Legamnya Kehidupan

April 24, 2017


Ternyata menjadi baik itu nggak mudah. Bahkan cendrung sangat berat. Saya berpikir banyak tentang keadaan hati. Masih penuh cela dan noda. Sering menyakiti di sana sini. Menganggap bahagia hanya karena kepuasan diri. Dan melupakan orang lain yang mungkin tak menyukai.

Allah, sudah sedewasa ini. Masih banyak tergelincir dalam kubangan yang sama. Harusnya kesalahan jadi motivasi menuju kebaikan. Sayangnya, tak banyak yang bisa jadi kebenaran. Seringkali merasa pedih saat dihina, merasa sakit saat dicerca. Bahkan hati melawan penuh amarah. Siapa saya? Hanya setitik kecil di luasnya samudera cinta-Mu.



Aku kecewa karena sesuatu yang tak terwujud. Lantas bagaimana Engkau bisa tetap mendekapku sedangkan aku menduakan-Mu? Sakit bila mengingat begitu banyak noda berserak. Membayangkan bagaimana satu kesalahan bisa menyumbangkan satu titik di hati. Lantas sehari kulakukan dosa berapa kali? Dua hari, tiga hingga seminggu. Lantas bulan berikutnya berlalu sama. Dengan usia yang tak lagi lima belas, seluruhnya sempurna menjadi noda yang menjijikkan jika dilihat.

Rasanya ingin menangis ketika mengingat. Namun, tak mampu menolak ketika dihadapkan pada sesuatu yang harusnya dilawan. Di rumah, masih sering mengeluhkan pekerjaan yang tak kunjung usai. Ngomel saat anak-anak bertingkah berlebihan. Lupa jika mereka pun belajar dari diri ini. Lupa jika mereka adalah amanah yang harus disyukuri. Ah, terlalu banyak yang tertinggal. Jauh dan jauh hingga sulit kuraih.

Ketika yang kuingat hanya kebaikan, lantas berapa cela yang pada akhirnya menutupinya? Aku bukan siapa-siapa. Ketika keinginanku lepas dari genggaman. Maka cara terbaik adalah meraihnya lagi.

Allah, jangan pergi dariku. Aku tak mampu berdiri sendiri….

No comments:

Powered by Blogger.