya...

Idulfitri sejatinya merupakan saat yang tepat melebur semua benci. Nggak boleh lagi menyimpan kesal sama orang walaupun seharusnya ini nggak cuma pas lebaran aja, ya. Tapi, sebaiknya lebaran bisa menjadi waktu tepat memaafkan dan meminta maaf. Supaya jalan ke depan tak lagi terseok oleh urusan hati yang kalau dipikir nggak ada habisnya. Dan setelah dipikir, saya sering banget ya pakai kalimat 'supaya jalan ke depan tak lagi terseok'. Kayaknya di mana-mana pakai kalimat itu, bosen yang baca.. :D

Prioritas saat mudik?

Orang tua serta mertua. Keluarga di Malang yang telah membesarkan paksu hingga seperti sekarang. Saya bersyukur, kami memang nggak pernah bisa dilahirkan dari rahim beberapa perempuan sekaligus, tapi kami beruntung bisa punya banyak orang tua. Bukan hanya orang tua kandung dan mertua. Tapi lebih dari itu. Ya, cukup kamilah yang tahu. Saat di Jakarta, saya pun punya orang tua. Meski buka orang yang melahirkan, tapi saya bersyukur bisa bertemu dan memiliki keterikatan hangat seperti sekarang. Saya juga manusia, butuh bantuan orang lain. Dan hal paling dicari saat baru melahirkan atau saat sedang melahirkan pasti orang terdekat. Dan beliau seolah ibu saya yang sedang terpisah jarak jauh, hadir dan memberikan pertolongan tanpa ragu. Barakallah fiik, semoga bapak dan ibu sehat selalu dan diberi keberkahan hidup sebab selalu berusaha membahagiakan orang lain termasuk saya.

Selanjutnya adalah Kyai saya di pesantren. Saya dan paksu punya riwayat pendidikan yang sama. Alumni dari sekolah dan pondok pesantren yang sama di Bululawang. Meski sebenarnya nggak pernah saling bertemu, karena beda jarak dan tahun yang susah sekali dihitung..hihi. Jadi, setiap kami pulang, insya Allah selalu disempatkan berkunjung ke pesantren tempat di mana kami besar dan belajar tentang agama. Alhamdulillah, kemarin sudah bertemu dan girangnya hati saat Bu Nyai masih mengingat saya.

Favorit saat mudik?

Beli nasi buk di pasar. makan cwi mie Malang sampai berkali-kali. Ampun, ya. mancing di kolam belakang rumah. Yeay! Saya bisa mancing beberapa ikan ukuran besar kemarin. Hihi. Mungkin masa kecil kurang bungah, ya...hehe

Hal tersulit?

Alergi paksu yang selalu muncul saat terkena hawa dingin dan debu. mau nggak mau harus mendengar beliau bersin berkali-kali. Solusi? Sebisa mungkin ketika bebersih (kebetulan paksu nggak bisa diem, hobinya beberes mulu :D) harus mengenakan masker. Bandel banget, susah diingatkan. Jadi, sayalah yang harus ingat. Beri juga minum panas seperti jahe susu dan teh hangat. Sebisa mungkin mandi air hangat.

Kapan pulang?

Sampai saat ini saya masih di Malang. hehe. Liburan masih panjang, tapi sepertinya saya sedang terkenan flu, badan meriang. Tapi, tak apalah, udara di sini segar banget. Semoga cepat pulih.

Terima kasih tak terhingga untuk semua pembaca. Saya sendiri pengen banget bisa saling kunjung ke blog teman-teman meski kadang terkendala waktu. Insya Allah lebih rajin silaturrahmi supaya punya teman lebih banyak.

Selamat hari raya Idulfitri 1438H. Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin...




No comments:

Powered by Blogger.