Ibu Tahan Banting

April 13, 2017


 Ini bukan dalam arti sebenarnya, ya. Kalau saya dibanting, pasti sudah retak sana sini. Hihi. Serem juga membayangkan.

Buat saya, menjadi ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang nggak habis dalam 24 jam. Nggak selesai dalam seminggu. Dan nggak kelar-kelar dalam sebulan apalagi setahun. Apalah kalimat ini. Hihi. Ini menunjukkan betapa pekerjaan di rumah memang nggak ada habisnya. Bahkan semakin banyak kalau hanya direnungi dan diresapi. Hihi.

Lebih horror lagi kalau melahirkan bersamaan dengan masuknya anak sulung ke sekolah pertamanya. Dan itu terjadi pada saya. Jadi, saat ini saya sedang mengeluhkan nasib. Hihi. Nggak seperti itu juga, sih.

Mengeluh juga percuma, tak menyelesaikan apa pun. Ketika saya harus mengerjakan semua sendiri, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan semua orang di rumah makan dengan layak. Hihi. Kalau nggak sempat masak, nggak perlu juga takut membeli.

Nggak mau juga memaksakan diri. Harus makanan homemade dan akhirnya semua keteteran. Setelahnya bolehlah mengurusi pekerjaan rumah satu persatu. Itu pun kalau sempat, ya. Biasanya anak-anak akan jadi nomer satu. Ketika mereka tidur, saya akan mengerjakan semuanya secepat mungkin. Penting banget. Kerjakan semuanya dengan cepat.

Yang susah, kalau drama india saya sudah dimulai. Hahaha. Nggaklah, ya. Ini lagi nulis apalah, ya? Kok ngalur ngidul nggak jelas. Hihi.

Beberapa teman saya merasa jadi ibu yang gagal karena nggak berhasil mengurus rumah dengan baik sedangkan dia harus menjaga dua anak sekaligus. Padahal saya juga pernah merasa berantakan sekali, hanya saja saya nggak sampai merasa jadi ibu gagal. Nggak terlalu stress dengan pekerjaan yang nggak tertangani. Lagian, pekerjaan rumah kita sendiri, nggak ada yang komen kecuali hati kita.

Jadi, buat saya, ibu tahan banting itu adalah ibu yang nggak mudah menjatuhkan dirinya. Ketika kita merasa terbebani dan menjatuhkan diri ke lantai, maka benjollah kita. Hihi. Ngawur! Setiap orang punya kekuatan yang berbeda. Ada yang merasa butuh asisten rumah tangga. Ada yang sanggup sendiri. Yang penting jangan merendahkan diri walaupun kenyataannya rumah nggak pernah beres apalagi bersih. Capek-capek ngepel. Sulung numpahin susu. Capek-capek nyapu, adeknya berantakin mainan lagi. Pokoknya nggak akan habis.

Semua bisa ditangani asal kita percaya diri. Kalau mudah menyerah, gimana bisa selesai? Sedangkan pekerjaan di rumah memang nggak ada habisnya.

Sepertinya saya mulai ngawur karena sudah ngantuk. Hihi. Insyaallah ibu tahan banting akan kembali lagi, ya…^^

No comments:

Powered by Blogger.