Berhijab Itu Cantik, Berhijab Itu Wajib!



Sebagai seorang wanita muslim, kita diwajibkan memakai hijab. Hukum memakai hijab sama tegasnya dengan perintah melaksanakan shalat lima waktu. Kalau kita takut meninggalkan shalat, harusnya kita juga merasa takut ketika menanggalkan hijab dan memperlihat salah satu aurat seperti rambut.

            Mari kita belajar soal aurat dulu, ya. Aurat adalah anggota tubuh yang wajib ditutup dari pandangan orang lain. Di sini juga ada beberapa perbedaan. Misalnya saja aurat wanita tentu saja berbeda dengan aurat perempuan.

            Seorang laki-laki diwajibkan menutup auratnya mulai dari pusar hingga lutut. Sedangkan seorang perempuan muslim diwajibkan menutup seluruh anggota tubuh selain wajah dan telapak tangan. Untuk telapak tangan dijelaskan dalam kitab  Fathul mu’in bahwa yang dimaksud telapak tangan adalah bagian luar (punggung tangan) dan bagian dalam.

            Sebagian dari kita juga merasa ringan saat membuka kaki. Padahal kaki termasuk aurat yang harus ditutup. Nggak harus pakai kaus kaki, yang penting ditutup pakai apa saja. ya, umumnya pakai kaus kaki. Hehe. Kalau ditutup kasa steril nanti dikira mumi. Hihi.

            Aturan Allah tentang menutup aurat sesungguhnya diperuntukkan untuk melindungi kehormatan wanita. Dengan menutup aurat, wanita akan terhindar dari berbagai fitnah. Begitu pula wanita berhijab tentu akan lebih disegani ketimbang wanita yang dengan sengaja membuka auratnya.

            Seorang wanita boleh tidak memakai hijab ketika bersama mahramnya. Di dalam surat An-Nur ayat 31 disebutkan, ““Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasan (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara laki-laki mereka, atau putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak memiliki keinginan (terhadap perempuan). Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kalian semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.”

            Pernah nggak terbayang kalau membuka aurat itu sama dengan dosa besar? Ternyata membuka aurat sama berdosanya seperti orang yang memakan riba atau pun berzina. Lalu kenapa masih banyak orang yang enggan menutup auratnya dengan berbagai alasan yang mereka buat sendiri untuk menutupo ketidaktaatan akan perintah Allah? 

sumber



            Sering mendengar, “Aku belum siap,” kalimat serupa memang sering dilontarkan oleh banyak wanita yang belum mau menutup aurat. Padahal sebuah kewajiban nggak akan menunggu kesiapan. Sebaliknya, belum siap pakai jilbab sama artinya dengan sudah siap masuk neraka?

            Terdengar horor dan keras. Sebab mengingatkan sesama saudara adalah sebuah kewajiban yang dibebankan kepada setiap orang yang sadar dan paham akan sebuah hukum. Nggak harus jadi ustadz kalau ingin mengingatkan orang tentang sebuah kewajiban. Sebab dakwah sendiri merupakan ajakan kepada ketaatan. Ketika sudah dilaksanakan maka gugurlah kewajiban itu dari diri kita. Selesai.

            Lalu bagaimana jika orang yang kita peringatkan tidak juga melaksanakan? Itu sudah jadi risiko dia di akhirat. Tugas kita hanya berdakwah bukan memaksa dia. Sebab pada akhirnya semua menjadi pilihan masing-masing.

            Hal yang terpenting adalah, tetap rangkullah mereka. Jangan merendahkan apalagi memutus silaturrahim. Bagaimana mereka bisa tertarik dengan ajakan kita jika sikap kita seolah memusuhi mereka?

            Lalu bagaimana cara berpakaian yang baik sesuai dengan tuntunan syariat islam? Zaman sekarang, berhijab syari sudah bukan sesuatu yang aneh. Jubah menjuntai indah, wajah tertutup cadar. Sudah banyak yang menerapkannya. Dan menurut saya itu sungguh cantik!

            Seorang wanita diwajibkan memakai pakaian yang longgar, tidak transparan sehingga memperlihatkan bentuk tubuh, tidak ketat sehingga lekukan tubuh terlihat. Bahannya pun harus tebal. Selain itu, kita juga diwajibkan memakai hijab yang terjulur hingga menutupi dada. Memakai kaus kaki. Sedangkan cadar bukan merupakan kewajiban, andai saja itu dilakukan maka akan jauh lebih baik dan sempurna.

            Lalu apa yang menghalangimu untuk memakai hijab dan menutup seluruh aurat? Bukankah aturan Allah itu amat indah. Di dalam islam, wanita memiliki kedudukan yang sangat terhormat. Tidak sembarang orang boleh bersalaman, apalagi menyentuhnya.

            Dengan memakai hijab, maka keindahan itu terlindungi. Pernah dengar kalimat, lebih baik mana permen yang masih dibungkus atau yang nggak ada bungkusnya? Jika disuruh memilih, kamu pilih yang mana?

            Betul! Semua sepakat memilih permen yang masih dibungkus. Alasannya? Terjaga kebersihannya. Nggak kotor kena debu dan lain-lain.

            Jangan malu ataupun merasa minder. Nggak ada kata terlambat dalam memperbaiki diri selama kita masih bisa menghirup udara di dunia. Jangan menunggu pintu maaf ditutup. Jangan menunggu tak lagi mampu. Berhijab adalah sebuah kewajiban yang kedudukannya sama dengan kewajiban yang lain. Lalu kenapa kamu masih merasa berat dengan itu?

            Setelah berhijab apakah semua selesai sampai di sini? Ternyata tidak. Hijab itu dipakai untuk melindungi diri kita dari pandangan. Sedangkan saat ini, hijab-hijab masa kini justru menarik perhatian banyak orang. Sungguh sangat bertentangan.

            Seorang bercadar pun menjadi terlarang hukumnya memasang gambar wajahnya di media sosial jika pada akhirnya membuat banyak laki-laki penasaran. Ustadz Syafiq Basalamah mengatakan bahwa fitrahnya seorang wanita itu ingin disanjung, ingin dipuji dan diperhatikan. Jadi, meskipun ingin berdakwah, janganlah melakukannya dengan memajang foto di media sosial. Kita bisa melakukan dengan cara yang lain.

            Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (yang pertama adalah) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (yang kedua adalah) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berpaling dari ketaatan dan mengajak lainnya untuk mengikuti mereka, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” [HR. Muslim : 2128]

            Dalam sebuah hadits shahih juga dijelaskan bahwa ada wanita yang berpakaian tetapi telanjang? Siapa itu? Yaitu orang-orang yang memakai pakaian ketat sehingga terlihatlah bentuk tubuhnya. Ada juga orang-orang yang memakai hijab dengan menggulung rambutnya atau pun memakai dalaman jilbab yang membentuk bukit di atas kepalanya sehingga menyerupai punuk unta.

            Dan semua itu sangat terang saat ini. Perhatikan hadistnya, “Tidak akan masuk surga..” Masyaallah semoga kita semua senantiasa dilindungi oleh Allah dari panasnya api neraka. Semoga saya dan teman-teman senantiasa bersungguh-sungguh dalam memperbaiki diri. Semoga hidayah Allah datang untuk saya dan kamu semua.

            Nasihat ini saya tulis untuk diri sendiri. Penulis tentunya tak sejernih telaga yang mengalir. Masih banyak dosa di sana sini. Semoga Allah mengampuni dan meringankan langkah kita menuju ketaatan. Amiin.

0 comments:

Post a Comment