Euforia Piala AFF U-16 2018 semalam rasanya masih berdengung di telinga. Bagaimana tidak, Indonesia akhirnya keluar sebagai juara mengalahkan tim Thailand di babak adu pinalti dengan skor 4-3, setelah 80 menit bermain imbang dengan skor 1-1.

Ucapan selamat serta rasa haru pun meluap dari semua orang, tak terkecuali para pendukung yang memenuhi Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Tak sedikit pula warganet yang ikut memberikan ucapan selamat, mereka mengaku amat bangga serta terharu atas pencapaian yang diraih tim Indonesia merebut gelar juara Piala AFF U-16 2018.

Kegigihan pun terlihat sejak babak pertama

Foto: bola.kompas.com

Sejak menit awal pertandingan, permainan menyerang langsung diterapkan oleh timnas Indonesia U-16 melawan tim Thailand. Mereka sama sekali tidak memberikan peluang bagi tim Thailand untuk memegang bola.

Serangan demi serangan pun dilakukan oleh tim Indonesia, membuat barisan belakang tim Thailand cukup kerepotan menghadapinya. Pada menit ke-13, Amiruddin Bagus Kahfi hampir saja meraih keunggulan, sayangnya tendangan pemuda bernomor punggung 20 itu masih meleset dan mengenai tiang gawang.

Perubahan strategi pun dilakukan oleh Fakhri Husaini sebagai pelatih. Ia menarik Amanar Abdillah kemudian memasukkan Fajar Fatchur Rachman sebagai pengganti. Dan terbukti jitu, pada menit ke-33, Fajar berhasil mencetak gol setelah mendapatkan umpan jarak jauh dari Andre Octaviansyah dari tengah lapangan.

Tak mau berpuas diri, timnas Indonesia U-16 tetap gigih menjebol pertahanan lawan. Sayangnya, skor 1-0 masih tidak berubah.

Babak adu pinalti membawa tim Indonesia raih gelar juara AFF U-16 2018

Foto: bolabanget.id

Pada babak kedua, tim Indonesia masih memegang kendali permainan. Pola permainan bola cepat yang dikombinasikan aksi individu para pemain menambah keunggulan timnas Indonesia U-16. Sedangkan tim Thailand tak banyak melakukan perubahan, mereka hanya menunggu datangnya bola untuk melakukan serangan balik.

Pada menit ke-9 sebelum pertandingan usai, Apidet Janngam berhasil membobol gawang timnas Indonesia U-16 dan menyamakan skor. Keadaan imbang pun membuat tempo permainan semakin meningkat. Sayangnya, hingga permainan benar-benar usai, belum ada gol tambahan yang tercipta. Hal inilah yang akhirnya mengantarkan pertandingan Piala AFF U-16 menuju adu pinalti dan membawa timnas Indonesia meraih gelar juara.

Kemenangan timnas U-16 menjadi kado spesial HUT RI ke-73

Foto: sumut.pojoksatu.id

Timnas Indonesia pun akhirnya unggul dan keluar sebagai juara melalui babak adu pinalti. Kiper timnas Indonesia U-16, Ernando Ari sukses menjadi pahlawan setelah menepis dua tendangan lawan dan mengantarkan timnas Indonesia menuju kemenangan dengan skor 4-3 dalam babak adu pinalti.

Kemenangan yang berhasil diraih oleh timnas Indonesia U-16 menjadi kado spesial HUT RI yang ke-73. Tangis haru dan bahagia pun menjadi amat lekat usai pertandingan semalam. Pelukan hangat pelatih kepada para anak didiknya menjadikan suasana riuh semalam begitu syahdu. Bangga banget atas pencapaian yang mereka raih. Hasil tidak pernah membohongi proses. Dan kemenangan itu pun akhirnya nyata di depan mata.

Selamat dan bangga!
View Post

Hmm … Tidak tahu kenapa tiba-tiba ingin posting tema ini setelah melihat beberapa video proses melahirkan, perjuangan seorang ibu untuk menghadirkan buah hatinya ke dunia. Perasaan, karena saya yang mengalami langsung, tidak bisa menatap wajah saya sendiri ketika melahirkan, kayaknya enggak sedrama itu. Tapi, kenyataannya, melahirkan itu memang begitu berat prosesnya, mau yang paling mudah sekalipun tetap saja sakitnya minta ampun. Dan wanita, rupanya jadi lebih kuat saat melahirkan daripada apa yang ia pikirkan selama ini.

Foto: pexels.com

Saya seorang ibu 28 tahun. Saya menikah muda saat usia 19 tahun. Penakut, pengecut, sama jarum suntik pun takut. Tapi, ketika sudah melahirkan, banyak hal di luar dugaan. Tiba-tiba aja jadi pemberani, sok banget gitu saking gembiranya pengen segera bertemu buah hati yang sudah sembilan bulan meringkuh hangat di dalam rahim. Jalan-jalan di sepanjang koridor rumah sakit sampai buka 8. Kayaknya bukan saya banget.

