20 Tips Sukses Mpasi yang Mudah dan Sehat

sumber


Beberapa hari ini saya sempat membaca status seorang teman yang menanyakan tentang mpasi pertama bagi buah hatinya. Tergelitik membaca beberapa komentar, akhirnya saya memutuskan membuat tulisan ini.

Pengalaman saya sebagai seorang ibu, mpasi merupakan masa seru mengenalkan bukan hanya rasa namun juga tekstur makanan. Tahu nggak sih, ternyata makan itu bukan hanya soal menambah asupan bagi bayi namun juga tentang mengenalkan rasa, tekstur serta merangsang pertumbuhan gigi. Jadi, jangan melewatkan mpasi hanya karena anaknya menolak. Ingat lho, ASI saja nggak cukup buat anak usia 6 bulan!

Bayi asi memiliki risiko lebih besar terkena kekurangan zat besi. Biasanya dokter akan menyarankan pemberian zat besi pada bayi usia 4 bulan hingga 2 tahun.

Pemberian zat besi tambahan ini juga harus didukung dengan mpasi yang kaya akan zat besi seperti daging merah (yang paling bagus), ayam, hati ayam atau bayam.

20 tips Mpasi ini bisa jadi pilihan dan pembelajaran supaya orang tua nggak sembarangan ketika memberikan makanan pendamping ASI pertama buat buah hatinya.