Yang pertama kali bikin trauma adalah keguguran dan harus melakukan proses kuretase. Duh, udah sedih tiba-tiba pendarahan, terus harus kuret itu rasanya enggak bisa dibayangkan. Saat itu usia saya pun masih terbilang muda banget. Masuk ruang tindakan tanpa suami. Dikelilingi dokter dan suster. Rasanya enggak bisa dibayangkan betapa menakutnya saat itu.

Detik-detik saat akan melahirkan putra pertama saya, saya sempat mengatakan enggak kuat. Padahal udah tinggal mengejan. Dalam kepala malah terbesit, udah operasi aja. Udah enggak kuat. Sakit dan capek banget minta ampun. Beruntungnya, bidan dan dokter sabar dan telaten banget, minum dulu, mengejan lagi, dan lahirlah si sulung. Enggak kebayang kalau sampai operasi, karena sakitnya pasti kebangetan. Tapi, itulah yang tiba-tiba terlintas di bangsal rumah sakit ketika tenaga udah mulai habis dan semangat sudah menipis, setelah perjuangan panjang menunggu bukaan lengkap.

Foto: pexels.com

Saya melahirkan dua putra, selalu hanya bersama suami. Berdua saja kita di rumah sakit. Jadi, suami tahu banget prosesnya. Gimana sakitnya saya, gimana berjuangnya saya untuk melahirkan secara normal, gimana antusiasnya ketika bayi baru lahir, dia tahu semuanya dengan mata kepalanya sendiri.

Beruntung banget, dia orangnya super berani, tegarnya minta ampun, sampai ari-ari bayi aja dia yang nyuci … bikin geli dan merinding membayangkannya. Dan saat yang paling berkesan, pastilah ketika bayi meluncur hangat keluar dari rongga rahim. Hilang lelah, hilang ngilu dan nyeri yang beberapa jam merengkuh tubuh saya tiada henti. Sebuah kecupan hangat mendarat di kening. Masya Allah, indahnya menjadi seorang ibu.

Kalau kamu, apa sih yang paling berkesan dari proses melahirkan?

View Post

Gimana ceritanya traveling ke destinasi yang cukup jauh, enggak pernah disinggahi pula, dan yang pasti bawa dua anak cowok yang kadang mood-nya aja berganti-ganti tiap menit, berebut hal sepele setiap detik, dan owh itu bikin kepala migrain…hihi.

Saya termasuk ibu yang suka panik. Ya, kadang suka dibikin ribet sendiri. Padahal sebenarnya masalah itu tergantung seperti apa kita menanggapinya. Kalau dibawa santai, insya Allah semua akan berjalan dengan mudah kok. Tapi, buat menjadi sesantai itu enggak mudah buat saya.

Ketika hari itu benar-benar tiba, mau enggak mau saya harus santai sesantai-santainya. Nah, kali ini saya mau berbagi tips untuk itu. Siapa tahu berguna bagi teman-teman yang ingin melakukan perjalanan jauh dan membawa balita. Btw, saya seorang ibu dengan dua putra. Sulung saya berusia 7 tahun, dan bungsu berusia 3 tahun. Dan inilah beberapa tips yang bisa teman-teman coba terapkan ketika ingin traveling bersama balita.

Ketahui kondisi anak-anak

Foto: orami.co.id

Kita yang paling tahu seperti apa kondisi anak-anak terutama jika diajak melakukan perjalanan. Misalnya saja, anak saya keduanya suka mabuk kendaraan. Ini riwayat dari saya banget yang sampai usia 28 tahun ini masih juga mabuk kalau naik mobil … hihi. Memang tidak setiap naik kendaraan roda empat saya mabuk, tetapi lebih sering terjadi ketika pagi hari.

Karena itulah saya selalu sedia banyak kantong kresek di ransel yang selalu saya bawa. Selain itu, kita juga perlu memerhatikan kondisi kesehatannya, dan mood mereka. Kalau anak-anak mudah bosan, ada baiknya siapkan mainan di ransel yang mudah dijangkau supaya ketika berada di perjalanan, kita bisa dengan mudah mengalihkan perhatiannya.

Siapkan pakaian ganti yang cukup

Foto: pexels.com

Namanya perjalanan jauh, pastilah kita akan membawa banyak baju di koper. Tapi, jangan lupa juga bawa baju di ransel yang selalu kita pakai, ya. Supaya tidak panik dan gelagapan saat membutuhkannya sewaktu-waktu.

Buat anak-anak, saya selalu bawa ganti lebih banyak karena kondisi mereka yang tidak bisa dipastikan. Berbeda dengan kita yang dewasa. Daripada nanti harus bingung mencari baju baru, mending bawa stok lebih, ya.

Siapkan obat-obatan

Foto: pexels.com

Minimal bawa penurun panas seperti paracetamol. Bawa juga obat-obatan yang paling dibutuhkan lainnya, misalnya minyak telon, krim anti ruam, pelembab, dan sebagainya.

Jika teman-teman punya anak dengan riwayat penyakit tertentu, misalnya saja sulung saya yang punya riwayat kejang demam, sebaiknya bawa obatnya, ya.  Apalagi obat kejang itu enggak mudah dibeli bebas di apotek. Jadi, saya selalu bawa itu sampai kakak berusia enam tahun.

Jangan lupa bawa makan berat dan camilan

Foto: pexels.com

Kita aja suka bosan kalau menunggu terlalu lama, apalagi mereka, ya? Perjalanan menuju Turki dan  umrah kemarin menjadi perjalanan paling panjang buat kami sekeluarga. Ini pertama kalinya saya harus pede melakukan perjalanan jauh dan membawa anak-anak. Meskipun sejak awal memang saya sendiri yang selalu menginginkannya, tetapi ketika itu terjadi, saya jadi bingung harus ngapain … hihi.

Dan salah satu hal yang perlu diingat adalah selalu bawa bekal makanan berat seperti nasi dan lauk kering serta camilan yang kita letakkan di dalam ransel. Itu wajib banget. Kalau mereka lapar sewaktu-waktu, tinggal ambil dari ransel karena biasanya ketika baru sampai, tentu saja kita enggak mudah membeli makanan di tempat yang jarang dikunjungi.

Plis, bawa gendongan

Foto: bidanku.com

Ya Allah, ini adalah hal sepele, namun sungguh sangat berarti … hihi. Saya sedikit cerita, ketika umrah, suami pede sekali bahwa si bungsu akan dia gendong sendirian tanpa bantuan saya. But, kamu tahu realnya kayak apa? Ternyata si bungsu sejak masuk di pelataran masjidil Haram enggak mau pindah gendongan dari saya. Dia menangis kalau digendong ayahnya apalagi orang lain. Sedangkan saya yang awalnya mau membawa gendongan akhirnya urung karena suami nolak.

Masya Allah, saya thawaf sambil menggendong si bungsu tanpa gendongan. Beruntung itu terjadi tengah malam. Jadi, masih adem gitu. Selesai thawaf, lanjut sa’i. Saya sempat bilang bahwa saya enggak bakalan sanggup. Tapi, suami mengingatkan jangan bicara seperti itu. Dan waktu rasanya berjalan lambat banget. Antara menikmati prosesi ibadah umrah dan menahan pegal pinggang dan punggung yang kadang rasanya mau patah..hihi.

Ajaibnya, ada satu lagi rekan saya mengalami hal serupa. Entah kenapa anaknya juga enggak mau digendong bapaknya. Sampai banyak ibu-ibu bilang nggak tega sama kami berdua, mau menggantikan, tapi anak enggak mau. So, jangan tinggalkan gendonganmu di hotel … hihi.

Dibawa asyik aja!

Foto: travelsafe-aca.com

Tidak ada cara lain, teman-teman harus santai sesantai-santainya ketika harus traveling membawa anak-anak. Jangan dibawa ribet, jangan dibawa pusing, jangan dibawa berat. Nikmati perjalanan dan kebersamaan dengan keluarga, kapan lagi bisa pergi bareng?

Saya yang awalnya suka ribet mau enggak mau harus santai juga. Bawa anak-anak di musim dingin ke Turki pastilah jadi cobaan berat buat saya yang jarang banget traveling. Kami jarang banget pergi jauh. Saat di Turki, bisa jadi karena capek juga karena enggak berhenti mengunjungi tempat-tempat wisata selama 3 hari di sana, akhirnya si bungsu flu. Kasihan banget, meskipun udah pakai jacket super tebal khusus musim dingin, tetap saja ketika pergi dia seperti beku. Ingat banget deh waktu di Topkapi Palace, dia jalan kaku banget, tangannya dingin pula. Tapi, harus santai, sudah tiba, masa mau dikeluhkan?

Saat tiba di Madinah, adik udah lumayan enak kondisinya, tetapi sampai di Mekah, kami bergiliran sakit. Saya demam, adik demam bahkan sampai perjalanan pulang. Suami juga sempat meriang, bahkan hampir semua rombongan ikutan sakit waktu itu.

Kalau sudah enakan setelah minum obat penurun demam, saya paksa ikutan thawaf sambil gendong adik bareng suami. Alhamdulillah setiap dibawa thawaf adik tidur nyenyak banget. Selesai thawaf barulah ia bangun dan saya bisa salat duha bergantian sama suami. Kalau si sulung karena sudah lebih besar jadi lebih santai. Dan mau enggak mau semua memang harus dibawa santai, kan?

Apalagi bungsu saat itu susah banget minum penurun demam dan itu berlanjut sampai sekarang. Waktu perjalanan pulang dari Turki ke Indonesia, adik saya paksa minum obat penurun demam susahnya bukan main. Akhirnya saya minumkan waktu dia agak tertidur. Barakallah selama di pesawat dia enggak ada masalah, suhu tubuhnya normal selama perjalanan sekitar 13 jaman.