1.     Untuk pemberian mpasi pertama, saya menyarankan memberikan bubur beras saring atau yang sangat lembut. Perkenalkan makanan pokok di rumah. Kalau di rumah biasa makan beras merah, nggak ada salahnya kok memberikan bayi beras merah juga nggak harus beras putih. Tapi, hati-hati juga karena beras merah bisa menyebabkan sembelit pada beberapa bayi.
2.     Perkenalkan satu persatu jenis makanan supaya anak mengenal rasa. Jangan semuanya dicampur sehingga anak nggak tahu bedanya rasa makanan yang satu  dengan lainnya. Misalnya dengan menghaluskan dengan blender beras, wortel dan bayam. Sebaiknya pisahkan pure sayurannya.
3.     Haluskan nggak harus diblender. Saya termasuk yang kurang setuju jika makanan bayi harus halus sehalus blenderan jus. Kenapa? Karena buburnya jadi nggak punya tekstur. Meskipun mau menghasilkan bubur halus sebaiknya cara yang dilakukan adalah menyaringanya. Ini juga bisa membuat kandungan vitamin di dalam makanan nggak rusak. Untuk daging bolehlah di haluskan dengan blender mengingat susahnya menghaluskan dengan saringan.
4.     Berikan jeda pada setiap menu baru. Ini dilakukan untuk menimalisir adanya alergi makanan pada bayi. Misalnya hari ini makan ayam, selama 3-4 hari sebisa mungkin jangan menambah jenis makanan baru seperti telur misalnya. Karena jika sampai terjadi alergi, akan terlalu sulit bagi kita mengetahui penyebabnya. Jadi sabar, kenalkan satu persatu makanan.
5.     Seafood dan makanan yang memicu alergi tertinggi sebaiknya diberikan saat usianya 1 tahun. Kenapa? Karena saat satu tahun itulah anak-anak sudah punya imunitas yang bagus. Sehingga nggak mudah muncul alergi.
6.     Perhatikan frekuensi pemberian Mpasi. Mpasi itu diberikan bertahap, ya. Misalnya seminggu pertama makan sekali sehari. Lalu tambah camilan. Seminggu kemudian makan dua kali plus camilan sehari. Sampai akhirnya makan 3 kali sehari.
7.     Berikan sedikit demi sedikit. Jangan dibayangkan perut bayi segede perut anak-anak TK, ya! Ketika memberikan Mpasi pertama, sebaiknya berikan sedikit demi sedikit. Misalnya beberapa hari 1 sendok makan, ditambah lagi 2 sendok dan seterusnya.
8.     Hindari makanan yang memicu sembelit untuk menu Mpasi pertama. Jadi awal-awal sebaiknya nggak memperkenalkan dulu yang namanya pisang, beras merah, kacang hijau. Karena kebanyakan bayi justru sembelit ketika menkonsumsi makanan itu.
9.     Hindari pemberian gula dan garam untuk satu tahun pertama. Biarkan bayi merasakan rasa makanan yang original. Supaya saat besar nanti dia nggak jadi pemilih. Dan tentunya ini jauh lebih sehat, ya! Lidah bayi jelas nggak sama dengan lidah kita. Dia hanya kenal rasa ASI selama enam bulan pertama. Jadi nggak masalah makan makanan tanpa gula dan garam.
10.            Tingkatkan tekstur. Makanan bayi jangan terus menerus halus, ya! Karena usia satu tahun nantinya dia harus sudah bisa makan nasi atau makanan keluarga. Kebanyakan anak yang nggak dikenalkan tekstur sejak awal akan menolak makanan yang lebih kasar karena malas mengunyah.  Apalagi kalaus setiap hari makanannya cuma diblender. Bisa jadi dia muntah dan menolak makanan padat jika dilakukan tiba-tiba.
11.            Makanan buatan ibu tentu jauh lebih sehat ketimbang beli instan. Jadi, jangan malas masak dan Googling resep!
12.            Jadilah ibu yang kreatif. Kadang anak-anak butuh variasi menu. Jangan cuma makan sop aja sebulan, bosanlah, Bunda! Berikan menu beragam pula supaya anak mengenal rasa lebih banyak.
13.            Makan itu proses belajar yang menyenangkan. Jadi, jangan sampai proses makan itu jadi menakutkan hanya gara-gara kita memaksanya makan semangkuk sampai habis! No, nggak bener. Bayi itu pintar, dia nggak akan membiarkan dirinya kelaparan. Jadi, kalau memang anak sedang susah makan, perlu dipikirkan apa penyebabnya. Misalnya sedang tumbuh gigi, solusinya berikan makanan dingin seperti pudding untuk menghilangkan nyeri, atau mungkin sedang sakit seperti flu, atau mungkin bosan dengan menunya. Pikirkan, ya!
14.            Jangan sibuk membeli ikan salmon. Sebab makanan di sekitar kita adalah yang terbaik. Ada ikan bandenga juga yang nggak kalah bergizinya. Berikan jenis makanan yang biasa kita konsumsi. Nggak harus kok beli ikan salmon jika memang susah dan memberatkan. Sebab makanan pengganti lainnya juga punya nilai gizi yang tak kalah bagusnya.
15.            Sugesti! Lho, kenapa ada sugesti di sini? Sengaja saya lakukan karena saya punya pengalaman buruk mpasi pada anak-anak. Hampir semua anak saya susah makan saat usianya 6 bulan hingga 2 tahun. Nah, saya pernah membaca buku tentang hypnoparenting. Memberikan sugesti positif supaya anak mau makan itu akan membantu, lho! Misalnya, “Adek sehat, makan yang banyak, ya!” atau “Adek pintar, makan sampai habis.”
16.             Pemberian makanan kaya zat besi akan lebih mudah diserap jika  disandingkan dengan makanan yang mengandung vitamin C. Misalnya daging dengan tomat.
17.            Jangan malas mencari bacaan yang tepat, ya! Googling website shahih yang mengajarkan tentang Mpasi. Saya biasanya dibantu dari milis sehat untuk mendapatkan bacaan yang tepat.
18.            Makan bersama lebih asyik! Anak kecil biasanya suka meniru. Makanlah juga di hadapannya dan ajak dia makan bersama.
19.            Jika nafsu makan berkurang perlu dikhawatirkan juga adanya anemia defiensi besi. Biasnaya dokter akan melakukan skiring zat besi.

20.            Berdoa dulu sebelum makan! Jangan lupa, ya…

0 comments:

Post a Comment