Sampai bandara dia diare. Kami pulang ke rumah dan drama itu dimulai. Adik muntah-muntah enggak berhenti dan lanjut diare. Kalau dipikir, misalnya saja Allah takdirkan dia sakit pas dalam perjalanan pulang, minimal pas di taksi aja menuju rumah, paniknya saya pasti lebih dan lebih banget. Tapi, Allah tentukan beda. Alhamdulillah, enggak lama dia pun pulih.

Saya pikir, memang enggak ada jalan lain selain berusaha santai ketika harus membawa balita bepergian jauh. Pastikan saja semua kebutuhannya siap di ransel yang selalu kita bawa ke mana-mana.

Ketahui kondisi cuaca di lokasi tujuan

Foto: laxmiwinterwear.com

Mungkin yang paling berat ketika saya melakukan perjalanan ke Turki adalah musim dingin yang menusuk tulang dan hidung. Hidung enggak berhenti berdarah setiap hari. Mana pernah merasakan musim salju. Baru pertama kali dan harus membawa anak-anak juga.

Sejak di rumah udah siap-siap membawa jacket musim dingin. Tapi, kenyataannya masih belum bisa mengatasi sepenuhnya. Tapi, setidaknya kita udah lebih siap jika sudah tahu kondisi cuaca dan acara apa aja di lokasi tujuan.

Waktu di Turki kami seperti tidak terlalu menikmati karena terlalu dingin. Terlebih ketika menaiki kapal melewati selat Bosphorus, saljunya dikit turunnya tapi ademnya kebangetan. Malah justru lebih enak main salju di Uludag, rasanya enggak sedingin ketika di selat Bosphorus. Dan semua berjalan baik meskipun sedikit menyiksa, ya ... hihi.

Dan tidak ada resep paling mujarab untuk traveling bersama anak-anak kecuali dibawa santai aja. Semoga ulasan sederhana berdasarkan pengalaman ini bisa bermanfaat, ya. Sesuaikan dengan kebutuhan dan semoga perjalanannya menyenangkan!

View Post
Kota Malang di Jawa Timur bukan hanya asyik dijadikan tujuan wisata karena udaranya yang sejuk serta kulinernya yang beragam. Di sana, kamu juga bisa menemukan banyak destinasi yang unik dan tak bisa ditemukan di tempat lain. Salah satunya adalah Museum Angkut.

Yap! Museum Angkut merupakan museum transportasi yang ada di Batu, Malang. Museum ini berdiri di atas lahan seluas 3,8 hektar dan disebut sebagai museum transportasi pertama di Asia, lho.

Dibuka sejak 2014, museum ini punya banyak spot unik dan kece banget. Tempat ini enggak pernah sepi pengunjung, bahkan semakin banyak wisatawan yang datang. Selain bisa dijadikan wisata edukasi, Museum Angkut juga kerap dijadikan lokasi syuting video klip dan tempat pameran mobil.

Penasaran ‘kan seperti apa Museum transportasi yang entertain ini? Simak ulasannya, ya!

Museum Angkut merupakan tempat yang tepat buat kamu yang hobi fotografi


Sumber: wisatakaka.com

Museum Angkut bukan hanya bisa dijadikan lokasi edukasi, museum yang berada di bawah naungan Jawa Timur Park ini benar-benar digarap dengan matang. Bagi kamu yang hobi fotografi, lokasi ini sudah sangat tepat untuk menyalurkan hobi, lho.

Di Museum Angkut, kamu bisa menemukan banyak latar menarik, termasuk zona Gangster dan Broadway yang sempat hits di tahun 1970an. Asyiknya, bukan hanya suasananya saja yang dibuat sangat mirip dengan kota Chicago, di sini juga disediakan properti seperti jacket kulit dan topi yang pas banget dipakai untuk berpose di depan mobil-mobil antik. Asli keren!

Hollywood mini juga bisa kamu jumpai di Museum Angkut


Sumber

Tidak perlu jauh-jauh pergi ke Amerika, di sini kamu juga bisa menjumpai Hollywood mini yang super keren. Di zona Hollywood ini, kamu juga bisa melihat patung Hulk yang sedang mengamuk dan menginjak sebuah mobil. Uniknya, patung Hulk dibuat dari onderdil mobil serta motor bekas, lho. Bukan hanya itu, di lokasi ini juga terdapat banyak replika kendaraan yang digunakan dalam film-film box office. Yakin, enggak mau ke sini?

Kamu bisa menikmati miniatur Buckingham Palace disertai taman mungilnya yang indah


Sumber


Bukan hanya bisa bekeliling dunia, Museum Angkut juga membuat sebuah miniatur istana Buckingham lengkap dengan taman yang bikin suasananya mirip banget dengan aslinya. Istana yang sangat terkenal di Inggris ini juga disertai patung Ratu Elizabeth, lho. Lengkap banget ‘kan?

Pelabuhan Sunda Kelapa tempo dulu juga bisa kamu jumpai lengkap dengan miniatur kapal-kapalnya, lho!


Sumber


Nah, ini dia yang tak kalah menarik dari beberapa zona yang disediakan di Museum Angkut. Selain menampilkan zona Uni Eropa, museum transportasi ini juga menyuguhkan suasana pelabuhan Sunda Kelapa tempo dulu yang khas banget disertai toko-toko bertuliskan nama-nama ejaan Belanda. Kamu juga bisa melihat-lihat kendaraan khas zaman dulu seperti andong dan mobil antik lainnya.

Pasar Apung menawarkan beragam kuliner khas nusantara, lengkap banget!


Sumber


Terakhir, kamu bisa mengisi perut dengan mencoba beragam kuliner khas nusantara yang disediakan di Pasar Apung ini. Tempat ini menjadi sangat unik karena kamu bisa menaiki perahu sambil mencari makanan yang kamu inginkan. Bukan hanya itu saja, di sini kamu bisa membeli souvenir yang dibuat langsung oleh para pengrajin.

Itulah beberapa hal yang bisa kamu temukan di Museum Angkut. Museum yang terletak di Jl. Terusan Sultan Agung Atas, Batu ini bisa dijadikan lokasi wisata keluarga yang asyik banget saat liburan nanti. Sayangnya, kamu juga harus bersiap untuk berdesak-desakan, ya, mengingat tempat ini selalu ramai apalagi di waktu libur.

Gimana, apakah kamu tertarik untuk melihat museum transportasi ini secara langsung? Yuk, ajak orang-orang terkasih biar liburanmu semakin seru dan menyenangkan!

View Post

Tertanggal 31 Juli 2018, masya Allah, akhirnya saya berhasil menyapih si bungsu. Sebelumnya saya benar-benar tidak siap untuk menyapih. Masalahnya, usia adek sudah 3 tahun lebih. Ini antara lucu dan enggak lucu lagi kalau masih menyusu.

Foto: pexels.com

Saya juga kaget saat semua tiba-tiba terjadi dan berjalan dengan sangat baik bahkan bisa dibilang sangat mudah. Kenapa? Anak yang sudah terbiasa menyusu biasanya susah sekali disapih. Anak saya, keduanya tidak ada yang pernah saya kenalkan dengan dot saat disapih. Jadi, benar-benar full berhenti dan enggak ada gantinya kecuali air putih.

Saat pertama kali sepakat untuk tidak menyusu lagi, adik sempat bingung terutama saat terbangun di tengah malam atau di siang hari. Tapi, saya percaya ini akan berlalu. Jadi, ketika dia menangis, saya menggendongnya sampai dia tertidur, barulah saya pindahkan ke tempat tidur.

Berbeda ketika hendak tidur, adik santai aja. Saya bacakan buku sampai dia benar-benar ngantuk. Dan akhirnya dia pun terbiasa, kalau belum ngantuk banget enggak boleh dong berhenti bacain bukunya..haha. Sampai ngantuk kadang saya duluan yang ketiduran. Tahu aja emaknya banyak tugas malah disuruh baca buku banyak sampai saya sendiri yang jadi ngantuk. Duh, dek..plis… haha.

Ini tepat seminggu dia berhenti menyusu. Dan yang namanya drama gendong-gendong tengah malam atau di siang hari insya Allah sudah berlalu. Semalam dia pulas, bangun sebentar tanpa menangis.

Malam ini, dan siang tadi, baca buku sampai berapa buku, bahkan satu buku dibaca berkali-kali, ujungnya saya duluan yang ketiduran, ditepuk pipi, suruh bangun, bacain lagi..haha. Sampai kadang saya sadar lagi baca apaan tapi nyebutnya apaan..hihi. Ya Allah, godaan banget tidur pas begitu..kwkwk.

Alhamdulillah, barakallah. Weaning with Love itu enggak perlu aneh-aneh. Kalau sudah sama-sama siap, insya Allah mudah. Adek juga sudah bisa bilang, tidak menyusu karena usianya sudah 3 tahun. Yeay! Emaknya girang banget. Soalnya kalau dia sedih, saya jadi bingung harus apa dan gimana, pengen nyusuin lagi, enggak tega. Tapi, kalau sayanya engga kuat, kasihan dia bisa menderita dua kali.

Ya Allah, ternyata yang begini aja bikin saya mewek berkali-kali, apa saya yang lebay banget, ya? Semoga kamu selalu sehat, Nak. Tiga tahun sepertinya sudah lebih daripada cukup untuk bekal kamu. Semoga Allah selalu menjagamu, melindungimu, dan menjadikanmu anak yang cinta sama Allah dan Rasul-Nya. Aamiin.

View Post

Ya Allah, pukul setengah 12 malam, baru saja, adek bangun dan mulai gelisah. Ya, ini hari pertama dia mulai saya sapih. Usianya sudah 3 tahun lebih sodaraah..he. Emaknya aja yang belum siap mental dari kemarin sehingga sampai usia sebesar ini masih saja menyusu.

Foto: pexels.com

Sebenarnya, suami sudah gemas bukan main karena saya tak kunjung menyapih si bungsu. Kesel banget kayaknya si doi karena kelihatan banget yang enggan menyapih adalah sayanya. Anaknya mah santai aja, ya. Masalahnya ini harus ditunggu sampai kapan?

Setiap anak itu berbeda. Kalau si sulung, setelah dua tahun lebih, saya sudah berani nyapih. Dia juga sudah lulus toilet training usia 3 tahun kurang. Nah, si bungsu kebalikannya banget, nih. Usia 3 tahun masih belum lulus keduanya. Gimana nggak gemas ayahnya? Haha.

Siang tadi, entah keberanian dari mana, tiba-tiba saya memutuskan untuk menyapih adik. Oke, semua harus dimulai, kalau nggak bisa sampai kapan? Dan apa yang terjadi? Biasa aja sebenarnya, karena selama ini dia bukan tipe anak yang ngempeng sama emaknya. Pergi sama ayahnya, dia pulas di rumah eyangnya. Bahkan Februari ketika kami ke Turki, dia nempel terus sama ayahnya dan nggak pernah menyusu. Di bis dia pulas duduk di sebelah ayahnya. Hampir nggak pernah nyusu selama perjalanan, kecuali ketika di hotel.

Nah, seperti itu juga yang terjadi selama ini. Kalau ikut kajian, dia gengsi banget mau menyusu di depan ibu-ibu..kwkwk. Ngantuk aja dia nggak mau nyusu. Dia bisa banget jaga image..hihi. Tapi, pas sudah pulang ke rumah, lihat emaknya selonjoran, mulai deh nempel.

Dan ini terjadi sampai dia akhirnya berusia 3 tahun. Duh, yang gemas banyak banget pula. Mulai dari ayah, eyang, sampai tetangga yang tahu..kwkwk.

Masalahnya, saya nggak pernah siap, lho. Nggak pernah bahkan sampai saat ini ketika dia benar-benar saya sapih. Duh, sendu banget rasanya.

Siang tadi, sebelum tidur siang, dia setuju nggak mau menyusu. Kita baca buku yang banyak, yang dia suka, saya bacakan semua. Santai banget, kemudian dia tidur pulas. Lega emaknya. Sejaman kemudian, dia bangun dan mulailah ingat mau menyusu. Duh, harus ditahan nggak boleh lemah..hehe. Akhirnya dia nangis, tapi nggak minta menyusu. Galau tingkat dewa. Bikin nggak tega. Nangisnya lama pula. Dan ini hanya saya yang alami, ayahnya mah cuma dengerin cerita sambil ketawa..haha.

Setelah nangis dia nggak tidur lagi. Saya ajak beli eskrim sambil bilang dia hebat karena sudah berhasil nyapih. Udah santai lagi dong anaknya. Biasa aja sampai sore, bahkan malam ini.

Seperti biasa, sebelum tidur baca bukunya banyakan sampai dia ngantuk banget. Saya harus bersyukur karena anak-anak, dua-duanya, sejak kecil semua suka banget sama buku. Dibacakan mereka anteng bukan main, barakallah. Bahkan kadang saya yang capek bacainnya..he. Dan rupanya ini sangat membantu sekali ketika terjadi hal seperti sekarang.

Dan nggak lama setelah baca buku, adik bobok pulas banget. Nggak nangis, nggak drama. Biasa aja. Tapi, saya sih sebenarnya ragu, ketika bangun tengah malam dia biasanya menyusu, saya yakin dia gelisah. Dan benar saja, meski tak seheboh seperti tadi siang, dia cukup bingung mau ngapain pas tadi bangun. Dipijit, digendong, akhirnya minta turun lagi dan bobok lagi di kasurnya. Dia bilang, “Mau bobok sama Bunda.” Hiks, sedihnya. Ini ngetik sambil nangis ya Allah, saya kok lebay banget jadi ibu, ya. Baru begini aja udah nangis. Dia nggak sedang minta menyusu. Mau nempel aja. Justru bikin saya sedih banget.

Saya bersyukur, telah dititipkan sulung dan bungsu oleh Allah. Meski selama ini saya belum jadi ibu terbaik buat mereka, semoga mereka tahu bahwa saya sayang keduanya. Sulung itu, lebih keras, pendiam kalau nggak kenal banget, lebih mirip emaknya, suka menggambar, suka membaca buku, dan barakallah dia selalu juara di kelas. Banyak prestasinya yang bikin bangga dan haru, dia itu termasuk pemalu, disapa tetangga sampai ratusan kali cuma balas melihat aja. Kadang gemes banget lihatnya, apa susahnya menjawab ‘kan? But, dia punya sesuatu yang membuat saya hampir nggak percaya, dia berani tampil di depan banyak orang, memberikan pesan kesan saat perpisahan di sekolah. Kalau saya mungkin udah demam panggung. Dia juara satu lomba bercerita, pemalu tapi ketika maju di depan umum dia jauh dari kata itu. Dia pandai banget memainkan alat musik, dia hapal dengan mudah sampai bu guru aja bingung, saya pun sama. Barakallah, saya jarang banget cerita tentang kakak. Mungkin suatu saat dia akan membaca tulisan ini. Saat itu dia akan tahu bahwa saya bangga telah memiliki dia.

Berbeda dengan sulung, si bungsu yang sejak lahir aja banyak dramanya, rupanya lebih kuat dan pembawaannya jauh lebih santai. Dia humoris banget, dan kelihatan banget tengil kayak ayahnya..haha. Empatinya tinggi, barakallah. Kalau marah sama kakaknya, nggak lama dia sendiri yang nggak tega. Adik juga jadi kebanggaan bunda. Insya Allah, nggak lama dia akan terbiasa nggak lagi menyusu.

Ini proses menyapih yang tiba-tiba. Sebenarnya, mau menunggu sampai kapan pun, saya nggak akan pernah siap. Nggak tahu kenapa, saya masih pengen banget dia kayak bayi aja. Saya nggak bisa menjelaskan seperti apa rasanya, tetapi saya tahu sedang tidak ingin lepas dari dia. Duh, drama banget nyapih anak. Setelah melahirkan, selain mendidik, menyapih juga menjadi tugas yang sangat berat buat saya. Semoga adik mengerti, bahwa menyapih adalah keharusan, meskipun kita nggak pernah menginginkan. Curhatan yang lebay..hehe.

View Post

Alhamdulillah, akhirnya bisa meluangkan waktu untuk ngisi blog lagi. Liburan sekolah yang amat panjang sudah berakhir. Liburan tahun ini memang sangat panjang, terutama karena sekolah si sulung benar-benar meliburkan tanpa jeda sejak selesai UKK dan langsung ambil rapot. Kayaknya liburnya sekitar sebulan lebih.



Nah, kalau sudah mulai masuk sekolah lagi, itu artinya pagi-pagi harus menyiapkan bekal juga untuk kakak. Bekalnya ada dua jenis, satu snack dan satunya makan siang. Saya jarang banget beli. Lebih seringnya sih bikin karena selera dia yang agak susah, nggak semua makan doyan, pemilih banget.

Biasanya saya selalu menyimpan stok lauk di frezer. Biar nggak pusing kalau pagi-pagi nggak sempat masak macam-macam, bisa segera digoreng. Kadang bikin nugget atau chicken egg rolls.

Nah, kali ini lagi pengen banget bikin chicken egg rolls. Mungkin prosesnya agak lebih merepotkan karena harus bikin kulitnya, tapi sebenarnya semuanya sih mudah saja, kok. Dagingnya bisa ayam dicampur daging sapi, atau kali ini saya mencoba ayam dan udang. Teksturnya pas banget. Padahal sambil ngarang bebas juga sih..hehe.

Oke, nggak usah lama-lama, ya. Yang pengen coba silakan intip bahan dan proses pembuatannya.

Setelah dikukus dan dipotong, hasilnya padat dan pas banget teksturnya



Setelah diberi isian, gulung, ya!

Bahan:
Sepasang dada ayam, ambil dagingnya
500 gram udang, kupas dan cuci bersih
2 buah wortel, parut
1 bungkus keju, parut
2 butir telur
1 sdm tepung terigu
2 sdm tepung maizena
1 sdm kecap inggris
1 sdm saus tiram
6 siung bawang putih
1 sdt merica butir
Secukupnya garam

Bahan kulit:
4 butir telur
20 gram tepung maizena
80 gram tepung terigu
160-180 ml air
¼ sdt garam
1 sdm minyak

Cara membuat:
1. Haluskan bawang putih, merica dan garam. Kemudian campur dengan daging ayam dan uang kupas. Haluskan.
2. Campur dengan semua bahan sisa. Silakan parut wortel dan kejunya juga, ya. Campur semuanya jadi satu. Jika ingin menambahkan penyedap boleh saja. Tapi, sebenarnya ini sudah sangat gurih alami, lho. Selain karena pakai ayam dan udang, saya juga tambahkan keju.
3. Supaya nggak salah menyesuaikan asin dan gurihnya, teman-teman bisa menggoreng sedikit adonannya. Kalau memang sudah pas, sisihkan, ya.
4. Bahan kulit: Kocok lepas telur. Masukkan 1 sdm minyak goreng dan kocok dengan wisk sampai rata, ya.
5. Campurlah tepung dengan air sampai nggak bergerindil. Kalau perlu bisa disaring supaya nanti hasilnya bagus.
6. Campurlah telur kocok dan adonan tepung tadi, tambahkan garam, kocok sampai rata.
Jika teman-teman merasa terlalu kental, bisa pakai air 170 ml atau 180 ml, sesuaikan saja, ya karena ukuran telurnya bisa beda-beda. Jadi, sebaiknya nambahnya dikit-dikit dan coba dibuat dadar.
7. Panaskan teflon, olesi margarin. Tuang satu sendok sayur adonan dan buat dadar tipis, ya. Angkat dan lakukan sampai adonannya habis.
8. Masukkan campuran daging ke dalam dadar. Gulung dan bungkus dengan plastik tahan panas satu persatu supaya ketika dikukus nanti tidak saling menempel. Lakukan semua sampai habis baru kemudian dikukus, ya.
9. Setelah matang dan dingin, potong-potong menyerong. Langsung goreng atau simpan saja di frezer dan bisa digoreng kapan pun diinginkan.

Bekal si sulung pagi tadi. Nasi dan chicken and shrimp egg rolls dan snack berupa donat homemade balut dark cokelat


Voila! Chicken and shrimp egg rolls siap dijadikan bekal sehat buat anak-anak. Meskipun tampak panjang banget prosesnya, tetapi sebenarnya ini mudah. Hanya saja butuh yang namanya sabar..hehe. Hasilnya banyak banget. Sekitar 3 plastik ukuran 2 kg..hehe. Puas-puasin deh, ya makannya.. :D

Selamat mencoba buat teman-teman, dan terima kasih sudah berkunjung di muyassdotcom :D

View Post
Buat yang sudah punya pasangan atau pun masih jomblo, sebenarnya nggak ada yang bisa lebih menyenangkan selain melewatkan akhir pekan bareng teman-teman. Nggak seperti pacar atau gebetan, menghabiskan waktu luang bersama sahabat sejati itu ‘nothing to lose.’ Salah satunya adalah nonton bioskop di CGV. Sebagai teman, hampir pasti selera film kamu dan mereka sama. Sementara kalau lagi pacaran, kayaknya agak sulit disandingkan dengan genre action kesukaanmu.

Artikel ini nggak mengajak kamu membenci momen pergi ke sinema bareng pasangan. Tapi percayalah, ada lebih banyak kesenangan saat nobar bersama teman-teman. Petualangan akhir pekan bakal lebih seru dengan beberapa tips nonton bioskop CGV di bawah ini.



Biar Lebih Seru, Coba Tonton Film Genre yang Benar-Benar Beda


Foto: Pinterest.com


Di dunia sinema, film-film blockbuster dengan budget setinggi langit memang sebuah jaminan untuk tontonan yang berkualitas. Tapi pernahkah kamu mencoba untuk keluar dari batas? Coba ajak teman-teman nonton film dengan genre yang completely different, jauh dari lingkaran favoritmu. Yang mendewakan film Sci-Fi besutan sutradara Michael Bay dengan ledakan-ledakan di sepanjang film, sesekali pilih film horor unyu khas Indonesia. Biar ada pengalaman nonton yang nggak banget, yang bisa kamu tertawakan bersama teman-temanmu sekeluarnya dari bioskop CGV.

Beli Kursi Paling Depan Padahal di Belakang Masih Banyak yang Kosong





Mau yang lebih gila-gilaan? Saat disuruh antri tiket sama teman-teman, Coba beli tiket CGV Cinemas untuk kursi paling depan. Bukan rahasia lagi kalau kursi terdepan bikin mata nggak nyaman karena jarak yang terlalu dekat dengan layar. Bukan karena kualitas gambar, tapi karena mata harus menyesuaikan dengan layar yang begitu lebar. Sudah pasti mereka bakal menggerutu, tapi begitu menyadarinya, dijamin bakal meledaklah tawa.

Sesekali Traktir Mereka dengan Cemilan Khas Bioskop



Foto: Andyka Sanjaya


Karena sekarang ada aturan ketat yang melarang penonton membawa jajanan dari luar, beli cemilan di gerai makanan resmi CGV adalah sebuah ketentuan yang nggak boleh dilanggar. Kalau ada gajian atau bonus dari tempat kerjaan, nggak ada salahnya membelikan teman-teman popcorn atau berbagai jajanan dan minuman. Biar nonton jadi lebih seru dan menyenangkan. Sesekali, bikin mereka bahagia nggak ada salahnya, kan?

Bikin Challenge Supaya Lebih Seru
Nggak ada yang lebih menjengkelkan selain perasaan pengen buang air kecil saat adegan film lagi seru-serunya. Nah, biar nonton bioskop makin seru, bikin challenge minum air terus-terusan sepanjang film. Berani coba aktivitas ekstrim nan mengganggu ini?

Jadi Penonton Bijak, Tetap Jaga Sopan Santun

Foto: coastalliving.com

Meski ada banyak keseruan saat di bioskop, tetap jadilah penonton yang bijak. Taati setiap peraturan yang ada, seperti nggak bawa makanan dari luar CGV Cinemas, nggak berisik dan mengganggu ketertiban, nggak ada deringan smartphone, nggak merokok, duduk di kursi yang sesuai dengan tiket, dan jaga kaki agar tetap sopan.
Itulah lima tips seru-seruan nonton bioskop bareng teman-teman di CGV. Jangan lupa datang tepat waktu biar nggak ketinggalan aksi-aksi seru dari para bintang film favoritmu.

View Post